Senin, 14 Oktober 2013

Days 4 ; Having the first lecture



Jadwal kami hari ini adalah melihat pameran yang ada di kampus. Semacam pasar kaget kalau di IPB, namun lebih rapi dan tertata. Pukul 9 lebih sedikit kami bertemu Hoang di depan kampus, meskipun kami sedikit terlambat, Hoang tidak berkeberatan karena dia juga baru saja tiba di tempat pertemuan.

Kami tiba di tempat pameran yang menjual barang-barang kebutuhan mahasiswa seperti baju, celana, piring, gelas, pernak-pernik, dan tak lupa makanan. Harga yang ditawarkan juga lebih murah karena pameran ini memang diperuntukkan mahasiswa. Saya membeli souvenir seharga 10000 VND dan kami membeli tempat bekal makan dan gelas masing-masing seharga 8000 VND dan 3000 VND. Kami bertemu dengan teman-teman yang akan menjadi teman sekelas di pameran tersebut dan mereka terlihat senang.
Lalu mereka mengajak kami ke coffee shop (FIT Coffee) dekat asrama. Kami mengobrol dan menumpang wifi gratis disana. Teman-teman mencoba kopi khas Vietnam yang menggunakan saringan diatas gelasnya, cukup heboh saat teman-teman NLU mengajari kami cara menikmati kopi tersebut. Saya hanya melihat saja, karena seperti yang saya sebutkan sebelumnya, sistem tubuh saya tidak terlalu bersahabat dengan kopi. Saya menikmati es teh Vietnam yang gratis dan bisa direfill berkali-kali. Kopi khas Vietnam dihargai 17000 VND dan capuccino 19000 VND. Cukup lama kami berada disana.

Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba mengikuti kelas Seminar pada pukul 2 siang. Dr.An mengizinkan kami untuk mencoba dulu kelas Seminar itu, karena beberapa dari kami belum yakin untuk mengambil kelas tersebut. Linh, teman kami menyarankan kami untuk datang lebih awal di kelas. Kami mengiyakan.
Kami memilih pulang dulu ke rumah untuk makan siang dan sholat lalu berpisah dengan teman-teman NLU.
Kami datang ke kelas sesuai dengan jadwal, karena itu kami harus berjalan amat cepat di tengah terik matahari.

Karena masih merasa asing, kami duduk saja di kursi tersisa yang ada di paling belakang barisan.
Dr.An dosen yang akan mengajar kelas Seminar datang sekitar pukul 2.10 pm. Beliau terlihat senang melihat kami ada di kelasnya.
Bahasan hari itu adalah tentang kerangka jurnal dan isinya. Jurnal sebenarnya bukan hal baru bagi mahasiswa semester 7 seperti kami.
Di kelas, kami diminta untuk membentuk kelompok dengan anggota 2-3 orang untuk mendiskusikan isi jurnal lalu mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Sebenarnya, saya pribadi merasa canggung untuk bergabung dengan teman-teman lainnya dan Dr. An sepertinya melihat kecanggungan itu, karena beliau lalu mengizinkan kami mahasiswa Indonesia untuk berada dalam 1 kelompok.
Melihat suasana kelas di advanced program NLU tidak jauh berbeda dengan kelas ITP di IPB. Mereka berisik sebelum kelas dimulai, mengobrol kesana kemari, dan lain-lain. Saat dosen datang, mereka sekali dua kali harus diingatkan untuk tetap tenang. Saat dosen menjelaskan, 2-3 mahasiswa yang aktif bertanya atau menjawab. Saat teman yang lain presentasi didepan kelas, kadang perlu diancam dulu untuk tetap tenang dan memperhatikan. Dr.An juga mendorong mahasiswa untuk tidak malu aktif bertanya atau apapun di kelas, misalnya saat sesi presentasi, ada mahasiswa yang mungkin terlalu cepat menjelaskan sehingga apa yang mereka jelaskan di depan kelas tidak terlalu bisa kita mengerti, Dr.An mempersilakan kami untuk meminta teman kami tersebut mengulanginya lagi, supaya kami benar mengerti apa yang disampaikan teman kami.
“ You shouldn’t be excellent, you just have to understand step by step.” Itu quote yang cukup berarti yang diucapkan oleh Dr.An sepanjang kuliahnya bagi saya.
Saat Norman dan Ghita mempresentasikan hasil diskusi kelompok kami, teman-teman NLU kelihatan tertarik dan Dr.An amat mengapresiasi hasil diskusi kami, meskipun hasil diskusi kami yang sama temanya dengan kelompok teman NLU mengambil sisi yang berbeda dari yang dipresentasikan teman-teman NLU.

Kuliah berakhir sekitar pukul 4 pm, kami menuju gerbang sekolah melewati pameran yang tadi pagi kami lihat, namun sore itu terlihat lebih ramai. Kami akan pergi bersama teman-teman sekelas untuk melihat festival Mid Autumn.

Menaiki bus nomor 6 dengan perjalanan sekitar 15 menit dan berjalan kaki sekitar 15 menit lagi, kami sampai di sebuah taman kanak-kanak yang juga sudah dipenuhi mahasiswa NLU. Mereka sedang sibuk menghimpun anak-anak kecil di taman kanak-kanak tersebut untuk merayakan festival Mid Autumn. Mereka berbaris dan bernyanyi serta menari sampai sekitar pukul 6 pm. Saya baru tahu bahwa beberapa anak yang ada di situ adalah yatim piatu saat pertengahan acara.
Saat langit mulai gelap, mahasiswa NLU mulai membagikan lampion kepada anak-anak. Kami berlima juga akhirnya mendapatkan lampion tersebut.
Sejak sore, langit memang tampak tidak bersahabat karena mendung, jadi saya menganggap bahwa pada festival tersebut kami tidak akan melihat full moon. Namun, saat saya ikut membagikan lampion ternyata saya sempat melihat full moon itu meskipun hanya sebentar.

Kami pulang sekitar pukul 7 atau 8 pm, saat di perjalanan Ling berkata pada saya bahwa tadi di taman kanak-kanak itu anak-anak bertanya pada Ling kenapa kami melihat sebegitu rupa ke arah mereka. Saya tertawa menanggapi perkataan Ling. Ling saat itu memberikan jawaban pada mereka bahwa kami memandangi mereka karena mereka terlihat sangat lucu, ya, itu memang benar. Anak-anak kecil di dunia manapun memang terlihat lucu.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar