Jumat, 13 September 2013

High fly


When I’ve a dream, it’s always the same dream,
I’m getting used to it
When it’s the right answer, I believed it and live
Just like watching re-runs on TV
Like recorded tape
Everything is resembled one color

*(Why why) why do I always want the same answer?
(Why why) why do you keep telling me to live the same life

**High high fly up high; high high look around the world
The thing that I saw
It’s not the entire world
High high, jump high and run; high high, run to the world
What I’ve spent,
That time, It’s just one point in the long life

A car is square, 
The banana is yellow
Always in the same view
Every men wear pants,
Women wear skirts,
Doing it all the time, according to the formula,

Back to * and **

What’s the rush,
What is so hard?
According to the set schedule, everyone lives

I wanna fly fly, let’s fly freely; fly fly, fly powerfully
What you’ve been hiding
Your very own dreams, try to open them up
Fly fly, let’s fly above the sky; fly fly, let’s fly higher
Don’t whisper it
Let’s shout out our dreams.

Back to **

-end-    

Ini lagu yang dinyanyiin sama 'lovely' Kang Min Hyuk sama 'burning' Lee Jong Hyun nya CN Blue. OST film mereka sih, judulnya Acoustic, tapi, belum nonton, hehe. Keren deh lagunya :D eh, mereka berduanya juga keren sih ^_^

 


Image credits : wowkeren.com, cnblueaustralia.wordpress.com
This entry was posted in

Selasa, 03 September 2013

Episode di rumah

Bismillah.

Segala puji bagi Allah swt. ramadhan tahun ini dari awal sampai akhir di rumah terus. Meskipun 2 minggu di rumah, dihabiskan suksesnya dengan sakit. Minggu 1 kaki luka gara2 kecerobohan gak bisa jaga diri. Minggu 2 radang dan batuk. Ya, masih diberi kesempatan buat menggugurkan dosa. Namun, feeling better ramadhan tahun ini. Semoga masih bisa ketemu lagi tahun depan ya :) aamiin.

Di rumah, kerjaannya begitu2 aja. Ngerjain kewajiban dan sunnah di bulan ramadhan, nonton si dul anak sekolahan (film jadul itu...), de el el de el el. Orang rumah lagi pada sibuk sendiri2. Abi umi jelas kerja. Amali sibuk ngurusin buat masuk kuliah. Addib sibuk sekolah, les, buka bersama temen2nya.Heran, 2 adekku ini, punya hobi buka bersama temen2nya..hehe. mungkin dulu aku juga gitu kali, ya, tapi, rasanya aku lupa.
Ikhlas sekolah juga, kadang main bareng aku, tapi, lebih banyak main game dan main bareng bang toyyib (ini nama kucing yang ada di rumah).  Adik2 udah pada besar semua, jadi, punya dunianya masing2.
O ya, soal si bang toyyib, ampun deh, itu kucing kayaknya lebih disayang daripada aku kalo di rumah. Si adek pernah aku tanya, lebih sayang aku ato bang toyyib, ikhlas sama addib kompak jawab bang toyyib. Meskipun si addib sebelum ngejawab ngelihat aneh dulu ke aku dan menyiratkan kalo pertanyaanku adalah pertanyaan yang aneh. Aku gak nanya ke amali karena calon mahasiswa itu, jutek abis kalo diajak ngobrol aneh2 sama aku.
Keluargaku pada suka sama kucing, termasuk abi umi. Umi cuma gak suka kalo bang toyyib mulai bergerilya di dapur. Aku doang sih yang nggak suka sama bang toyyib di rumah. Maaf ye...

Terus baru minggu2 akhir sih bisa main2 dan keluar rumah.
Seperti biasa, ke gramedia pandanaran, napak tilas tongkrongan jaman SMA dulu. Hehe. Tapi, sayang, gak bisa main bareng temen2 SMA. Soalnya mereka pada sibuk KKP, KKN, dan semacamnya lah. Baru pada balik deket2 hari raya dan itu aku udah dikunjungi dan berkunjung ke saudara2 dan gak diizinin buat main bareng temen2. Secara keseluruhan umi sering sih gak ngizinin buat pergi2 sendiri, ato kalo dibolehin juga, ditanya macem2. Ampun deh...Katanya beliau khawatir karena aku ini kan kecil (maksudnya ukuran badanku yang cuma 150cm ini). Ya lah, terserah. Sama saudara2 juga sering dikata2in gara2 aku gak terlalu tinggi.

Tapi, sempet sih buka bersama bareng temen MI.
Hua...itu nostalgia banget banget banget. Udah banyak temen2 yg berubah, drastis!

yg dateng segini doang, tapi, temen2 ini yg paling akrab waktu MI dulu

Terus kita ngobrolin kebiasaan jaman2 dulu. Mulai dari agenda jalan2nya, jajanan di depan sekolah, kebiasaan2 jaman MI. Seru banget, seneng...Meskipun rada canggung juga ngobrol sama temen2 cowoknya. Hehe.

ini sahabat karibku, dari MI, MTs, SMA kita satu sekolah terus

Terus pas hari raya idul fitri.
Semuanya udah berangkat duluan ke rumah nenek kecuali aku sama addib. Gara2 kesiangan dan gak ngeburu, akhirnya kami berdua sholat idul fitri di masjid deket rumah tapi gak deket juga sih...(biasanya sholat bareng di masjid assyifa deket rs. kariadi ato di masjid deket rumah nenek) Wua...itu lama banget dzikir sama pake tahlilan dulu. Terus di akhir2nya, semua warganya pada bersalam2an. Akhirnya kami berdua berhasil ngabur. Sampe rumah nenek udah pada berkeliling ke saudara2 yang tinggal dekat dengan rumah nenek. 
aku, adik2, sepupu2. ki-ka : ikhlas, (duduk) aku, jundy, amali, addib, (jongkok) mas oji, mas fathin, kurang 1 lagi sebenernya. di rumah nenek.

Ya udah, sekeluarga besar muter2, halal bi halal dan pasti kalo pas aku bersalaman dengan mereka, ditanya udah semester berapa dan bla bla bla, terus kalo aku jawab mau semester 7, mereka membalas, " Oh, sebentar lagi lulus ya, semoga cepat dapat pekerjaan, ya... " dengan berbagai bahasa, kadang bahasa jawa, kadang bahasa indonesia. Ya...aku senyumin aja, Hehe. Padahal aku juga masih belum membuat kepastian dengan diriku bakal lanjut langsung kerja atau berpetualang dulu ke belahan bumi yang lain, hehe. Apapun itu, do'a2 kebaikan mereka aku aamiin-kan saja.

ini saat halal bi halal, lagi antre buat sungkem sama tetua2. yg muda2 diurutin sesuai urutan ketuaan dalam silsilah keluarga besar.

Beres idul fitri sempat ikut aksi kemanusiaan untuk rakyat mesir. Amazed karena panasnya kota semarang. Tapi, ya, mungkin segitu doang, ga ada apa2nya sama panasnya api neraka, ato panasnya luka karena tembakan yang dirasain demonstran di mesir sana.
Sempat ngerasa lucu waktu salah satu ustadz berorasi dan mendoakan polisi2 yang berjaga di sekitar dan polisi2 itu ikutan bertakbir.

Terus balik ke bogor lagi. Kalo biasanya naik bus, sekarang naik kereta. Gak berniat kena macet di jalan. Umi rada rempong. Karena kan harus pindah ke kereta commuter line buat mencapai bogor dan bawaanku...ckckck...koper segede apaan tauk, isinya oleh2 buat weet (panggilan tanteku) gara2 beliau gak pulang hari raya ini, kayaknya sekecamatan kasih oleh2 buat dia.

Perjalanan di kereta ya, gitu aja. Ngeliat-liat pemandangan diluar kereta. Smsan sama temen2 buat nanya ini itu. Browsing. Karena udah lama banget baru naik kereta lagi rada bingung buat turun di stasiun mananya. Karena di gambir gak ada kereta yang ke bogor langsung. Akhirnya turun di stasiun jatinegara dan bersyukur ketemu temen sekelas yang bisa dibarengin buat ke bogor :)

Sekian. Gitu doang sih di rumahnya. Baru bisa pulang lagi entah kapan :)

Minggu, 01 September 2013

Episode tertampar


Bismillah.

Hari ini aku dibuat tertampar (seperti tersebut dalam judul) oleh banyak hal, atau tepatnya banyak orang.
 
Seorang ayah yang berjuang di tingkat elit, ternyata rela berpanas-panas dan berteriak-teriak juga di tingkat perjuangan paling dasar. Aku merasa berdosa karena pernah berpikir untuk memilih-milih.

Seorang ibu yang di tengah teriknya panas matahari, tetap sanggup berjalan jauh dan tersenyum kepada orang2 dengan bayi digendongan yang membuat pundaknya kesemutan dan tetap menyuarakan suara-suara kebaikan (insya Allah). Aku merasa berdosa sekali lagi karena aku masih banyak menghela nafas tanda hampir menyerah.

Seorang kakak yang tetap ceria dan tidak tampak kelelahan sama sekali menyusuri jalanan beraspal di siang terik yang pasti bikin kaki panasnya ampun-ampunan, namun dia terus dan terus mengejar target-target kebaikan dan aku tahu, beban hidupnya tidak jauh lebih ringan dariku. Lagi-lagi aku merasa berdosa karena masih sering mengeluarkan kalimat keluhan dari mulutku.

Dan...seorang bayi, di tengah kondisi yang tidak nyaman itu, tetap tertawa-tawa dan terlihat lucu di gendongan ibunya. Ya, itu menghibur. Sementara aku, mungkin masih sering membuat orang2 disekitarku ikut tertekan dan tidak nyaman, karena sesuatu yang mungkin aku anggap sebagai penderitaan.

Dan...bersyukur karena masih ada teman yang mengingatkanku untuk nggak boleh kalah dengan mereka. Karena ini kompetisi kebaikan. 


  
Dan...aku merasa masih muda, masih punya pikiran yang sehat, masih punya energi yang bisa di-recharge, dan masih punya anggota tubuh yang bisa diajak bekerja :) Dan...Allah swt, jika masih memberi kelonggaran waktu untuk tidak menghadapNya dalam waktu dekat, masih memberi kesempatan untuk memperbaiki dan membayar kesalahanku. Hope so :D Dan jika tidak...aku hanya bisa memohon ampun padaNya.

Image credits: m.dakwatuna.com