Selasa, 31 Desember 2013

Be bright?!

Bismillah.

Ada seorang teman. Dekat. Aku ketahui sangat cemerlang.
Tapi, entah kenapa...karena tertekan, atau karena merasa dipaksa?
Semua kecemerlangannya menghilang...
Menghilang bersama angin yang membawanya melarikan diri dari semuanya.
Siapa yang tidak sedih dengan semua itu?

Sebenarnya, hal yg membuat dia tertekan&terpaksa itu adalah hal yang luarbiasa baik! Tujuan mulia!
Tapi, caranya.
Cara orang2 menyampaikan hal itu dan menanamkan padanya, (mungkin termasuk aku) didalamnya...membuat dia terlihat menyedihkan.

Dia tidak bisa seperti (aku)...yang bisa menahan perasaan2 lain...membunuhnya untuk 'kebaikan yang lebih besar'.
Aku tahu pasti dia belum bisa seperti itu dan aku tidak mau menyalahkannya untuk hal itu.

Menyedihkan.
Menghilangkan kecemerlangan seseorang.

Rabu, 18 Desember 2013

Cambodia part 1

Bismillah.

Kamis sore kita bertolak dari apartemen menuju distrik 1 untuk selanjutnya pergi ke Kamboja.
What for sih ya ke Kamboja segala?
Hehe.

waiting for the bus @highland coffee
Ke Kamboja dari Vietnam itu murah lho sodara2, apalagi kalo lewat jalur darat.
Kita cukup bayar 13USD untuk sleeper bus dan 10USD untuk bus dengan seat normal.
Dan untuk WNI, ke Kamboja free visa! Hehe.
Kami berangkat pukul 23.45 dengan sleeper bus.
Kesan pertama saya?
So so sih, tapi, cukup sekali in my life time lah naik sleeper bus.
Karena judulnya sleeper bus, maka, kami tidur saja di bus. Sempat gak bisa tidur sih...karena jujur saja, saya sedikit tidak nyaman dengan posisi seat yang bentuk tempat tidur itu. Jadi, untuk beberapa jam saya cuma duduk saja disana.

di dalam bus bareng @ghitadwi
Kami memasuki perbatasan Vietnam-Kamboja dari pihak Vietnam sekitar pukul 7 untuk pemeriksaan paspor dan checking barang bawaan. Tidak jauh setelah itu pemeriksaan dari pihak Kamboja haya paspor saja.
Teman2 yg lain diminta membayar 1USD saat pemeriksaan, tapi, entah kenapa saya tidak dimintai.
Setelah itu kami kembali ke bus.
Oh ya, karena kami menempati seat2 depan bus, jadi, kami memperhatikan orang2 yg keluar masuk bus dan kami jadi tahu siapa2 saja penumpang didalam bus.
Nah, kami sempat heboh saat 1 orang penumpang dari US menghilang. Mr.Charles, dia menghilang saat di pemeriksaan oleh pihak Vietnam.
Bus kemudian melaju lagi dan berhenti untuk breakfast time sekitar 30 menit.
Kami berenam berdiam diri sambil mengobrol dan memakan snack bekal di bus dan sempat berkenalan dengan seseorang dari China yg akan ke Kamboja untuk mengajar bahasa China disana.
Dia turun dari bus untuk sarapan dan kami dikejutkan dengan kedatangan Mr.Charles!
Ternyata dia tertahan di pemeriksaan karena visa tinggalnya di Vietnam sudah expired 3 minggu.

Bus melanjutkan perjalanan dan lagi2! meninggalkan penumpang yang berasal dari China itu. Bus berhenti di tempat yang seperti rumah warga yang sekaligus difungsikan sebagai kamar mandi buat para traveler. Saat bus akan melanjutkan perjalanan, lagi2! kalau yang kali ini, hampir saja traveler dari UK ketinggalan karena pergi ke kamar mandi. 
Heran deh, kondektur dan sopir bus nya hobi banget ninggalin penumpangnya. Kagak di cek dulu gitu jumlah penumpang yang ada di bus -_-".

Memasuki Kamboja, suasananya pedesaan banget banget. Menuju Phnom Penh, bus yang kami tumpangi harus menyeberangi sungai yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari daratan. Rame banget itu alat yang digunakan menyeberang, gak terlalu mirip kapal, tapi, gak tahu namanya apa. Bus, truk, mobil, ada di satu tempat. Sempat serem sih pas alat itu nyeberangin bus, tapi, bersyukurlah proses menyeberangnya cuma sebentar.

Okay, then! Welcome to Phnom Penh!
Suasananya panas dan terik! Mulai banyak aksara Kamboja yang sama sekali gak ngerti gimana cara bacanya di sekitar jalanan. Bus sampai di pemberhentiannya sekitar pukul 11-an dan kami buru2 mencari tuk-tuk (kendaraan khas Kamboja) untuk mengantar kami ke masjid, karena, secara 2 cowok yang ada diantara kami harus sholat Jumat. Kami membayar tuk-tuk untuk seharian perjalanan sebesar 4USD@orang (24USD@tuk-tuk).

Perjalanan menuju masjid, karena tuk-tuk adalah kendaraan yang cukup terbuka, seperti biasa, kami (cewek-cewek) berkerudung ini, jadi, centre of attraction. Diliatin sama orang-orang lah kita ini. Heran, gak di Vietnam, gak di Kamboja, diliatin aja terus sama orang-orang. Kayaknya makhluk langka banget, orang yang pake kerudung itu.
Saat sudah dekat dengan masjidnya, kami mulai melihat orang-orang lain yang juga berkerudung, yiey! Girang lah kita. Apalagi kalo ngeliat orang yang pake kerudungnya banyakan, kita rame-rame mengucapkan salam gitu.
Kami sampai di masjid kira-kira pukul 12-an lebih, dan sholat Jumat baru akan dimulai pukul 13.
Tadinya, berdasarkan informasi yang didapat Qori, masjid yang akan kami kunjungi adalah masjid yang gede dan mirip masjid Aya Sophia gitu, tapi, berhubung masjid sedang direnovasi, kami harus sholat di bangunan yang difungsikan sebagai masjid sementara. Okay lah, somedays, mungkin kami bisa balik lagi kesana, eh!

Jamaah yang datang ke masjid itu banyak banget! Kebanyakan orang asing sih, dari Timur Tengah yang Arabian face gitu. Warga lokal juga lumayan banyak. Kalo kata Norman sama Doni, lebih banyakan di Kamboja warga lokalnya yang muslim daripada di Vietnam.

Kami sholat Jumat disana dan tidak disangka bertemu dengan seorang ibu dari Timur Tengah, saya lupa dari negara mana tepatnya. Dia sudah lama di Kamboja. Dia bekerja untuk UNICEF dan dalam obrolan kami, dia memberitahukan banyak restoran halal di Kamboja. Okay, tapi beberapa restoran not affordable buat mahasiswa seperti kami.Haha!

Akhirnya, kami makan di KFC. Franchise yang dipunyai warga negara Malaysia dan ada stiker halal di depan pintunya.
Makan sepaket ayam dan minum milo ice menghabiskan 3 USD dan selama kami di Kamboja, kami SELALU makan di KFC. Karena itu yang paling mudah untuk kami temui.

Kami menuju ke guest house tempat kami tinggal dengan harga 10USD per orang untuk 2 malam. Sekamar diisi oleh 2 orang. Okay, tempatnya agak creepy kalo kata saya, tapi, ya, kami bertahan saja. Ah ya, kamar saya ada di lantai paling atas dan banyak channel internasional yang kami dapat, yiey! Bahkan saya bisa menonton live music bank! Hahaha.

Sore setelah kami menyimpan barang2 bawaan yang cuma ransel2 di guest house, kami lanjut pergi ke Royal Palace tapi, kami cuma berfoto didepannya saja karena sudah terlalu sore untuk masuk ke Royal Palace. Akhirnya, kami pergi ke National Museum sampai pukul 5 pm. Tiket masuknya sebesar 5USD.

yg dibelakang itu bangunan diseberang Royal Palace

ini di tembok samping Royal Palace

suasana jalan di samping Royal Palace
Kami kembali ke guesthouse untuk sholat dan lain sebagainya. Lalu sekitar pukul 8 pm kami berkumpul lagi di lobi guest house dan lanjut berjalan-jalan ke Night Market. Rame banget lah itu Night Market, penuh dengan turis dan warga lokal. 
Yang dijual disana macam-macam. Mulai dari souvenir-souvenir, pakaian, makanan, dll. Harganya so so lah. Bisa ditawar, tapi, sabar aja ya, kalo dijutekin sama penjualnya, hehe.
narsis abis pas jalan-jalan ke Night Market!
Kami keluar dari Night Market sekitar pukul 10 pm dan karena kami kelaparan, kami pergi ke KFC (lagi) yang jaraknya cuma 5 menit jalan kaki dari Night Market. Sayangnya, kami kehabisan makanan di KFC dan menghabiskan malam dengan kelaparan, oh!

Okay di lanjut di Part 2.
Semoga bermanfaat ya!

image credit @cocaqori @dewi_3

Sabtu, 07 Desember 2013

Hidup di negeri orang lain emang (harus) keras

Bismillah.

Sebenarnya, telat banget kalo baru ngebahas ini sekarang. Tapi, ya, kayak baru ngerasa tertampar2 beberapa saat lalu.

Yah, karena sekarang ceritanya lagi tinggal di Vietnam yang cuma punya masjid terlacak 4 biji di seluruh Ho Chi Minh, kalo mau pergi2 ato jalan2 itu, harus mikir panjang banget.
Pergi jam berapa? Berapa lama? Ke mana aja? Yang harus juga dipikirkan adalah ntar sholat dhuhur dimana? Ashar dimana? Maghrib dimana? Dst....
Karena masjid d Hcmc itu cuma ada beberapa titik, jadi, kalo pergi2 kemana2 ya harus bisa menjangkau titik2 tersebut.
Dan kesadaran soal itu-memperhatikan waktu sholat saat bepergian- benar2 jadi suatu hal yang menarik bagi saya pribadi.

Seperti judul yang saya tulis diatas, yang saya maksud adalah u/hal seperti ini kita harus keras pada diri kita sendiri. Karena, saya sudah banyak menemukan kejadian, sesama muslim yang juga tinggal di Hcmc ini, yang dalam pandangan saya terlalu mengentengkan masalah waktu sholat.
Entah apa alasan mereka, mungkin mereka berpikir bahwa sholat bisa dijamak, dsb. tapi, bukankah rukhsoh (keringanan) yg Allah swt berikan punya pakem tertentu yang tdk bisa kita anggap enteng?
Dan selagi kita bisa mengusahakan u/memenuhi semua aturan2Nya, kenapa tidak mengesampingkan hal2 kecil u/ melaksanakan perintahNya dengan baik?

Astaghfirullahal'adzim.
Na'udzubillahi min dzalik.
Allahu a'lam bishawab.