Little Bad Thing

4

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Baru aja kelar ngerjain soal ujian akhir semester, metode statistika...dari semalem belajar sampai pukul setengah dua dini hari. Hehe, tumben2an diriku bisa bela2in belajar sampai larut gitu. 
Pasrah aja sih sama hasilnya. Alhamdulillah, waktu ngerjain lumayan lancar, better daripada waktu ngerjain Kimia Pangan kemarin.

Ada kejadian yang kurang mengenakkan saat ujian tadi.
I wanna share to you, all readers...

Jadi,
Saat sepuluh menit menjelang ujian berakhir, temen2 sekelas udah pada mulai gaduh tuh, gak beda sama aku yang jadi gak santai ngerjain soalnya, karena masih ada dua nomer yang belum dikerjakan dengan sempurna.
So, aku tarik nafas dalam-dalam dan mencoba tetap santai melanjutkan menjawab soal.

then, kakak yang ngejaga ujian bilang, " oke, saya tambahin 5 menit dari sekarang, jadi waktunya 15 menit lagi ya. "
hm, whatever lah...
temen2 pada anteng lagi ngerjain setelah sebelumnya, beberapa temen2 say thanks to him.

waktu pun berlalu...
dan aku agak lupa tepatnya berapa menit menjelang,
tiba2 salah satu kakak yang ngejaga bilang...hm...aku lupa kalimat tepat redaksinya, yang jelas, si kakak itu -yang aku gak sempat buat ngelihat wajahnya- secara terang2an mengizinkan kita2 untuk saling bertanya.
hue...awesome,
dengan nada guyon, dia menambahkan, "soalnya bukan pilgan kan"
yang itu menyiratkan kalimat berikut, "silahkan kalian saling tanya, toh soalnya bukan pilihan ganda alias essay yang bakal menyulitkan kalian2 untuk tahu jawaban temen kalian"

hue...gak gitu juga kali...
tetep aja, si kakak mengizinkan kita2 untuk berkesempatan mengerjakan soal dengan tidak jujur, meskipun dalih kakak itu adalah memudahkan kita, karena, kakaknya pernah merasakan kesulitan yang sama.

menyaksikan tingkah kakak yang model begitu, parahnya I can't do anything, hm...sebenarnya, can't do, or won't do, za???

aku gak berbuat apapun dan membiarkan temen2 melakukan aktivitas yang diizinkan oleh si kakak, sementara aku berusaha sebisa mungkin fokus dengan lembar jawabanku.

parah banget...

contoh kecil praktek korupsi yang secara terang2an diizinkan untuk dilakukan.

mungkin aku terlalu berlebihan atau apa, tapi, aku benar-benar gak suka dengan kejadian tadi.
mengizinkan perbuatan tidak jujur terjadi secara massal.

wallahu a'lam

tapi, dari perbuatan-perbuatan kecil yang tidak baik seperti itu, bukan hal yang tidak mungkin kan, sesuatu yang massive bakal terjadi?


astaghfirullahal'adziim...

4 komentar:

  1. nah, sebenernya ini juga yang ingin erlin tanyakan za, ketika ada suatu hal yang harus "dicegah" tapi kita tidak tau harus berbuat apa, kalaupun ingin tapi dikhawatirkan akan dikira 'sok' ,,,,hmm,,,,,
    mungkin saat itu kita sedang menjadi orang baik, karena sedang berbuat baik. dan 'mereka' sedang menjadi orang jahat, karena sedang berbuat jahat..
    ^^7

    BalasHapus
  2. hehe.itu juga jadi problematika tersendiri buatku.bahwa ketika ada kemungkaran terjadi dan aku gak bisa berbuat apapun, keimananku perlu dipertanyakan...

    iya, pada dasarnya semua orang itu baik, kondisi2, pemikiran2, prinsip2 hidup lah, yg menjadikan mereka harus berbuat baik ataukah sebaliknya.

    hehe.

    wallahu a'lam :D

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum wr wb
    pertamakalinya mampir di sini.
    semangat :)
    ikuti kata hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wassalamu'alaykum wr.wb.
      wah...rizqah...welcome :D

      Hapus