Minggu, 28 November 2010

Remember Me



Main cast by:
Robert Pattinson as Tyler Hawkins
Emile de Ravin as Ally
Adegan awal film ini tragis kalau aku bilang, seorang gadis kecil (Ally) melihat ibunya mati ditembak perampok di stasiun kereta bawah tanah.

Ceritanya bener-bener mengharukan. Hikshiks.

Tyler Hawkins adalah seorang pemuda berumur 21 tahun yang sedikit aneh. Suka berbuat onar dengan keluar-masuk penjara karena sering tidak bisa mengontrol  emosinya. Tapi, berkat ayahnya yang seorang pengusaha kaya raya, dia bisa keluar penjara dengan mudahnya. Sebenarnya, si Tyler ini anak baik-baik, dia cuma kesel sama ayahnya yang terlalu sibuk dengan bisnisnya, yang menurut Tyler menjadi salah satu penyebab kakaknya, Michael gantung diri.  

Kematian Michael juga lah yang menyebabkan Tyler jadi suka menyendiri dengan cara yang cerdas kalau menurutku. Tyler suka menceritakan segalanya, termasuk pemikiran-pemikirannya ke Michael lewat tulisan-tulisannya di semacam diary. Karena sudah kehilangan satu saudara, Tyler sayang banget sama adik perempuannya Caroline yang masih kelas 6 SD.

Suatu saat, Tyler ini bikin onar karena ngebelain orang di jalan yang mobilnya diisengin. Karena dianggap nantangin polisi, Tyler dimasukin penjara, tapi gak lama dia dibebasin sama pengacara ayahnya.

Nah, ternyata, si polisi yang ditantangin Tyler punya anak perempuan yang satu tempat kuliah bahkan pernah sekelas sama Tyler.

Best friend Tyler, Aidan, yang tahu hal itu, akhirnya ngusulin ke Tyler buat ngedeketin anak perempuan si polisi itu buat bales dendam kecil-kecilan.
Awalnya, Tyler nggak mau, tapi karena bujukan Aidan, Tyler mau juga buat ngedeketin gadis itu yang namanya adalah… Ally.

Ally nggak seperti gadis kebanyakan. Karena kejadian tragis saat dia kecil yang menyaksikan ibunya ditembak di depan matanya, dia jadi benar-benar diperlakukan overprotektif sama ayahnya dan karena itu dia susah didekati, termasuk sama si Tyler.

Haha.tapi, pada akhirnya, Tyler berhasil juga ngedeketin Ally dan ngajak dinner dia.

Yah, kisah mereka berdua setelah berhasil deket, gitu lah…

Hm, ambil hikmahnya aja deh, yang negatif2 buang ke laut aje!

Suatu saat Tyler dihadapkan pada satu masalah. Adiknya Caroline ini menganggap dirinya dibenci sama ayahnya, karena ayahnya jarang banget memperhatikan dirinya. Bahkan ketika Caroline pertama kalinya memamerkan lukisan2nya di galeri bergengsi, ayahnya nggak datang. Ini membuat Caroline sedih dan akhirnya Tyler bener2 marah sama ayahnya.

Tyler pun mengambil salah satu gambar Caroline yang ternyata adalah gambar ayahya. Tyler pun mendatangi kantor ayahnya, yang saat itu sedang melaksanakan meeting.

Tyler pun marah2 ke ayahnya dihadapan seluruh peserta meeting yang nggak dibolehin keluar sama ayah Tyler.  Dia bilang, Caroline itu menganggap ayahnya benci sama dia dan karena Charles-ayah Tyler- nggak datang ke pameran itu semakin menguatkan dugaan Caroline. Itu membuat Caroline benar-benar terpukul.
Keren deh, si Pattinson teriak2 ke Pierce Brosnan gitu.. Haha.

Puncaknya, Tyler mengungkit masalah kakaknya yang bunuh diri yang membuat ayahnya marah besar dan hampir memukul Tyler.

Intinya, Tyler menganggap ayahnya meluapkan kesedihannya karena kehilangan Michael dengan menjadi orang sibuk nomor wahid dan melupakan keluarganya. Tyler sempet ngomong keras ke ayahnya, apa kamu nggak tahu betapa menderitanya aku (Tyler) yang menemukan Michael pertama kali setelah gantung diri?

Belum selesai masalah dengan ayahnya itu, Tyler pun mendapat masalah lain lagi, yaitu Ally akhirnya tahu maksud Tyler ngedeketin dia. Putuslah hubungan mereka, yang membuat Tyler bener-bener sedih. Tyler ini bukan tipe playboy yang gampang suka sama cewek. Jadi, kata Aidan, cara memandang Tyler ke Ally, kelihatan banget kalau Tyler ini beneran suka. Niatan yang dulu buat bales dendam ke si polisi, cuma ada di awal doang.

Tapi, bagi Ally nggak semudah itu buat maafin Tyler.
 
Hingga ada suatu kejadian yang jadi titik balik, buat hubungan Ally-Tyler dan Tyler-Charles.
Jadi, di sekolah ternyata Caroline dianggap aneh sama temen-temen sekelasnya dan karena itu dia nggak punya temen sama sekali. Suatu saat, Caroline diundang ke pesta ulang tahun temennya yang ada piyama party alias nginep juga. Eh, pas akhir acara, Caroline telepon Diane- mamanya- sambil nangis-nangis minta dijemput. Ternyata, temen-temen Caroline ngejailin dia dengan cara memotong pendek rambut Caroline. Parah deh. Acak-acakan banget, nggak karuan. Aku nggak hasib pikir, anak kelas 6 SD jahatin temennya gitu banget ya… ckckck.

Caroline pun dihibur sama Tyler. dan Ally juga datang ke rumah Tyler. Sepertinya itu sinyal kalau Ally udah maafin Tyler. Hihihi.

Charles juga setelah tahu kejadian itu cepet-cepet pulang dari kantor buat nengokin Caroline. Keliatan banget kalo Caroline shocked abis!

Besoknya, Tyler nganter Caroline ke sekolah  sampe ke kelas juga. Disana temen-temen Caroline ketawa-ketiwi ngeliat potongan rambut Caroline yang baru. Salah satu temen Caroline ngejekin Caroline gitu dan karena pada saat itu Tyler masih belum pergi, ngeliat adiknya diejekin gitu, Tyler gak terima dan nyeret bangku yang didudukin sama si anak yang ngejekin Caroline, hm…kalau menurutku itu rada berlebihan ya, Ty. Lalu nggak berhenti disitu, Tyler ngelempar tabung pemadam kebakaran keluar kelas sampai bikin kaca di pintu pecah dan seisi kelas jejeritan.

Akhirnya Tyler pun masuk penjara lagi gara-gara bikin onar di sekolah Caroline.

Yang mengagetkan adalah Tyler bebas dan dijemput langsung sama Charles.

Charles secara tersirat sih tidak begitu tidak setuju dengan perbuatan Tyler ke anak2 yang udah njailin Caroline(bikin Tyler ketawa dikit) tapi, karena lagi-lagi Tyler dibebasin dengan mudah oleh Charles, dia minta Tyler buat datang ke kantornya besok pagi. Tyler pun setuju.

Disini, Tyler dan Charles udah mulai kelihatan mencair hubungannya. Udah mulai keliatan kayak ayah dan anak lah…

Charles juga mulai berubah dengan nunjukin kalau dia peduli pada keluarganya.

Esoknya, Charles ngejemput Caroline di rumahnya (Caroline tinggal sama Diane, Tyler tinggal sendiri, Charles juga. Ceritanya Charles sama Diane udah cerai) buat dianter ke sekolah. Di tengah jalan, dia telepon Tyler, Tyler ngiranya Charles bakal ngebatalin pertemuan mereka karena ada urusan bisnis seperti biasa. Tapi, Charles bilang kalau dia lagi dalam perjalanan nganter Caroline ke sekolah yang membuat Tyler tersenyum senang dan bilang; baiklah, aku akan menunggumu di kantor.

Tyler pun sampai di kantor ayahnya dan masuk ke ruangan ayahnya, ternyata mereka berdua mau sarapan bareng gitu. Tyler pun iseng-iseng  ngeliat-liat meja kerja ayahnya dan dia kaget ngeliat screensaver di computer ayahnya.

Ternyata pikiran Tyler selama ini tentang ayahnya yang nggak peduli pada keluarganya tidak sepenuhnya benar.

Di screensaver computer Charles muncul banyak banget foto Michael, Tyler, Caroline, dan Diane. Ini membuat Tyler meskipun kaget dia tetap senang lah.

Tyler pun berdiri memandang keluar lewat kaca transparan di kantor ayahnya di gedung yang tinggi banget sambil monolog gitu. Monolog ini ditujuin ke Michael kalau menurutku.

Dan di sekolah Caroline, di papan tulisnya tertulis tanggal September 11 2001.

Tahun kan itu saat kejadian apa?

Diane pun keluar dari rumah dan melihat banyak orang-orang yang berkerumun di jalan raya. Diane keliatan kaget dengan apa yang diliatnya.

Charles juga keluar dari mobil dan melihat sesuatu yang mengagetkannya sampe-sampe dia hampir nangis.

Di loteng apartemennya, Aidan keluar sambil megang ponsel diikuti Ally dan mereka berdua keliatan kaget juga.

Jalanan di penuhi banyak polisi.

Caroline keluar dari sekolahnya dengan mata berkaca-kaca sambil ngeliat ke atas.

Tyler monolog lagi dan bilang kalau dia rindu Michael.

Hiks hiks hiks…

Tyler akhirnya mati sebagai salah satu korban kejadian 1192001.

Tapi, kematiannya meninggalkan sejuta kenangan buat orang-orang terdekatnya.

Caroline dan Charles jadi dekat. Di akhir adegan mereka berdua pergi ke galeri dan pulang sambil bergandengan tangan.

Ally dengan kisah yang membuatnya trauma pergi dengan kereta bawah tanah, akhirnya berani dan menaiki kereta di stasiun yang sama tempat ibunya ditembak oleh perampok.

-end-

Aku suka tagline nya ‘every life has a meaning’.

Regards
I’m out :)



This entry was posted in

Sabtu, 13 November 2010

Lagi Error

Wehehe, postingan yang kedua kalinya…
Kayaknya pengen membuang sampah di otak aja nih, hoho.
Ini udah seminggu setelah UTS, dan tau apa yang kurasakan??? Lagi males-malesnya nih; males kuliah, males ikut kegiatan (kemarin aja, bolos soga gedung-social gathering gedung asrama), males bikin raker, males bikin laporan apalagi! Astaghfirullah…yang kayak begini bener-bener nggak patut dicontoh.
Kenapa ya mulai kumat lagi malesnya???
Dugaan pribadi sementara adalahkayaknya sih karena akunya mulai get bored dengan semua rutinitas sehari-hari.
Hua…parah!!!
-regards-