Between papers and screen

0

Bismillah.
Sebelum nonton:
Penasaran sebenarnya. Pengen tau. Film yang dikomporin dan diperintahkan buat ditonton sebagai orang yang suka nonton film ke movie theater.
Cuma, sebelum nonton ada-ada aja komennya. Sebagai berikut,
Temen sekaligus saudara laki-laki: tonton aja, bagus kok, apalagi pas adegan syahadat masuk islam...beuh...keren.
Komen orang di grup wa: hati-hati, bisa menyebabkan galau.
Temen sekaligus mba: sinetron banget, ftv parah.
Temen selingkaran: bagus kok, romantis gitu, tapi, kayaknya nggak kamu banget.
Setelah nonton: engingeng...aktingnya quite impressive terutama untuk pemeran pemeran utama. Just, agak annoyed sama yang memerankan dokter, ibu dan beberapa extras (no offense ^.^v). Quite good, angle pengambilan gambar, dan view china nya. Apalagi interaksi sama muslim lokal disana, wua, wua, bikin kangen sama masjid dong du di viet nam dan ibu2 baik di masjid itu >.<
Dan setelah baca novel nya? Yuhuuu...on the screen, I got love and Islam. Di novelnya, karakternya terasa lebih kuat, muatan dakwah Islam nya wow...sangat menginspirasi dan membuka mata. Iyalah ya. Tapi mereka saling melengkapi dan punya nilai plus masing-masing.
Meskipun, saat nonton saya suka geli sendiri dan agak mual pas ngeliat adegan yang sooooo cheesy....tolonggg. Thanks to NK partner nonton yang mau jadi korban keluhan saya. Hahahaha.
Saya dan partner nonton punya kesan tersendiri dan qoute yang nempel terus di otak selepas keluar dari movie theater.
Kalau partner nonton terkesan sekali dengan bagaimana pemeran utama pria yang chinese itu bisa masuk Islam, jelas karena hidayah Allah, tapi, bukan karena wanita, dia hanya jadi perantara.
Kalau saya? Hahaha...how he said about marriage...it's not about how life would be after marriage, but, it's about whether he or she can drag his or her family to Jannah. How impressive. That's it. Karena memang itu kan tujuan dari apapun yang kita lakukan di dunia ini. Apakah setitik amalan itu akan membawa kita ke surga? Atau malah menjerumuskan kita ke neraka? And marriage is not a piece of cake....it's definitely huge! Iyalah, akad nya saja menjadi perjanjian yang menggetarkan bumi dan langit.
Oke oke, ini nggak bermaksud buat bikin galau tentang pernikahan. Hanya, ini menjadi sebuah pelurusan kembali tentang your intention about marriage. For me, it is.
Yeah, yeah, anyway, semoga bermanfaat :)
Assalamualaikum Beijing!

0 comments:

Posting Komentar