Minggu, 01 September 2013

Episode tertampar


Bismillah.

Hari ini aku dibuat tertampar (seperti tersebut dalam judul) oleh banyak hal, atau tepatnya banyak orang.
 
Seorang ayah yang berjuang di tingkat elit, ternyata rela berpanas-panas dan berteriak-teriak juga di tingkat perjuangan paling dasar. Aku merasa berdosa karena pernah berpikir untuk memilih-milih.

Seorang ibu yang di tengah teriknya panas matahari, tetap sanggup berjalan jauh dan tersenyum kepada orang2 dengan bayi digendongan yang membuat pundaknya kesemutan dan tetap menyuarakan suara-suara kebaikan (insya Allah). Aku merasa berdosa sekali lagi karena aku masih banyak menghela nafas tanda hampir menyerah.

Seorang kakak yang tetap ceria dan tidak tampak kelelahan sama sekali menyusuri jalanan beraspal di siang terik yang pasti bikin kaki panasnya ampun-ampunan, namun dia terus dan terus mengejar target-target kebaikan dan aku tahu, beban hidupnya tidak jauh lebih ringan dariku. Lagi-lagi aku merasa berdosa karena masih sering mengeluarkan kalimat keluhan dari mulutku.

Dan...seorang bayi, di tengah kondisi yang tidak nyaman itu, tetap tertawa-tawa dan terlihat lucu di gendongan ibunya. Ya, itu menghibur. Sementara aku, mungkin masih sering membuat orang2 disekitarku ikut tertekan dan tidak nyaman, karena sesuatu yang mungkin aku anggap sebagai penderitaan.

Dan...bersyukur karena masih ada teman yang mengingatkanku untuk nggak boleh kalah dengan mereka. Karena ini kompetisi kebaikan. 


  
Dan...aku merasa masih muda, masih punya pikiran yang sehat, masih punya energi yang bisa di-recharge, dan masih punya anggota tubuh yang bisa diajak bekerja :) Dan...Allah swt, jika masih memberi kelonggaran waktu untuk tidak menghadapNya dalam waktu dekat, masih memberi kesempatan untuk memperbaiki dan membayar kesalahanku. Hope so :D Dan jika tidak...aku hanya bisa memohon ampun padaNya.

Image credits: m.dakwatuna.com
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar