Senin, 25 April 2016

Saat Aku Ingin Diam

Bismillah.
Agak ngakak nggak enak pas baca judul tulisan ini lagi.
Tadinya mau dibikin gini nih, 'the time I want to be silent'. Tapi, nggak jadi.
Ini ceritanya gara-gara ada beberapa orang yang mengenal saya sebagai orang yang (selalu) berisik dan (agak) nggak bisa diam. Jadi, giliran saya diam aja, pasti ditanya, 'Kenapa?' 'Kok tumben?' 'Lagi bad mood?' 'Marah ya?' Etc, bla bla bla.
Padahal jawabannya, saya nggak lagi kenapa-napa, nggak lagi bad mood juga, cuma lagi pengen diam aja, karena dunia ini sudah terlalu berisik.
Nggak lagi marah juga, meskipun kalau (dipaksa) ngomong dan berisik kayak biasanya, kata-kata yang keluar bisa nggak enak.
Atau pernah juga sih karena pengaruh hormon jadi bawaannya pengen marah-marah melulu kalau ngomong. So, mending diam kan kalau begini kasusnya.
Nah, please, kalau ketemu orang model begini, dibiarin aja deh. Daripada muncul masalah yang tidak diinginkan dan suasana jadi ribet. Ditanya sekali, bersyukur aja kalau dijawab, kalau nggak dijawab, ya udah, nggak usah dipaksa. Allah swt aja nggak pernah memaksa hamba-hamba Nya.
Dan kita sama-sama makhluk beranjak dewasa yang nggak perlu deh nambah-nambahin masalah bangsa dan umat cuma karena hal beginian.
Pun juga ntar pas posisinya dibalik, misal saya jadi orang yang ngeliat si 'tetiba diam' ini. Inget lagi, nggak enak kan kalau lagi pengen diam terus diajak ngomong melulu? Jadi, berlapang dada lah menerima situasi si 'tetiba diam'. Nggak usah dibikin ribet or baper. Kalau dipancing sekali orang yang bersangkutan nggak mau cerita, let it be. Nanti juga ada masanya dia mau buat cerita.
Yeah... Masalah saya masalah manusia... Nggak perlu dipikir gimana-gimana juga sih. Selow aja 
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar