Kamis, 19 Januari 2012

DPM F Series (1)

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Hehe, dari senin kemarin, kerjaannya nongkrongin sekret DPM Fateta melulu...mulai dari pagi hari hingga sore hari, ato pernah juga dari tengah hari sampai malam hari.
Sekarang lagi ngantuk banget dah...
Punggung pegel2...

Kerjaannya ngoreksi pekerjaan orang lain, dan...berasa lelahnya lebih2 dari kuliah o_O
kalau sampai di rQ pasti tepar dan langsung...zzzz...zzzzz...zzzz
Tapi, seru sih...
Bereng2 sama ketuanya, sekretaris umumnya, dan wakil sekretaris umum.
Meskipun kadang suntuk juga ngelihat tabel-tabel yang ampun2an, tapi, lumayan banyak juga selingannya.

Kadang ada kakak DPM tahun lalu yang nongolin diri di sekret sambil ngecengcengin sekumnya, ato kita cerita2 soal film2 korea, boyband korea, ato saling transfer koleksi film...haha...ato, ngebully salah seorang dari kita berempat dan gara2 obrolan2 itu semua, terungkaplah sebuah fakta bahwa kita adalah sama2 manusia bergolongan darah A. Hebat kan...udah semuanya se-dept, se-golongan darah pula. Kurang kompak apa coba...

tkp
Yuhu...itu tkp, dimana kita berempat biasa melakukan pekerjaan mengoreksi dan membuat rencana kerja dan anggaran tahunan.
Biasanya ada empat laptop, tapi, laptop satu lagi punya wasekum lagi gak ada di tkp karena si empunya gak bisa datang saat photo session.

Lucu banget lah...ya, kita selalu berposisi di depan atau deket2 pintu masuk. Kalo disuruh masuk ke dalam ruangan pada kagak mau...

-o-

Rabu, 18 Januari 2012

Dua Bumi


Bismillaahirrahmaanirraahiim,

Cerita dimulai ketika aku jalan di belakang temenku, terus aku melihat embosan JENESYS AFS di punggung sweaternya.
Yuhuuu…AFS, langsung aja aku tanya2 apa hubungan temenku itu dengan AFS. Eng ing eng, ternyata temenku itu pernah ikut exchange student ke Jepang selama 2 minggu.
Hua, aku pernah ikut seleksi program yang sama, yang sayangnya aku gagal lolos di seleksi tahap ketiga T.T
Then, temenku itu cerita soal pengalamannya selama 2 minggu di Jepang, yang kata dia sebenarnya gak terlalu ‘exchange student’ tapi, lebih mirip ‘tour in Japan’, hehe.
Cerita-cerita dia di Jepang bikin aku semakin mupeng pengen ke sana. 

temenku ke Jepang bulan Desember

 Di Jepang, dia dapat nilai masyarakat Jepang yang luarbiasa disiplin (tagline pribadi yang ingin aku usung di 1433 H ini), mulai dari hal kecil seperti sarapan pagi. Terus juga tentang masyarakat Jepang yang gak fokus ke satu agama (pergi ke kuil Shinto, merayakan natal sebagai celebration day, dll.), hal itu sebenarnya membuka peluang besar untuk mensharekan dan mendakwahkan nilai-nilai Islam kepada mereka. Namun, karena temenku merasa bahasa inggrisnya gak begitu oke, dia merasa bersalah karena gak bisa total ngasih penjelasan yang gamblang soal Islam.

Cerita tentang anak sekolahan di Jepang yang ternyata hobi tidur di kelas, bikin aku merasa akhirnya sisi manusiawi orang Jepang terungkap juga…mereka tu ya, di kelas kalau ada guru yang ngajar, mereka gak ada yang ngobrol, tapi, kalau yang tidur banyak…haha.
Tapi, meski mereka suka tidur di kelas, mereka selalu setiap malam belajar sendiri di rumah, contohnya, yang jadi hostfam temenku, dia selalu tidur di atas jam 12 malam, karena mengulang pelajaran yang diajarkan di sekolah. Ketekunan, kerajinan, dan keuletan yang patut dicontoh kan?
Yeah, semakin pengen merasakan bumi lain di dunia ini, Jepang!!!

Berlanjutnya ke cerita berikutnya, 
Ceritanya tentang, betapa luarbiasanya kehidupan temenku di tanah rencong. 
Saat heboh masa2 G*M dulu, dia saat di sekolah sampai2 harus tiba2 tiarap karena ada pasukan G*M yang masuk. Dia menyaksikan orang dibunuh dan ditembaki.
Ceritanya bikin miris, bahwa masih ada sekelompok orang yang amat meninggikan suatu ras dan tidak menyukai ras lain sedemikian rupa sehingga mampu membunuh oranglain.
Aku gak terlalu tau sih, masalahnya sebenarnya karena rasisme atau yang lain...
Dari cerita itu, aku mengagumi betapa tabahnya dan kuatnya temenku itu dikelilingi oleh kondisi yang tiap hari harus waswas dengan nyawa kita di keesokan harinya.
Yah, memang kita semua harus merasakan itu, dzikrul maut, bahwa kita mempunyai jaminan bakal mati kapanpun.

Menyedihkan. Mengharukan. Cerita tentang keluarga yang kehilangan anggota keluarganya karena mendapat ‘undangan’ dari pasukan G*M.
Aku gak menyangka, bahwa saat aku nyaman di belahan Indonesia sebelah sini, temenku sedang berusaha survive dengan keberlangsungan hidupnya di belahan Indonesia yang lain.

Allahu akbar!
Daerah yang dulu aku kagumi dengan keislamannya ternyata menyimpan banyak hal yang aku gak sangka-sangka.
Yeah, dan itu terjadi dibawah langit yang sama denganku.

Dua cerita itu, diceritakan padaku pada hari yang sama.
yang satu sore hari menjelang maghrib dan yang satu lagi sekitar ba'da maghrib.
Hari itu...begitu, apa ya, lumayan susah untuk dideskripsikan. Dalam sehari yang berlainan waktu, aku bisa mendengarkan kisah di bagian bumi yang amat menyenangkan dan menawan, lalu di bagian bumi lain terjadi sesuatu yang …(aku gak tau definisi apa yang tepat).
Hm.



Wallahua’lam bishawab.

Bogor @Babakan Lebak 11:46 PM
12-1-2012


Selasa, 03 Januari 2012

Little Bad Thing

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Baru aja kelar ngerjain soal ujian akhir semester, metode statistika...dari semalem belajar sampai pukul setengah dua dini hari. Hehe, tumben2an diriku bisa bela2in belajar sampai larut gitu. 
Pasrah aja sih sama hasilnya. Alhamdulillah, waktu ngerjain lumayan lancar, better daripada waktu ngerjain Kimia Pangan kemarin.

Ada kejadian yang kurang mengenakkan saat ujian tadi.
I wanna share to you, all readers...

Jadi,
Saat sepuluh menit menjelang ujian berakhir, temen2 sekelas udah pada mulai gaduh tuh, gak beda sama aku yang jadi gak santai ngerjain soalnya, karena masih ada dua nomer yang belum dikerjakan dengan sempurna.
So, aku tarik nafas dalam-dalam dan mencoba tetap santai melanjutkan menjawab soal.

then, kakak yang ngejaga ujian bilang, " oke, saya tambahin 5 menit dari sekarang, jadi waktunya 15 menit lagi ya. "
hm, whatever lah...
temen2 pada anteng lagi ngerjain setelah sebelumnya, beberapa temen2 say thanks to him.

waktu pun berlalu...
dan aku agak lupa tepatnya berapa menit menjelang,
tiba2 salah satu kakak yang ngejaga bilang...hm...aku lupa kalimat tepat redaksinya, yang jelas, si kakak itu -yang aku gak sempat buat ngelihat wajahnya- secara terang2an mengizinkan kita2 untuk saling bertanya.
hue...awesome,
dengan nada guyon, dia menambahkan, "soalnya bukan pilgan kan"
yang itu menyiratkan kalimat berikut, "silahkan kalian saling tanya, toh soalnya bukan pilihan ganda alias essay yang bakal menyulitkan kalian2 untuk tahu jawaban temen kalian"

hue...gak gitu juga kali...
tetep aja, si kakak mengizinkan kita2 untuk berkesempatan mengerjakan soal dengan tidak jujur, meskipun dalih kakak itu adalah memudahkan kita, karena, kakaknya pernah merasakan kesulitan yang sama.

menyaksikan tingkah kakak yang model begitu, parahnya I can't do anything, hm...sebenarnya, can't do, or won't do, za???

aku gak berbuat apapun dan membiarkan temen2 melakukan aktivitas yang diizinkan oleh si kakak, sementara aku berusaha sebisa mungkin fokus dengan lembar jawabanku.

parah banget...

contoh kecil praktek korupsi yang secara terang2an diizinkan untuk dilakukan.

mungkin aku terlalu berlebihan atau apa, tapi, aku benar-benar gak suka dengan kejadian tadi.
mengizinkan perbuatan tidak jujur terjadi secara massal.

wallahu a'lam

tapi, dari perbuatan-perbuatan kecil yang tidak baik seperti itu, bukan hal yang tidak mungkin kan, sesuatu yang massive bakal terjadi?


astaghfirullahal'adziim...