Senior High : Chinese Girl

0

Bismillah.

Lanjutin lagi ah,

Di kelas sepuluh juga, aku kenal sama program AFS. Yeah, program pertukaran pelajar ke US, Jepang, dan beberapa negara Eropa, yang aku gagal itu, rasanya aku pernah mengungkitnya di posting beberapa waktu ke belakang.

Karena program itu aku ikut beberapa kegiatan yang menunjang.
Melatih bahasa inggris secara aktif, ikut serta ekskul tradisional.

Then, suatu saat sekolahku mendapat kunjungan dari salah satu sekolah di Singapura, namanya Northland Secondary School.
Utamanya anak-anak kelas sepuluh, ditawarkan buat menjadi guide sekaligus host family selama semalam.
Seperti yang aku sebutkan di awal tadi, aku yang sedang mencari kegiatan penunjang untuk pergi ke luar negeri itu, tertarik untuk menjadi salah satu dari guide-guide itu.

Okey, jadilah aku satu-satunya wakil dari kelas X.10.
Please, padahal aku tahu benar teman-temanku yang ngomong bahasa inggrisnya jago di kelas itu, banyak.

Awalnya, pas guide-guide dari kelas-kelas lain dikumpulkan, aku sempat minder, karena aku merasa gak jago, dll.

Tapi, yeah, akhirnya terlalui juga.

Itu anak-anak dari Singapura datang malam-malam, kita menyambut mereka di Taman Budaya Raden Saleh. Ada semacam pertunjukkan tentang tokoh wayang gitu, tapi, aku lupa apa, Rama dan Shinta mungkin.

Yeah, mereka lucu-lucu. Macam-macam banget. Multi ras. Ada india, china, melayu, dll.

Aku yang rada-rada introvert itu, awalnya cuma senyum-senyum aja sama mereka. Gak mau mulai untuk kenalan atau apa. Parah lah.
Tapi, mereka juga gak jauh beda, masih kagok sepertinya, mereka masih ngumpul bareng sesamanya.

Then, aku juga lupa gimana jalan ceritanya, tau-tau ada yang ngajak ngomong pake bahasa inggris, ngajak kenalan gitu, cowok india sama china. Sepertinya cowok yang india itu muslim, tapi, sampai akhir pertemuan kita, aku gak pernah tau dia muslim atau bukan, dari namanya sih sepertinya gitu.
Sebut saja dia dengan inisial Z.
Waktu dia ngajak bersalaman, aku gak menjabat tangan mereka. Dan mereka berdua cuma ketawa-ketawa aja.
Then, dia minta dikasih tau jalan cerita pertunjukkan di depan itu.
Oh, my!
Truly, yang ditanya gak lebih tau dari yang bertanya.
Tapi, tetap saja, untuk menyelamatkan diri, aku menjelaskan sebisaku, meskipun seingetku, aku rada ngaco ceritanya ^.^v
Yeah, akhirnya aku dapat teman baru. 

Hari berikutnya mereka disambut di sekolah.
Aku yang ikutan ekskul karawitan gak ikutan menyambut mereka dari awal karena aku harus bareng-bareng teman-teman karawitan untuk menampilkan salah satu musik tradisional Jawa itu. 
Cowok india tadi malam, muncul lagi dan nampaknya dia adalah anak paling ceria di rombongan itu. 
Dia melambaikan tangan padaku dengan bersahabat.

Okey, ketidakikutsertaanku dalam menyambut mereka dari awal di sekolah, mungkin sebuah anugerah sekaligus ujian.
Karena saat aku main karawitan di depan orang-orang, temen-temen guide ku yang lain sibuk memilih anak-anak Northland itu buat didampingi!
Oh, my!
Jelas, aku gak punya kesempatan memilih.
Tau-tau saat pak guru mengenalkan kami satu sama lain, namaku disebut pertama kali.
" Izzatun Nisa and Doreen "
Yuhuuu...Aku kaget parah, karena posisiku juga masih di depan arena penonton, aku cuma bisa berdiri dan menyambut teman baruku itu dengan senyuman lalu menjabat tangannya.

Yeah, acara hari itu perkenalan masing-masing anak dari sekolahku dan teman-teman dari Northland.
Belakangan aku baru tau kenapa aku bisa mendapat pasangan Doreen, teman-temanku yang lebih dulu memilih, memprioritaskan teman-teman Northland dari suku Melayu, alasannya? simpel, masalah bahasa yang masih serumpun...
Okey lah...aku gak bisa protes, gak guna juga.

Selama anak-anak Northland itu kami dampingi, salah satu aturannya adalah mereka dilarang naik sepeda motor.
Yuhuuu...padahal aku adalah salah satu penggunanya. 
Alasan mereka gak boleh naik sepeda motor jelas karena alasan klasik; sepeda motor itu berbahaya.
Jadilah aku dan Doreen serta beberapa teman lainnya pulang ke rumah dengan angkutan umum.

Kesanku terhadap Doreen pertama kali, dia pendiam banget.
Kami pulang naik angkutan umum dan WNS alias Warga Negara Singapura seperti Doreen ini ternyata fine2 aja dengan itu.
Saat kami berjalan kaki menuju rumah, aku bertanya soal hal itu dan dia bilang di Singapura dia juga biasa naik public transport dan dia juga gak punya mobil.
Phiuh...aku tenang.

Sesampainya di rumah, aku beres-beres dan Doreen main dengan sepupuku, pake bahasa isyarat. Hahaha.
Orang-orang di rumah pada canggung pake bahasa inggris.

Then, di rumah masalah scarf alias kerudung dibahas dan aku menjelaskan sebisaku.
Doreen gak beres-beres atau apapun karena dia prefer beres-beres setelah kami pulang jalan-jalan.

Yeah, ceritanya kami mau jalan-jalan ke salah satu mall yang pada zaman itu beken di kotaku.

Sebelum pergi dia makan dulu bareng keluargaku, dan dia suka sama sambal, bandeng, dan kerupuk. Parahnya, aku salah pilih kosa kata saat menjelaskan soal sambal. Parah deh, malu-maluin abis.

Then, kami pergi ke mall itu dengan taksi. Dia nanya kenapa gak pake public transport aja, karena ternyata mainstream taksi di negaranya dan di sini gak jauh beda, sama-sama mahal ^^v.
Yeah, aku jelaskan secara simpel bahwa gak aman aja malam-malam pake public transport buat pelajar, hahahaha...padahal, di masa depan biasa aja alhamdulillah.

Aku gak cuma berdua sama Doreen pergi ke mall itu. Disana, kami bertemu dengan teman akrab Doreen yang sama-sama china. Yuhuuu...mereka akrab banget, suka ngomong pake bahasa mandarin pula yang bikin aku dan temanku yang jadi guide juga berkerut-kerut.

Temanku yang guide itu bertanya padaku soal sholat dan kerudung, maksudnya tanggapan Doreen soal itu. Aku menjawab biasa dan santai saja, bukan masalah.
Temanku itu tersenyum dan bilang bahwa dia(Doreen) tau kamu muslim karena kerudungmu.
Aku iya kan saja.
Di masa depan, mungkin itu salah satu alasan temanku memakai kerudung, sadar bahwa kerudung adalah identitas.
Wallahu a'lam.
Setelah temanku itu memakai kerudung, aku tidak pernah bertanya soal itu.

Tidak lama Doreen bersama teman akrabnya (aku lupa namanya), akhirnya aku jalan-jalan berdua dengan Doreen. 
Sampai larut malam!
Yuhuuu...kakiku pegal parah...
dan Doreen biasa saja. Kata dia, shopping itu sudah biasa buatnya, kegiatan saat weekend yang jadi favoritnya, dia bisa tahan berjam-jam!

Kami sampai di rumah around 00.00-01.00.
Parah kan ya...

Hari berikutnya, aku merasa lebih akrab dengan Doreen.
Dia mengikuti pelajaran di kelas, meskipun dia gak terlalu memperhatikan bapak dan ibu guru. Secara dia gak ngerti bahasa Indonesia.
Dia duduk di sebelahku, coret-coret menggambar, dan dia jago banget ngegambarnya!
Di sela-sela guru menerangkan, kami ngobrol-ngobrol sedikit, soal kampung halamannya di china, dll.

O ya, ada kejadian memalukan saat aku mengenalkan Doreen di depan kelas.
Aku salah dalam menyebutkan kata dalam bahasa inggris, aku lupa kata apa, tapi, gara-gara itu aku diketawain teman-teman sekelas T.T

Dari obrolan dengan Doreen, aku baru tau kalo anak-anak yang datang dari Northland ini sebenarnya masih seumuran SMP, kelas 3 lah ya...karena Doreen sendiri ternyata lebih muda setahun dariku. Masa pendidikan di Northland Secondary itu kalau tidak salah ingat empat tahun.
Hm, pantas saja, dari rombongan anak-anak dari Northland itu aku merasa mereka masih-masih kayak adek-adek, termasuk si Z itu.

Temanku yang jadi guide teman akrab Doreen sempat sharing bahwa Doreen dan teman akrabnya itu tidak terpisahkan.
Ya, juga sih, namanya teman akrab.
Berkali-kali teman akrab Doreen minta bertemu dan harus via aku dan temanku, karena untuk berkomunikasi ditengah jam belajar harus via sms dan sepertinya ponsel mereka tidak bisa digunakan.
Yeah, tidak masalah.

Sesaat sebelum pulang, kami berfoto-foto dan bertukar email.
Sedih?
Gak terlalu sih.
Agak karena aku malah mulai merasa dekat dengan Doreen di akhir-akhir, merasa bahwa dia temanku banget saat jalan-jalan dan di kelas. 
Merasa kehilangan dengan rutinitas around 3 hari bersama Doreen.

ini nih aku sama Doreen ^^

Alhamdulillah, sampai sekarang, aku masih berkomunikasi dengan baik dengannya. Dia sering bertanya kapan aku akan ke Singapura. 
Yuhuuu...aku juga pengen banget kesanaaa...
 Mungkin suatu saat nanti ya, aku bisa bertemu lagi dengan temanku itu :D

0 comments:

Posting Komentar