Day 7 ; Badminton time

0



Saya mengaku saja kalau saya tidak pandai bermain badminton. Jadi, kegiatan di hari minggu ini sekedar memenuhi janji kepada bapak-bapak dari Masyindo yang mengundang kami untuk turut serta bermain badminton sekaligus bersilaturahim dengan teman-teman dari Indonesia.

Kami berangkat dengan bus nomor 07 dari bus station didepan kampus NLU. Tiket yang biasa kami gunakan ternyata tidak bisa kami gunakan di rute bus ini, sehingga kami harus membayar 10000 VND. Bus dipenuhi oleh para pemuda kalau saya pikir. Entah mereka mau pergi kemana.

Karena kami tidak tahu tempat latihan badmintonnya, kami pergi ke rumah salah satu mas dari Indonesia yang kami lalu kami kunjungi, namanya mas Badri. Kami lalu naik taksi menuju tempat latihan badminton tersebut. Ternyata kalau kami tahu tempat latihan itu sebelumnya kami tidak perlu naik taksi dan membayar 21000 VND karena tempatnya dilewati juga oleh bus nomor 07.

Kami disambut dengan sangat ramah oleh bapak-bapak Masyindo. Ya, mungkin bagi beberapa mereka, kami ini seperti atau seumuran anak mereka.
Kebanyakan masyarakat Indonesia yang bekerja ke Vietnam adalah bapak-bapak dan mungkin kami-lah yang paling muda diantara masyarakat Indonesia itu. Kami mengobrol dengan beberapa dari mereka, karena sebagian lain sibuk bermain badminton, meskipun pasti mereka menyapa kami.

Kebanyakan bertanya mengenail asal kami, berapa lama akan tinggal di Vietnam dan kesan selama tinggal di Vietnam. Seorang bapak yang tidak jauh usianya dari kami, bercerita bahwa masyarakat Indonesia yang bekerja di Vietnam biasanya minimal menjadi orang kedua di perusahaan/tempat bekerjanya. Misalnya, kalau perusahaan milik orang Korea, masyarakat Indonesia yang bekerja disitu minimal menjadi Asisten Manager. Obrolan menyerempet ke arah pekerjaan, dan bagi seorang muslimah, seperti kami, tidak direkomendasikan untuk bekerja di Vietnam karena kehidupan di Vietnam yang amat hedon. Haha. Kecuali kata beliau kalau ke Vietnam karena menemani suami.

Kami pulang sekitar dhuhur dan melanjutkan aktivitas layaknya manusia normal.

0 comments:

Posting Komentar