Selasa, 18 Oktober 2011

especially for you; para pewaris negeri

Sepuluh pilar komitmen da’i :

1)Al Fahmu
Yang kami maksud dengan al fahmu adalah:
Anda yakin bahwa fikrah (pandangan) kami adalah fikrah islamiyah yang solid dan tangguh, serta Anda memahami Islam seperti apa yang kami pahami dalam kerangka dua puluh landasan (al ushuul al ‘isyruun).
(Hasan Al Banna)

2)Al Ikhlash
Yang kami maksud dengan al ikhlash adalah:
Seluruh ucapan, perbuatan, dan perjuangan seorang aktifis muslim selalu ditujukan dan dimaksudkan hanya kepada Allah Ta’ala saja, serta memohon ridha-Nya semata, juga kebaikan ganjaran-Nya. Tidak ingin mengharap imbalan apapun, baik berupa harta, tahta, martabat, dan kedudukan, tanpa melihat maju mundurnya perkembangan dakwahnya.
Dengan demikian, ia telah menjadi seorang “jundi” (prajurit) baik secara intelektual maupun aqidah, bukan seorang jundi yang mencari imbalan dan manfaat, seperti yang difirmankan Allah Ta’ala dalam Al Qur’an:
“ Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam “ (QS. Al An’am;162)
Dengan demikian, seorang aktifis muslim selalu memahami doktrin “Allah tujuan kami” dan “Allah Maha Besar dan bagi-Nya segala puja dan puji.”
(Hasan Al Banna)

3)Al ‘Amal
Yang kami inginkan dari al ‘amal adalah:
Buah dari ilmu dan ikhlash, seperti yang disebutkan dalam Al Qur’anul Karim : “Dan katakanlah:”Beramallah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amal kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian amalkan.” (QS.At Taubah:105)
Adapun urut-urutan amalnya adalah:
- Mengoreksi dan memperbaiki diri
- Membentuk dan membina keluarga muslim
- Memberi petunjuk dan membimbing masyarakat dengan dakwah
- Membebaskan tanah air dari penguasa asing
- Memperbaiki pemerintahan
- Mengembalikan kepemimpinan dunia kepada umat Islam
- Menjadi soko guru dunia dengan menyebarkan dakwah Islamiyah ke seluruh penjuru dunia
(Hasan Al Banna)

4)Al Jihad
Yang kami maksud dengan al jihad adalah:
Suatu kewajiban yang masanya membentang (tak akan berhenti) sampai hari kiamat dan apa yang dikandung dari sabda Rasulullah SAW “ Barang siapa yang mati, sedangkan ia tidak berjuang atau minimal punya niat untuk berjuang, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah “
Adapun urutan paling bawah dari jihad adalah ingkar hati, dan yang paling tinggi adalah perang mengangkat senjata di jalan Allah. Sedangkan di tengah-tengah itu adalah jihad lisan, pena, tangan, berkata benar dihadapan penguasa tirani.
Dakwah tak akan hidup dan berkembang kecuali dengan jihad. Karena kedudukan dakwah yang begitu tinggi dan bentangannya yang luas maka jihad merupakan jalan satu-satunya untuk bisa menghantarkannya. Juga betapa besar pengorbanan dalam mengokohkan posisi dakwah itu dan apa yang akan diperoleh para pengemban dakwah dari pahala yang besar di sisi Allah SWT. Firman Allah Ta’ala: “Dan berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (QS.Al Hajj:78)
Dengan demikian anda sebagai aktifis dakwah tahu akan hakikat doktrin “Jihad adalah jalan kami.”
(Hasan Al Banna)

5)At Tadhiyyah
Yang kami maksud dengan at tadhiyyah (pengorbanan) adalah:
Pengorbanan jiwa, raga, harta dan waktu serta segala sesuatu dalam rangka mencapai tujuan. Dan tidak ada kata jihad di dunia ini tanpa adanya rasa pengorbanan. Anda jangan merasa bahwa pengorbanan Anda akan hilang begitu saja demi meniti jalan fikrah kami ini. Tapi itu tak lain adalah sebuah ganjaran yang melimpah dan pahala yang besar, barang siapa yang tak mau berkorban dengan kami maka ia berdosa. Karena Allah Ta’ala telah menegaskan hal itu dalam banyak ayat Al-Qur’an. Dengan memahami ini maka Anda akan memahami doktrin “Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi”.
(Hasan Al Banna)

6)Ath Tha’ah
Yang kami maksud dengan at tho’ah adalah:
Melaksanakan sekaligus menjalankan perintah tanpa reserve, baik dalam kelapangan maupun kesempitan, dalam suka maupun duka.
(Hasan Al Banna)

7)Ats Tsabat
Yang kami maksud dengan ats tsabat adalah:
Tetaplah Anda sebagai aktifis dakwah yang selalu aktif berjuang pada jalan yang ditujunya, walaupun masanya panjang bahkan sampai bertahun-tahun, sampai nanti bertemu Allah Rabbul ‘Alamin dalam kondisi seperti itu, dengan meraih salah satu dari dua kebaikan, berhasil mencapai tujuan atau meraih syahadah pada akhirnya. Firman Allah SWT:
“Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah janjinya.” (QS. Al Ahzab:23)
Waktu bagi kami merupakan bagian dari solusi, sebab jalan dakwah itu panjang dan jauh jangkauannya serta banyak rintangannya. Tapi semua itu adalah cara untuk mencapai tujuan dan ada nilai tambah berupa pahala dan balasan yang besar serta menarik.
(Hasan Al Banna)

8)At Tajarrud
Makna at tajarrud bagi kami adalah:
Agar Anda membersihkan fikrah Anda dari segala pengaruh dasar-dasar hidup dan sosok pribadi orang-orang selain fikrahmu, sebab ia paling tinggi dan paling komplit dari yang lainnya. Firman Allah:
“Celupan Allah, dan siapakan yang paling baik celupannya dari Allah? “ (QS. Al Baqarah:138)
(Hasan Al Banna)

9)Al Ukhuwwah
Arti al ukhuwwah yang kami maksudkan di sini adalah:
Agar seorang aktifis dakwah menggabungkan antara hati dan ruh dengan tali aqidah, sementara aqidah itu sendiri merupakan tali yang paling kuat dan paling mahal. Ukhuwwah (persaudaraan) adalah saudara (teman) seiman, sementara perpecahan itu saudara kekafiran. Kekuatan yang pertama adalah kuatnya persatuan dan kesatuan, tak ada persatuan bila tak ada cinta kasih, sedangkan derajat cinta yang paling rendah adalah hati yang selamat dari buruk sangka kepada muslim lainnya dan yang paling tinggi adalah itsar, yaitu mendahulukan kepentingan saudaranya daripada kepentingan pribadi. “Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. “ (QS. Al Hasyr:9)
(Hasan Al Banna)

10)Ats Tsiqah
Yang kami maksud dengan Ats Tsiqah adalah:
Kepercayaan dan ketenangan (kemantapan hati) seorang jundi kepada pimpinannya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya, sebab kepercayaan yang dalam ini akan menciptakan rasa cinta, hormat dan taat. Firman Allah SWT : “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap apa yang kamu putuskan, dan mereka menerimanya dengan sepenuh hati. “ (QS. An Nisa’:65)
Pimpinan adalah bagian dari dakwah, tak ada dakwah bila tanpa kepemimpinan. Dari rasa saling percaya antara pemimpin dan para jundinya inilah kemudian lahir kekuatan struktur dakwah, pengaturan strateginya dan keberhasilannya dalam mencapai tujuan, serta kemampuannya menanggulangi segala rintangan dan kesulitan yang menghalang jalan dakwah. Allah berfirman:”Maka yang lebih baik dan utama bagi mereka adalah tanda ketaatan dan ucapan yang baik.” (QS. Muhammad:21)
(Hasan Al Banna)

“Ulurkan tanganmu, aku akan membaiatmu,” pinta Umar RA
“justru aku ingin membaiatmu,” jawab Abu Bakar RA
“Engkau lebih utama (afdhal) daripadaku,” tukas Umar.
“Engkau lebih kuat daripadaku,” jawab Abu Bakar.
“Kekuatanku untukmu bergabung dengan keutamaanmu.”
Umar menutup dialog dan sebuah generasi baru dimulai.

Hanya beberapa detik aku membaca dialog singkat itu, dan mataku memanas dan aku merinding total.

Referensi buku :
Untukmu Kader Dakwah (Pustaka Da'watuna) oleh Rahmat Abdullah
Reactions:
This entry was posted in

0 comments:

Posting Komentar