Rabu, 25 Mei 2011

Crows Zero 2

ki-ka: ken, izaki, serizawa, genji, narumi, tatsuya, tokio, rindaman

Cast masih sama seperti Crows Zero 1 cuma ada beberapa tambahan;
Narumi Taiga
Urushibara Ryo
Bitou Tatsuya
dkk...

Aksi Genji berlanjut. di Crows Zero 1 dia berhasil mengalahkan Serizawa dan menjadi jagoan paling top di Suzuran. Namun, masih ada satu yang mengganjal, Genji belum mengalahkan Rindaman. Si Rindaman ini badannya gede banget, nyaris raksasa menurutku. Genji sangat terobsesi untuk mengalahkan Rindaman yang sayangnya emang lebih tangguh dari Serizawa.

Genji setengah mati kesel karena belum bisa ngalahin Rindaman dan dia mikir bahwa itulah sebabnya dia belum bisa menyatukan semua kelompok di Suzuran. Meski udah ngalahin Serizawa, kelompok Serizawa gak mau gabung dengan kelompok Genji alias GPS. Masih ada juga kelompok-kelompok junior yang nggak mau mengakui Genji dan GPS nya. 

Suatu hari, saat Genji sedang jalan-jalan bareng Mikase, Izaki, & Chuta, Genji ngeliat ada Serizawa, dkk. lagi dikepung sama beberapa anak sekolah lain, karena anak sekolah lain itu terus-terusan nyebut Serizawa sebagai ketua Suzuran *yang harusnya gelar itu udah berpindah tangan menjadi milik Genji* Chuta pun dengan emosi menginterupsi hingga akhirnya Genji memukul anak dari SMA Housen itu.

Semua menahan Genji termasuk Tokio. Tapi, nasi sudah menjadi bubur.
Genji sudah melanggar perjanjian gencatan senjata antara Suzuran-Housen karena memukul murid Housen.
Yah, sebenarnya, Genji gak salah juga, secara dia anak baru yang gak tau apa-apa soal permusuhan antara Suzuran-Housen yang sampai menewaskan top leader Housen.

Karena hal itu, Suzuran-Housen pun dalam keadaan perang.
Secara terpisah, murid-murid Housen menyerang murid-murid Suzuran.
Tokaji diserang hingga babak belur.
Tsutsumoto diserang saat lagi main basket dan dia sampai harus masuk RS selama 3 bulan karena dipukulin sama jagoan yang mengerikan banget dari Housen, Ryo.
Mikase, Chuta, Mikami brothers juga mengalami hal yang sama.
Semua anak Suzuran kalah saat diserang Housen.

Saat lagi dipusingkan dengan masalah Suzuran-Housen, Genji mendapat satu masalah lagi yaitu, ayahnya yang bos yakuza itu ditembak dan harus dirawat di RS.

Sekali lagi, Genji menantang Rindaman adu fighting. Sayangnya, kondisi Genji tidak mendukung dan dia nyaris mati karena babak belur dipukulin Rindaman.

Keesokan harinya, Genji, Mikase, Chuta yang sedang ada di tempat nongkrong GPS shock melihat Suzuran High mereka terbakar.

Tanpa ba bi bu, Genji bersama Mikase, Chuta, dan Mikami brothers mendatangi langsung Housen Academy yang dianggap sebagai dalang dari kebakaran yang terjadi di Suzuran High dan nantangin bosnya langsung, Narumi Taiga.

Mereka sepakat untuk benar-benar berperang keesokan harinya di lapangan Housen Academy.

Sayangnya, saat kembali ke Suzuran, tidak ada yang mau bergabung dengan GPS untuk melawan Housen.
Kebanyakan menyalahkan Genji karena Genji lah yang menabuhkan genderang perang pertama kali karena melanggar gencatan senjata dan mereka tidak mau ikut bertanggungjawab.

Hanya sedikit sekali yang mau bergabung dengan GPS dan ini membuat ragu-ragu massa GPS karena mereka benar-benar outnumbered.

Genji pun menyuruh semua anak-anak GPS untuk pulang melihat kenyataan bahwa massa mereka sedikit, kemungkinan kalah sangat besar dan Genji gak mau teman-temannya terluka sia-sia, lalu Genji berkata, " GPS is disbanded. "
Semua kecewa dan Genji pergi begitu saja meninggalkan mereka.
Woho, apakah Genji sepengecut itu?

Genji akhirnya pergi seorang diri ke Housen Academy dan tanpa rasa takut menyerang murid-murid Housen.

Apakah persahabatan dan kesetiakawanan di Suzuran High sedangkal itu?

Woho...saat Genji dikepung banyak sekali murid Housen...

Serizawa Army dan GPS datang membantu.

yg depan ki-ka:mikami brothers, chuta, serizawa, makise, tokio(pake pelindung kepala krn hbs operasi), tokaji, izaki

Mereka mengesampingkan segala ego dan bersatu untuk kemenangan Suzuran High.

Woho...crows zero 2 lebih bagus dari yang pertama kalau aku bilang. Hehe.
Lebih banyak pelajaran gak nge-fight kayak, kata-kata Ken Katagiri untuk menghargai kehidupan saat temannya mau mencoba membunuh Mr. xxx, scene antara ayah Genji saat menasihati Genji soal gaya memukul Genji juga oke, dll.
Karakter Narumi Taiga di film ini juga not bad lah...cool, calm, berwibawa, berjiwa kakak-kakak, padahal wajahnya serem banget kalo liat pertama kali.

Lagi-lagi aku bilang, aku suka film ini :D
Tapi, banyak yang harus difilter saat menontonnya. Kebiasaan Genji, dkk. yang terus-terusan ngerokok setiap detik bener-bener buruk. ^^

Hehe.

Regards
-INS-
This entry was posted in

Minggu, 22 Mei 2011

Crows Zero

Genji Takaya cast by Shun Oguri
Tamao Serizawa
Tokio
Chuta
Makise
Izaki
Rindaman
dkk...

Banyak banget pemainnya yang nggak aku hafal, yang eyecatching adalah yang tersebut diatas itu.
Ceritanya tentang anak SMA khusus cowok Suzuran. Judulnya aja tentang anak SMA, tapi nggak ada sesinggungan sedikitpun sama buku atau mapel apapun. Parah dah!

Sedikit review, di film ini seorang siswa bernama Genji yang baru masuk di Suzuran, langsung cari masalah sama jagoan di sekolah itu yang namanya Tamao Serizawa.
Genji melakukan itu karena dia nantangin ayahnya yang yakuza. Dia bertekad bakal jadi jagoan paling top di Suzuran kemudian akan mengalahkan kesuksesan ayahnya yang jadi bos yakuza(serem dah wajah ayahnya Genji, tapi tetep dapet wibawa sebagai seorang ayah sih).
Buat mengalahkan Serizawa, Genji harus punya pasukan besar.

Di Suzuran ada kelas A, B, C, D, E.
Kelas A dan B sudah dikuasai oleh Serizawa maka dimulailah aksi Genji untuk mengumpulkan anak-anak kelas C, D, E yang masing-masing sudah punya ketua untuk bergabung menjadi pasukan Genji.
Variatif sekali cara Genji membujuk masing-masing ketua kelas. Ada yang pake cewek, ada yang sekali pukul langsung keok dan nurut, ada juga yang sampe bikin Genji babak belur.

Pada akhirnya, Genji mendapat pasukannya dengan co.ketua tim Makise, Chuta, dan Izaki.

Film ini isinya benar-benar full adegan fighting yang berdarah-darah.
Tapi, dari film ini ada hikmah yang bisa dipetik, tentang optimisme, tentang sikap gak mudah menyerah. touching banget melihat Genji seorang diri dipukulin anak buah Izaki yang bejibun banyaknya, sampe udah babak belur dan pingsan beberapa detik, Genji tetep bertekad kuat menaklukan Izaki. Itu yang bikin Izaki akhirnya mau juga bergabung dengan kelompok Genji.

Film ini bagus dan aku suka.
Hehe.
Meskipun menurutku, ost band live nya serem banget.

ki-ka: rindaman, tokio, serizawa, lupa, izaki, ken, genji
O ya, film ini ada lanjutannya dengan judul Crows Zero 2.
Belum nonton filmnya full jadi belum bisa banyak cerita.
yang jelas, gak kalah seru kalo aku liat dari endingnya hehe.

-regards-
I.N.S.
This entry was posted in

Sabtu, 21 Mei 2011

Komisi DPR RI

Bismillah.
Beberapa kali ngomongin tentang DPR dan tiba-tiba obrolan terhenti atau jadi krik krik gara-gara bingung dan nggak tau bidang a dibawahi komisi berapa, atau bidang b, atau bidang c, bla bla bla.
makanya pada kesempatan ini pengen share tentang komisi di DPR

Komisi adalah unit kerja utama di dalam DPR. Hampir seluruh aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi DPR, substansinya dikerjakan di dalam komisi. Setiap anggota DPR (kecuali pimpinan) harus menjadi anggota salah satu komisi. Pada umumnya, pengisian keanggotan komisi terkait erat dengan latar belakang keilmuan atau penguasaan anggota terhadap masalah dan substansi pokok yang digeluti oleh komisi.
Pada periode 2009-2014, DPR mempunyai 11 komisi dengan ruang lingkup tugas, yaitu :
Komisi I, membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi.
Komisi II, membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria.
Komisi III, membidangi hukum dan perundang-undangan, hak asasi manusia, dan keamanan.
Komisi IV, membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan.
Komisi V, membidangi perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal.
Komisi VI, membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, usaha kecil dan menengah), dan badan usaha milik negara.
Komisi VII, membidangi energi, sumber daya mineral, riset dan teknologi, dan lingkungan.
Komisi VIII, membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan.
Komisi IX, membidangi kependudukan, kesehatan, tenaga kerja dan transmigrasi.
Komisi X, membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan.
Komisi XI, membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank.

Ya..demikian yang bisa saya share kan. Semoga bermanfaat ^^

Sabtu, 14 Mei 2011

KRITIS

Barusan saja, aku membaca sebuah grup diskusi di facebook.
Apa coba yang terpikir di otakku setelah membaca obrolan-obrolan atau diskusi-diskusi di grup itu?
Subhanallah, fabulous!

Kerennya mereka yang bisa mengutarakan pendapat dengan gamblang disertai data-data ataupun info-info yang menunjukkan mereka adalah seorang intelektual sejati.
Komen-komen yang mereka berikan gak cuma komen ecek-ecek. 
Pendapat mereka bukanlah jawaban yang didasari emosi belaka atau keinginan 'cuma menjawab'.
Akurat dan jawaban mereka membuat orang lain bisa mendapatkan informasi yang nggak kalah penting.
Mereka semua adalah orang-orang kritis.
Kritis dalam banyak hal yang tepat sasaran. Bukan kritis mengenai hal-hal yang tidak penting untuk diperdebatkan atau dalam bahasaku sih, kritis yang cari-cari masalah.

Apa hubungannya dengan aku?

Sikap kritis. Itu yang sekarang lagi melempem dalam diriku.
Ketika ada suatu masalah, aku kadang loadingnya lama banget untuk menanggapi.
Dugaan pertamaku adalah karena aku sedikit sekali membaca akhir-akhir ini. Karena menurutku, semakin banyak kita membaca, semakin banyak informasi yang kita miliki dan semakin luas juga pengetahuan kita. Itu adalah hal umum tentang membaca tapi, sayangnya aku masih belum menerapkan dengan baik. Mau-maunya aku berkubang dalam kemiskinan informasi dengan tidak rajin membaca,akhir-akhir ini. Parah!

Dugaan keduaku adalah karena aku terlalu pengecut dan takut untuk mengungkapkan sesuatu.
Why???
Aku nggak punya alasan yang logis. Hm, ada alasan nggak logis yang aku punya, yakni malu!
What?!?!?!
Malu sama siapa coba?!
Aku sendiri heran pada diriku ini.
Biasanya, ketika aku mau mengungkapkan sesuatu, aku malu pendapatku bakal diketawain orang atau pendapatku adalah pendapat terburuk yang pernah ada.
Nggak logis banget sebenarnya kalo aku pikir-pikir lagi alasanku yang satu ini.
Nggak berani ngomong juga untuk mengungkapkan sesuatu.
Padahal aku punya hak penuh untuk itu.

Ketakutan-ketakutan dan ke-nggakberanian yang ada pada diriku dan kelambanan dalam bersikap kritis, mungkin berakar dari; aku belum menyuarakan sesuatu yang haq-alias kebenaran- dan niat ku belum benar. 
Itu yang perlu dievaluasi dan segera diperbaiki.

Karena sikap kritis itu amat penting. Karena kalo kita nggak kritis, kita bakal ngikut-ngikut aja terhadap sesuatu. Jangan-jangan ntar, disuruh ikut ke neraka pun mau.
Na'udzubillahimin dzalik.

Wallahua'lam.