Minggu, 05 Januari 2014

Determinasi

Bismillah.

Searching di web nya KBBI, inilah arti yang muncul 

de·ter·mi·na·si /détérminasi/ n 1 hal menentukan (menetapkan, memastikan): -- arti sebuah kata dilihat dr hubungannya dl kalimat secara keseluruhan; 2 ketetapan hati (dl mencapai maksud atau tujuan).

Nah, membahas soal ini, simpel saja sih. Kalau kamu sudah punya determinasi terhadap sesuatu, kamu pasti akan melakukan apapun untuk membuat hal yang kamu determinasi-kan itu terwujud. APAPUN.

Jadi ingat pengalaman beberapa waktu yang lalu saat masih di tahun pertama berada kampus. Ada suatu momen saat teman-teman sekelas akan mengadakan suatu acara di luar kampus, menginap. Satu per satu orang ditanyai alasan keikutsertaannya. Saya menjadi salah satu orang yang menolak hadir. Namun, saya tidak menjawab dengan lugas, saya memberikan alasan-alasan yang menunjukkan sepertinya saya tidak bisa ikut serta dalam acara itu, tapi, tidak dengan lugas menolak dengan kalimat tidak. Teman saya terus mencecar dan saya tidak juga memberikan kata tidak itu. Sampai akhirnya dialog itu berakhir dan saya sadar bahwa saat saya menginginkan sesuatu, saya akan mencari cara supaya apa yang saya inginkan terwujud, ketika saya tidak melakukan sesuatu apapun usaha untuk membuat hal itu terwujud, artinya saya tidak menginginkan hal itu.



So, kalau kamu ingin lulus dari kampus dengan segera, kamu akan mencari-cari bahan penelitian dengan segera pula, rajin-rajin berkonsultasi dengan dosen pembimbing, dll. Kalau kamu nggak melakukan hal itu, berarti kamu masih merasa slow dengan kelulusan, lulus tepat waktu alhamdulillah, telat-telat dikit it's not a big problem (ehm!).
Kalau kamu ingin ke kuliah keluar negeri, ya, kamu bakal cari-cari informasi berkaitan dengan hal itu, giat mengimprove kemampuan bahasa internasional, dll. Kalau kamu nggak melakukannya dan malah browsing-browsing hal-hal lainnya, berarti kamu nggak beneran pengen keluar negeri, eh?.
Kalau kamu lapar dan nggak ada masakan di rumah, ya, cari masakan di luar rumah (kalau ada), kalau nggak ada, cari bahan-bahan buat dimasak, kalau nggak melakukan keduanya, kamu emang nggak bener-bener lapar atau kamu emang pemalas! (-_-" lapeeerrr...)
Serius, serius, kalau kamu pengen masuk surga, ya, kamu cari jalan yang menuju ke surga, cari temen-teman yang bisa diajak kerja sama buat masuk ke surga sama-sama. Kalau kamu cari jalan lain yang jelas-jelas sudah kamu tahu nggak akan menuntunmu ke surga, ya, berarti kamu nggak beneran niat masuk surga atau terlalu mengentengkan efek dari kehidupan di dunia yang fana ini.

Sekian.
This is just my opinion and some my personal dialog with myself -_-v
This entry was posted in

Sabtu, 04 Januari 2014

Red Cliff

Bismillah.

Oke, oke, karena lagi pengen nonton film serius, finally, filmnya Takeshi Kaneshiro ini yang aku pilih buat ditonton. Ratingnya tinggi di IMDB, so, aku expect bakalan bagus ini film.


Hasilnya?

Emang bagus!

Sepemahaman yang aku tangkap, film ini bercerita tentang seorang PM yang berperang dengan saudara-saudara sang Raja. Dua saudara Raja yang diperangi ini dari klannya Liu Bei dan klan Wu. Serangan PM Cao Cao pertama kali dilakukan kepada klannya Liu Bei. Nah, si Liu Bei ini punya kaki tangan yang keren banget lah kalo kata aku. Ada 3 orang general yang jago banget pertarungan jarak dekat dan seorang minister of strategy yang cerdas. Takeshi Kaneshiro memerankan si minister of strategy bernama Zhuge Liang. 
Saat diserang PM Cao Cao, klannya Liu Bei ini kalo kata aku mah gak bener-bener kalah, mereka memilih mundur untuk menyelamatkan pengungsi yang berada bersama mereka. Dalam kondisi mundur itu Zhuge Liang mengajukan dirinya untuk pergi ke klan Wu untuk mengajukan kerjasama peperangan melawan PM Cao Cao.

Proses membujuk raja klan Wu ini sebenarnya gak susah-susah amat kalo aku liat. Karena Zhuge Liang ini emang pintar ngomong dan raja klan Wu juga cuma butuh trigger buat dirinya yang masih muda untuk membuktikan diri bahwa dirinya memang bisa melakukan sesuatu saat menjadi raja.

Dalam proses pembujukan raja klan Wu ini, Zhuge Liang menemui seorang apa ya, mungkin kayak seseorang yang sudah dianggap saudara sama raja klan Wu bernama Zhou Yu. Nah, si Zhou Yu ini yang memimpin pasukan militer klan Wu yang keren aku bilang, hehe, meskipun saat latihan, Zhuge Liang ngatain formasi perang yang dilatih ke pasukannya Zhou Yu itu out of date. 

Finally, aliansi klannya Liu Bei dan klan Wu terbentuk dan yang jadi otak dari strategi perang mereka adalah Zhuge Liang dan Zhou Yu. Ah, satu lagi, adiknya raja klan Wu, Sun Shangxiang yang cerdas dan celetukan-celetukannya sering bermanfaat buat strategi perang mereka.

Dari awal film, strategi perang yang diceritakan sama sutradara John Woo ini emang keren sih, kalo aku bilang (atau akunya aja yang baru ngeliat film perang segini doang dan langsung amazed gitu). Tapi, in my point of view emang keren, gak disangka, dan sebenarnya sederhana. Hehe.

Saat menonton film ini, aku bisa merasa terharu, terhibur, dan termotivasi buat menjadi lebih cerdas. Terharu dengan karakter pemimpin yang diceritakan di film ini. Pemimpin yang mau mengerti kondisi pasukannya dan rela berkorban buat pasukannya.
Apalagi ya, ah, soal persahabatan Zhuge Liang dan Zhou Yu.  Dua orang yang sama-sama cerdas dalam peperangan dan kadang aneh tapi lucu. Sayang, di Red Cliff ini scene Zhuge Liang ikutan terjun perang kagak ada (seinget aku).

Ah, dan karena di Red Cliff ini masih to be continued, harus nonton Red Cliff 2 supaya tahu apakah aliansi yang mereka bangun bisa mengalahkan pasukan PM Cao Cao ataukah?
Karena di Red Cliff ini kita cuma diceritakan serangan PM Cao Cao yang cuma ngetes dan mengukur kekuatan pasukan aliansi. Pasukan aliansi emang menang di Red Cliff 1 ini, namun, PM Cao Cao masuk dan membangun markas juga diseberang Red Cliff buat mempersiapkan peperangan selanjutnya. Ah, Red Cliff ini nama tempat yang jadi markasnya Zhou Yu.

formasi pasukan perang aliansi yang terinspirasi dari cangkang tortoise
So, so, mungkin aku akan melanjutkan menonton dulu, hehe.

Semoga bermanfaat.
This entry was posted in