Kamis, 02 Februari 2012

The Way Home

Bismillah,


Ini film yang sederhana, menurutku.
awalnya sederhana, tengahnya sederhana, dan akhirnya pun sederhana.
Tapi, bikin aku terharu and finally, nangis.



Pemerannya adalah Yoo Seung Ho yang masih 9 tahun. Hm, kecilnya aja udah cakep gitu dan aktingnya...oke banget.

Film ini bercerita tentang Sang Woo (diperankan oleh uri YSH), bocah kecil yang rada2 tengil. Dia dititipkan pada neneknya yang tinggal seorang diri di desa di kaki gunung oleh sang ibu. Ibunya yang udah single parent menitipkan Sang Woo karena dia harus mencari pekerjaan di Seoul.

Nenek pun menerima Sang Woo dengan tangan terbuka. Berbeda dengan Sang Woo yang karena lahir di Seoul, belagunya minta ampun sama nenek...
Sesaat setelah ibunya pergi, Sang Woo ngatain neneknya 'orang terbelakang' , 'orang tuli terbelakang', macem2 dah ejekan Sang Woo.
Karena nenek bisu, dikatain begitu oleh Sang Woo beliau cuma memandangi cucunya saja.

Lucu banget ngelihat tingkah Sang Woo yang sok berani ngata2in neneknya, tapi, kalau nenek udah memandanginya, dia langsung menunduk takut.

Terharu melihat nenek yang meskipun gak punya uang, tapi, tetap berusaha menyenangkan cucunya. Beliau bela-belain pergi ke pasar desa, kehujanan, demi masakin ayam buat Sang Woo. Tapi, dasar Sang Woo tengil, ceritanya dia pengennya makan kentucky chicken, tapi, nenek cuma bisa masakin ayam yang direbus gitu. Alhasil, Sang Woo ngambek terus ketiduran. 
Haha. Tapi, karena kelaparan saat malam hari, disantap abis juga tuh ayam rebus.

Lalu, suatu saat Sang Woo ketemu temen main cewek di sekitar rumah nenek, ceritanya mereka berdua mau ketemuan untuk bertukar mainan. Ckckck..kecil2 udah ganjen juga nih Sang Woo, dia pun minta tolong pada nenek untuk memotong rambutnya yang udah panjang.

Tapi, sayangnya, hasil potongan rambut Sang Woo tidak seperti yang diharapkan (haha.jelas lah, orang nenek motong rambutnya model cetakan baskom gitu :D), Sang Woo pun marah lagi ke nenek dan nangis.


Sang Woo yang lumayan cerdik gak kehabisan ide. Dia pun menggunakan kain untuk menutupi rambutnya yang kocak abis.




Sebenarnya Sang Woo gak bandel2 amat sih...Tengilnya, khas bocah banget. dan dia sebenarnya juga baik. 
Saat itu, dia berdua ke pasar bareng nenek. Pas mau pulang, Sang Woo ngelihat anak kecil di angkot yang mau mereka naiki sedang makan snack gitu, nenek pun memberi isyarat ke Sang Woo tanya si Sang Woo mau makan apa, dan sama Sang Woo dijawab kalo dia pengen makan choco pie. 
Nenek yang hendak mengunjungi temannya dulu, mengambil bungkus choco pie yang dibuang oleh anak kecil itu dan dibawa ke rumah teman nenek.

Sampai di rumah teman nenek, mereka pun bercengkrama khas nenek2, tanya kabar, tanya kondisi kesehatan masing2 dan teman si nenek minta maaf karena gak bisa mengunjungi nenek disebabkan oleh lututnya yang sakit. Ada kalimat yang cukup menusuk yang diucapkan oleh teman nenek, dia berpesan pada nenek, agar mereka harus saling silaturrahmi (saling mengunjungi), sebelum salah satu dari mereka meninggal. Hua...
Sebelum nenek pergi, beliau memberikan bungkus choco pie yang dibawanya, itu isyarat kalo nenek mau beli jajanan itu, dan teman si nenek dengan baik hati memberikan banyak choco pie ke nenek secara free alias gratis.
Nenek yang kembali ke angkot disambut Sang Woo yang asyik main sama teman barunya. Dia bilang kalau mau pulang bareng temen2 barunya.

Then, Sang Woo pun nyampe lebih dulu di pemberhentian angkot dekat rumah nenek, dia nunggu nenek yang naik angkot selanjutnya, 
tapi, sampai angkot terakhir tiba nenek belum juga muncul. Sang Woo mulai khawatir.
Ternyata setelah angkot terakhir tiba2 muncullah nenek yang jalan dari pasar hingga pemberhentian angkot itu, tertatih-tatih dengan tongkatnya. Hua...sepertinya beliau kehabisan uang karena saat di pasar beliau membelikan sepatu baru buat Sang Woo dan membiarkan cucunya itu makan mi hitam sementara beliau cuma minum air putih, T.T

Sang Woo yang terharu dengan apa yang dilakukan neneknya, membawakan buntalan nenek dan Sang Woo yang baik hati menyelipkan choco pie terakhir yang dia punya di buntalan nenek.


Akhir cerita ini sederhana, Sang Woo dijemput ibunya yang sudah punya pekerjaan. 
Tapi, yang mengharukan adalah sebelum pulang, dia mengajari neneknya untuk menulis, agar mereka bisa saling mengirim surat.
Sang Woo juga menyediakan jarum yang sudah disambung dengan benang banyak sekali, karena selama Sang Woo tinggal bersama nenek, beliau terus menerus minta tolong ke Sang Woo untuk menyambungkan jarum ke benang, 
So sweet banget deh ni bocah,

Okey, then saat Sang Woo udah mau berangkat menuju kota, dia pura2 cuek pada nenek dengan menolak untuk ngasih salam dan langsung ngacir ke dalam angkot.
Tapi, saat angkotnya udah jalan, Sang Woo lari ke bangku paling belakang buat ngelihat nenek lagi, dia ngasih isyarat ke nenek yang aku kurang tahu artinya, kayaknya sih I love you gitu, 

Hua...aku gak bisa gak nangis nonton film ini.
Film yang simple tapi, keren banget.

and, here he is -uri Yoo Seung Ho- in 2012

Reactions:
This entry was posted in

3 komentar:

  1. mayan ganteng lah... hahaha

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. hm, ganteng, baik lagi, coba muslim juga...hehe, :D

    BalasHapus