Pendekar Tongkat Emas: Synopsis and Comment

2



Bismillah.

Film ini bercerita tentang seorang pendekar perguruan silat tongkat emas bernama Cempaka yang mempunyai 4 orang anak murid. Biru, Gerhana, Dara, Angin. Empat orang anak yang dibesarkan Cempaka karena rasa bersalah Cempaka pada musuh-musuh yang dikalahkannya. Khusus Angin, dia adalah anak yang mengingatkan Cempaka pada dosa terbesarnya.



Masalah muncul saat Cempaka merasa waktunya di dunia ini tidak akan lama lagi. Dia memutuskan untuk menyerahkan tongkat emas dan mewariskan jurus pamungkas perguruan tongkat emas, yakni jurus tongkat emas melingkar bumi pada salah satu murid yang dilatihnya itu.



Murid yang terpilih itu adalah Dara.  



Cempaka kemudian mengajak Dara dan Angin melakukan perjalanan untuk melatih jurus tongkat emas melingkar bumi. Merasa dirinya yang lebih berhak atas tongkat emas itu, Biru dan Gerhana meracuni Cempaka dan menyerang Cempaka serta Dara dan Angin dalam perjalanan mereka. Cempaka terbunuh, Dara dan Angin diselamatkan oleh seorang pendekar.



Biru dan Gerhana kemudian pergi ke perguruan silat terkuat saat itu dan mengatakan bahwa Dara dan Angin telah membunuh Cempaka serta merampas tongkat emas yang menjadi hak Biru. Semua anggota perguruan percaya perkataan Biru dan Gerhana lalu memburu Dara dan Angin.



Dara dan Angin diselamatkan oleh seorang pendekar bernama Elang (>_<). Mereka berdua sempat merasakan hidup dengan damai bersama penduduk desa yang dimimpin Elang. Namun, itu tidak berlangsung lama karena penduduk desa diserang oleh perguruan tempat Biru dan Gerhana berada. Demi menyalamatkan penduduk desa, Angin menyerahkan diri sebagai tawanan, Dara tidak bisa melakukan apa-apa saat itu karena Angin melumpuhkan syaraf-syarafnya. Dara yang ingin menyelamatkan Angin tidak mampu mengalahkan Biru dan Gerhana, dan membuat Angin harus mengorbankan diri sekali lagi. Meskipun Dara sudah menyerahkan tongkat emas pada Biru dan Gerhana, mereka berdua membunuh Angin. Dara yang ingin membalas dendam pada Biru dan Gerhana ditahan oleh Elang.



Elang mengingatkan pada Dara soal jurus tongkat emas melingkar bumi yang harusnya dipelajari oleh Dara dari Naga Putih, seseorang yang dikenal oleh Elang. Sayangnya, Naga Putih sudah meninggalkan dunia ini. Jurus tongkat emas melingkar bumi adalah jalan supaya Dara bisa mengalahkan Biru dan Gerhana, lalu mengembalikan kekuasaan perguruan silat ke jalan yang benar.



Meskipun Naga putih sudah meninggalkan dunia ini, bukan berarti Dara tidak bisa menguasainya, karena jurus tongkat emas melingkar bumi adalah jurus berpasangan yang dilakukan Elang bersama ayahnya (Naga putih), maka Dara bisa mempelajari jurus itu dari Elang yang akan mengajarkan jurus itu kepada Dara sebagai pasangannya.



Setelah berhasil menguasai jurus tongkat emas melingkar bumi, Dara dan Elang pergi ke tempat Biru dan Gerhana, lalu menantang mereka bertarung untuk menuntut balas atas kematian Angin dan Cempaka, juga untuk merebut kembali tongkat emas. Dengan kemampuan Dara dan Elang, mereka berhasil mengalahkan Biru dan Gerhana.



Cerita berakhir dengan Elang pergi meninggalkan Dara karena janji yang sudah Elang langgar, Dara kemudian melanjutkan melatih dan mewariskan jurus-jurus perguruan silat tongkat emas pada anak Biru dan Gerhana yang dia besarkan.




Komentar?

What should I say?
Film ini keren. Kualitas pengambilan gambar, setting Sumba, kain yang dipakai cast-nya, backsound, awesome! Benar-benar mengeskplor keindahan Indonesia. Berkali-kali saya tanya ke partner nonton, HMF, “Itu beneran Indonesia?!”

Pemerannya juga keren. Meskipun di awal, (no offense) pemeran Dara dan Gerhana agak-agak kagok gitu.
Huhuhu... Mr. Elang Saputra >.< keren banget dia. The way he speaks itu lho, fascinating parah >.<
Ah ya, dan yang menarik hati, Aria Kusumah as Angin, kayaknya dia cuma ngomong sebait sebelum dia meninggal deh, tapi, kalimatnya sangat mengena. Saya nggak hafal redaksi kalimatnya, HMF as partner nonton yang inget. Apa ya, berhubungan dengan orang yang kerdil jiwanya adalah orang yang menginginkan semuanya tapi tidak mendapatkan apa-apa, as reverse, orang yang besar jiwanya.

Film kolosal Indonesia yang setiap kata dan kalimat bahasa Indonesia yang diucapkan para pemerannya sangat sesuai EYD dan sastra banget. Iyalah, kalo ngga salah, salah satu writer-nya ada Seno Gumira Ajidarma.
Di IMDB, film ini bernilai 7.7/10. Di atas The Raid: Redemption dan sedikit di bawah The Raid 2. Hahaha, kenapa ngebandinginnya sama film-film itu yak...

Meskipun di awal saya bilang film ini keren, tapi, agak sayang sih, karena lagi-lagi genre yang diangkat film yang bisa membesarkan Indonesia adalah film aksi. Penuh dengan adegan fight and violence. Yah, ngga masalah juga sih sebenarnya. Hanya saja...
Kalau kata partner nonton, mungkin karena film aksi adalah film yang bisa diterima bahasa internasional (kaliiii).

Yeah, kalau menurut saya, sebenarnya jalan cerita film ini kurang dalam. Kayak, in my mind said,  gitu aja nih? Dendam? Pembalasan? That’s it. Tirani yang dilakukan Biru dan Gerhana? kemudian dikalahkan Dara dan Elang. Then? Akhir ceritanya kurang greget apa ya.
Oh ya, dan kenapa Dara yang dipilih Cempaka? Kurang dalam, saya merasanya Dara tidak menunjukkan keistimewaan dibandingkan Biru di awal cerita. Hm, mungkin ketulusan dan kebaikan hati? Hm...karena Cempaka memilih Dara jangan-jangan itu yang memancing Biru’s evil side, atau memang sedari dulu Biru sudah dendam pada Cempaka? Okelah.

Hahaha...oke, itu komen saya pribadi ya. No offense ^_^v
Kalimat-kalimat keren soal ilmu banyak bermunculan dalam film ini, bikin saya teringatkan dan jadi optimis bahwa masih banyak kok orang yang sadar akan kebaikan, iya kan? :)

Selamat menonton, worth it kok buat yang nonton di movie theater. Yeah, itung-itung menyumbang keuntungan untuk per-film-an Indonesia. Oh ya, dan kalo nonton di movie theater agak geli dan banyak yang ketawa pas jurus tongkat emas melingkar bumi disebut. Hahaha. Dan, pas Mr. Elang muncul pertama kali, heboh deh...Dan katanya, kalau film ini sukses (dalam hal? atau in short, banyak yang nonton, maybe?), Riri Riza dan Mira Lesmana bakal bikin AADC 2, hahaha...who knows?

Yeah, that’s it ^_^
~di ujung kegelapan pasti kita akan temukan cahaya, entah itu harapan atau ancaman~
Hahaha...again, saya lupa redaksinya.

2 komentar:

  1. izzzaaaaa..... lo nonton sama iip?
    jahaaatt :D
    aku juga udah nonton sih :p dihari premier nya dan lagi sepi..jadi puas deh ketawa2 sendiri.
    iya, dan aku jatuh lagi dan lagi sama mr elang saputra :D
    btw, sinopsis yang diatas spoiler bgt sampai endingnya
    well, seb besar setuju sih sama komenmu, tapi di bag pertarungan terakhir, aku ngerasanya tongkatnya itu nempel kayak lem power glue yak..gak lepas2. padahal klo adegan berantem2 gitu kan bakal seru klo tongkat2 yang mereka sok2 lepas bentar. mis pas gerhana terpojokkan di rumahnya, bakal epik klo dara bagiannya jadi; tongkat gerhana lepas, terus pas mau dihabisin sama dara, anaknya dateng, trus manggil "ibu", trus dara bilang"tidak di depan anakmu" tapi pas dara sempat teralihkan, gerhana pake pedang or tongkat lain dan memukul mundur dara hingga keluar ke rumahnya. hahahhahahah *sok iye*

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuhuuu...
      ayok lah kita bikin film sendiri, hahaha...sok iye banget :D
      btw. itu apa-apaan ya hari premier malah sepi, ^^v

      Hapus