Selasa, 18 Desember 2012

wow...it has been almost 4 months!

Bismillah,

Aku kangen sama blog ini, lebih khususnya, aku sebenarnya kangen sama kegiatan tulis menulis yang 'dulu' pernah aku geluti.
Ini kegiatan yang aku pernah deklarasikan sebagai passion, tapi, kenapa bisa sesuatu yang aku bilang passion, aku telantarkan seperti ini, sedih benar...
Padahal, banyak banget yang bisa ditulis, kampus lagi rame isu banget juga!


Kamis, 30 Agustus 2012

Cinta di Ujung Sajadah

Bismillah,

Haha. Alhamdulillah, kecepatan bacaku meningkat, gak terlalu menyedihkan. Aku menyelesaikan Cinta di Ujung Sajadah nya Asma Nadia dalam waktu beberapa jam.

Agak ngerasa aneh sebenarnya sama diriku sendiri karena tertarik membeli buku dengan judul seperti “ Cinta di Ujung Sajadah “. Tapi, menurutku not bad lah...lumayan juga meskipun aku pribadi menganggap ini bukan yang nomor satu dari karya-karya sang penulis ^_^v.


Ada Rindu di Mata Peri adalah judul awal novel ini sebelum dicetak ulang oleh penerbit Republika.

Novel ini berkisah tentang seorang Cinta -dideskripsikan oleh tokoh-tokoh lain dalam novel ini dan sang penulis- yang memiliki mata seperti peri. (Jujur, rada gak kebayang mata seperti peri itu seperti apa...aku malah jadi keinget telinga elf nya si Legolas, hehe ^_^v)

Kehidupan Cinta rada-rada Cinderella abis, punya ayah yang agak kesulitan menyampaikan kasih sayang pada anaknya –rada-rada abiku banget, ini mah- yang menjadikan beliau terkesan cuek dan dingin. Beliau menyembunyikan rahasia besar soal ibu Cinta, hingga membuat Cinta bertanya-tanya soal ibu yang dianggapnya sudah meninggal dunia.
Ayah Cinta menikah dengan seorang mantan model yang punya dua orang anak cewek yang dia akui agak-agak bikin frustasi. Oke, di bagian ini yang menurutku Cinderella banget.
Cinta punya mama tiri, dua saudara yang iri banget sama dia yang membuat hidup Cinta rada-rada neraka abis...
Then, dia bertemu dengan tetangga depan rumah as prince charming, Makky Matahari Muhammad yang lumayan mencerahkan hari-hari Cinta.

Makky Matahari Muhammad, lucu juga nama Muhammad nya di belakang, kayak nama adik tingkat yang pernah aku baca. Dan...kenapa aku jadi mikir kalo laki-laki identik dengan matahari, (haha. Jadi inget sama The Moon That Embraces The Sun, hehe ^_^v)

Oke, baca sinopsisnya rada-rada mikir kalo novel ini bakal fokus sama Cinta-Makky. Tapi, ternyata gak (untunglah...).
Novel ini mengekspos kehidupan Cinta yang tanpa ibu. Hingga saat usianya yang ketujuh belas, sebuah fakta yang disembunyikan pembantu Cinta membuat Cinta keluar dari zona nyaman hidupnya.
Yeah, travelling time lagi setelah Tahta Mahameru...
Tapi, kali ini bukan kota-kota asing, tapi, alamat-alamat yang dicantumkan dalam novel jelas aku gak tahu...hehe.
Jakarta-Bandung-Jogja.
Cinta berkeliling kota untuk mencari sosok ibu yang sangat dirindukannya.
Mengharukan. Hampir bikin nangis, karena BGM yang aku denger cukup mendukung juga.
This entry was posted in

Rabu, 15 Agustus 2012

Exploring Indonesia : Tahta Mahameru


Bismillah,

Akhirnya, dengan kemampuan amatirku dalam membaca, selama 3 hari aku menyelesaikan novel Tahta Mahameru.
And?
Daebak!!!
Keren banget banget. Pantaslah kalau novel ini menang di sayembaranya Republika.

Novel ini adalah novel kesekiannya Azzura Dayana yang aku baca. Posisi kedua terbaik setelah Birunya Langit Cinta yang aku baca zaman SMP.

And...sedikit yang aku tangkap dari novel ini,

Tahta Mahameru berkisah tentang seorang Faras, gadis desa Ranu Pane yang cerdas dan baik hati yang kemudian bertemu dengan Raja Ikhsan seorang laki-laki yang dalam perjalanannya menuju Mahameru dalam kondisi dengan karakter sinis, pemberontak, pendendam, namun seorang pemikir sejati.
Karakter pemikir sejatinya itu yang kupikir membuatnya mengajukan tiga pertanyaan pada Faras, pertanyaan-pertanyaan yang menurutku cukup...mencengangkan.
Pertanyaan yang masing-masing diajukan Ikhsan pada Faras selama tiga tahun berturut-turut kunjungan Ikhsan ke Mahameru.
Karena tiga pertanyaan yang saat tahun ketiga Faras tidak bisa menjawabnya, membuat gadis itu pada tahun keempat memutuskan untuk mencari jejak Ikhsan, lewat foto-foto perjalanan Ikhsan yang dikirim lewat email, Faras melakukan perjalanan dari Borobudur hingga Tanjung Bira. Bertekad kuat untuk bertemu dengan Ikhsan dan memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa dijawab oleh Faras.
Dalam perjalanannya itu, Faras bertemu dengan Mareta, yang sedang dalam perjalanan ilegalnya alias minggat dari rumah.

Kupikir, inti konflik keluarga yang dialami Ikhsan dalam novel ini agak sinetron abis, tapi sang penulis dengan pro nya bisa membuat konflik yang agak sinetron ini menjadi lumayan keren.


Karena sang penulis secara riil mendaki Mahameru, deskripsi yang dihadirkan sepanjang perjalanan menuju puncak gunung itu lumayan tervisualisasi sama aku.

Tapi, entah kenapa, meskipun novel ini berfokus pada Mahameru dan daerah-daerah sekitarnya, aku malah lebih tertarik pada Makassar dan Suku Bugisnya, yang diceritakan pada bagian perjalanan Ikhsan maupun Faras-Mareta saat ke sana.

Sang penulis dengan gamblang menjelaskan tentang daerah-daerah di Makassar yang selama ini gak pernah aku tahu, beserta keindahan alamnya.

Kalau Korea sering selling daerah-daerah mereka lewat drama maupun reality show nya, sang penulis Tahta Mahameru menurutku dengan suksesnya mengeksplor sisi-sisi positif Indonesia lewat indahnya Tanjung Bira dan pantai-pantai di Makassar yang aku udah lupa namanya -_-“. Gak cuma soal tempat, deskripsi soal karakter suku Bugis dan pelaut-pelautnya membuatku amat tertarik untuk tahu soal karakter ke-suku-an di Indonesia. Apalagi soal perahu pinisi, yang rasanya aku pernah mempelajari saat belajar Sejarah di sekolah dulu, tapi, rasa-rasanya soal perahu pinisi di novel ini lebih menarik ratusan kali lipat ^_^v.

Yeah, novel ini recommended untuk dibaca.

Efek samping dari membaca novel ini adalah...
benar-benar menggoda untuk jadi backpacker dan keliling Indonesia.



  

This entry was posted in

Jumat, 13 Juli 2012

Code Name : Burning, Lovely, Untouchable, and Emotional

Awal tau KPop, gak tau banyak soal band nya. Karena aku dikelilingi sama penggemar SS501, Shinee, Super Junior, etc. Jadinya, yang paling banter ikutan suka sama SS501.
Then, mulai tahu this one, CN Blue lewat I am a loner nya.
Ngerasa cukup wow, karena korea punya band yang oke gini. Hehe. Gak cuma bisa ngedance tapi, punya keahlian main musik, jadi lagunya gak berasa kosong.

Soal personil, sebenarnya gak terlalu asing dengan lead vocalnya, yeah, uri Yong Hwa. Dia udah beken duluan karena You’re Beautiful bareng Jang Geun Seuk.
Tapi, yang bikin suka sama this one band adalah lead guitar sama bassistnya, Jong Hyun sama Jung Shin.
Aura mereka cool, apalagi Jung Shin. Cocok sama blue yang menggambarkan dia, Untouchable.
Jong Hyun suaranya enak didenger banget, meskipun lead vocalnya Yong Hwa. Di tengah-tengah power suara Yong Hwa, ngedenger suara Jong Hyun itu bagai oase, hehehe. Tapi, emang bener, ^-^
Truly, aku lebih suka suara Jong Hyun daripada Yong Hwa.

Oya, soal nama : CN Blue. CN itu adalah akronim dari Code Name dan Blue menggambarkan karakter keempatnya. Burning itu Lee Jong Hyun, Lovely itu Kang Min Hyuk, Untouchable sudah aku sebutkan, and Emotional that's for the leader, Jung Yong Hwa.

ki-ka : jung shin, jong hyun, yong hwa, min hyuk




Band ini dibilang Second FT Island. Gak tau juga kenapa dan gak pengen cari tahu  ^-^v

Yang jelas, band ini ngetop juga di Jepang. Kalo gak salah mereka pertama kali debut itu di Jepang.
Dan aku dapat cerita dari temen, kalo band ini emang mulai dari bawah banget,
Macam trainee nya gitu ngeband di jalan-jalan.

Album mereka yang paling baru, ear fun titlenya, dan shootingnya pas mereka lagi di LA.
Huihhh...
Lagu2nya beneran ear fun sih...
^.^

Hate it,

Bismillah,

Membenci atau tidak menyukai seseorang tanpa sebab?
Haha. Emang bisa gitu?
Yeah, bisa. Dan menanggapi hal itu, menurutku, melakukannya adalah sifat kekanak-kanakkan. Tapi, kalau dipikir-pikir, sebenarnya bukan tanpa sebab juga. Pastilah ada sesuatu yang membuat seseorang membenci atau tidak menyukai sesuatu. Hanya saja, kita menyebutnya tanpa sebab, karena kita tidak mengingat apa yang menyebabkan rasa benci atau tidak suka itu muncul. Tidak mengingat dan tidak mencoba mengingat.
Kadang benci atau tidak suka itu menghalalkan segala cara. Benci ya benci. Nggak suka ya nggak suka. That’s it.

Egois memang. Tapi, ya, perasaan seseorang cuma diri kita dan Allah SWT yang tahu dan mengatur.
Gak bisa dipaksakan? betul sekali. Tapi, dibiasakan mungkin masih bisa.

Asal pakem ini diingat saja, bahwa rasa tidak suka kita haruslah karena ketidaksukaan kita pada hal yang tidak disukai-Nya.
Dan kadang sesuatu yang tidak kita sukai, sebenarnya mengandung kebaikan buat kita.

 

Adik

Bismillah,

Hm, adik?

Suatu saat aku online via facebook. Then, aku chat dengan salah seorang tetanggaku yang adalah sobat akrab adik bungsuku. 
Sebenarnya, anak ini punya adik yang jadi favoritku di gang rumah. and akhirnya, via dia (si kakak) aku dapat akun facebook si adik...
 
Haha, lucu juga chat sama bocah kelas 4 SD.
Lucu dan better, 
Meskipun jawabannya singkat2, tapi, bahasanya berasa ramah dan bersahabat.

Then, aku dapat kabar dari dia, kalo dia sudah punya adik baru lagi!!! dan itu perempuan!!! dan dia lucu banget!!! waktu aku lihat fotonya...

Hiks, aku kangen punya adik yang masih bocah2 gitu...

Dulu, waktu masih bener2 kecil, adik2ku, lucu-lucu semua, dari penampakan sampai cara ngomong.

Sekarang?

Yah...mereka udah kayak manusia biasa...

Huah, jadi sedih,
Karena pindah rumah, jadi, gak bisa sering2 main dan ngejahilin anak favorit di gang rumahku yang dulu.


Rabu, 11 Juli 2012

every end of the day

Monday, better day
A day that makes my heart rush like the first time
Sunday, better day
A day when I think about you all day

I get greedy, wanting our relationship to get a bit closer
Just one step, that much closer
My monologues, my whispers
You might be curious too

It’s because I like you. Even tough I have on a cold face
My heart isn’t like that, it’s a lie
But foolish you makes me frustrated
It’s because I like you so much. Even tough I have an indifferent face
I wait again and wonder what I should do
And at the end of the day, I say
I love you

One day, holiday
A day that I really don’t want to be by myself
One day, cloudy day
A day where the sky is gray as if it’s about to cry

Tears come, tears resembling my sad heart come
My heart that I’ve held back
is flowing down all over the sky, all over the world
It’s not just because I’m sad

It’s because I like you. Even tough I have on a cold face
My heart isn’t like that, it’s a lie
But foolish you makes me frustrated
It’s because I like you so much. Even tough I have an indifferent face
I wait again and wonder what I should do
And at the end of the day, I say
I love you

My lips tell lies, but,
My eyes tell the words I really want to say
The words hidden inside my heart

It’s because I like you a lot.
Turn around and look at my slow paced footsteps
This is my heart that’s waiting for you.
If you’ve watched over me, you would know

It’s because I don’t know. Tell me so that I can hear your heart
I think it can work if you hold out your hand
But if the reason you hesitate is the same as mine

Please come to me now



note :

ini lirik lagu,
waktu ngedengernya, berasa lucu aja.
^-^
This entry was posted in

Jumat, 13 April 2012

this is it; life

Bismillah, 

sebenarnya merasa aneh, ngasih judul seperti tersebut di atas untuk tulisan ini, tapi, ya...ya apa ya?
ya, sudahlah...

Kemarin merasa senang dan sekarang i'm so sad.
Penyebabnya?
Bocah banget sih alasannya, cuma gara-gara dapat nilai jelek.
Hhhh...

Sepertinya aku baru menyadari, bahwa ekspresiku saat melihat nilai yang terpampang selama di departemen adalah datar, menghela nafas, dan pengen nangis. 
Jarang melihat sesuatu yang menggembirakan.
Ah, so sad lah kalau soal nilai.
It's really a nightmare kalo udah ngomongin soal itu.

Masa-masa keemasan selama di TPB sepertinya sudah berlalu.
Rodanya sekarang berputar dan memaksaku untuk tersungkur ke tanah. 
Gak keliatan lagi deh tuh indahnya langit.

Cuma nilai jelek?
Ah, masa iya 'cuma'?

Nilai nggak akan menentukan kesuksesan seseorang. 
Setuju banget dengan kalimat itu. 
Tapi, kalo mengenai hal sesederhana nilai saja, aku gak bisa mengusahakan untuk mendapatkan yang terbaik, gimana dengan yang lain-lainnya...


Hm, banyak sekali yang harus dievaluasi dan direvolusi.

Kamis, 12 April 2012

the first boy

Bismillah,

Hari ini, seneng :D
tadi siang, entah kenapa pengen sms si adek.
Pertanyaannya singkat dan gak berharap banyak buat dibales sama dia, karena berkali-kali aku mengirim sms dan gak pernah ada yang dibales sama dia. 
Tapi, hari ini smsku dibales sama dia...haha. seneng banget, 
meskipun balesannya cuma satu kata, tapi itu sangat berarti.

Dia adik pertamaku sekaligus anak laki-laki pertama.
Waktu masih kecil, kira2 dari bayi sampai SMP, dia dipuji sana-sini sama sanak saudara, karena karakternya yang oke banget menurut orang-orang.
Pendiam, penurut, pintar, dan ganteng(kelebihan fisiknya).

Sekarang??? 
Haha. umi-abi harus luarbiasa sabar menghadapi anaknya yang satu ini. Saat putaran terakhir di SMP, sifat rebel nya mulai kelihatan sekali. 
Aku juga harus ikutan sabar :D

Gak tau kapan tepatnya, antara kami berdua mulai ada tembok besar dan tinggi yang membatasi. Dia seperti berusaha menjauh sejauh-jauhnya dariku.

Salahku juga mungkin, karena terlalu sibuk dengan duniaku sehingga gak terlalu perhatian padanya dan gak sadar kalau dia mulai membangun tembok itu.
Tapi...selagi ada waktu, masih bisa untuk mencoba mendekatinya.

Jadi teringat kejadian beberapa waktu yang lalu, saat pulang ke rumah, adikku itu mengajakku untuk nge-beli jaket. Hm, okelah, aku ngikut saja. 
Aku jadi merasakan dibonceng naik motor sama dia yang bikin harus terus2an dzikir karena ampun2an ngebutnya. Kalo diingatkan, dia pasti ngejawab 'Santai lah, kak, dan gak usah ribut' (ngek)
Santai apaan...
then, dikiranya mau ngebeli di tempat yang udah terkenal a.k.a. mall gitu ya...

tapi, dia malah ngajak aku ke distro, tempat remaja2 gaul berbelanja dan totally, aku diliatin abis sama orang2 disitu.
Saat aku ngeburu2 dia untuk cepat pergi, dia malah memilih-milih dengan santai sambil cengar-cengir.
Tidak nyaman, pastinya.

tapi, dia seperti mengajarkan padaku sesuatu. 
Bahwa, aku harus open mind. Aku nggak akan selalu ada di lingkungan yang selalu aku harapkan dan aku senangi. Dia membuka mataku bahwa dunia ini berisi bermacam-macam orang yang gak bisa aku paksakan sesuai dengan keinginanku.

Seperti halnya dia,
dia tahu dan mengerti bahwa umi, abi, dan aku menginginkan dia jadi anak yang lurus2 saja, tapi, sayang...otaknya terlalu kreatif dan meng-create dirinya luarbiasa jauh dari apa yang kami harapkan.

Sekarang ini, dia memang sedang dalam fase rebel2nya.
Apapun yang umi, abi, atau aku katakan seperti gak mau didengarnya. Dia maju terus saja dengan apapun yang ingin dia lakukan.
Menghukuminya dengan keras?
Haha. dia memang menjalani hukuman yang dikasih umi-abi, tapi tetap saja dia melanjutkan aktivitas-aktivitas yang menurutku 'apa2an sih dek, ngapain kamu ikut2 yang kayak gitu!!!'

Semoga Allah selalu membersamai tiap langkahnya.
That's it, do'a yang gak boleh putus untuknya,

Muhammad Fithroh Amali, 17 years old