Minggu, 23 April 2017

Periksa Kehamilan di Lampung Tengah

Bismillah.

Wah, kayaknya blog ini udah bulukan banget ya. Lama kali nggak diupdate.
Yah, begini ini ritmenya orang yang hidup ngandelin mood. Padahal ada ide dan kesempatan, tapi ampun-ampunan malesnya kalau nggak ada mood.

Biidznillah, kira-kira sebulan setelah menikah dan ikut suami ke Lampung Tengah, Alhamdulillah dikasih amanah untuk mengandung seorang bayi.

Sebagai perantau yang masih newbie soal dunia kehamilan, salah satu yang bisa diandalkan adalah googling. Apalagi perantau yang cuma berdua sama suami dan nggak ada saudara di sekitar yang bisa dijadikan tempat bertanya. Eh, ada sih, ibu-ibu sekelompok pengajian. Tapi, beberapa dari mereka merekomendasikan dokter Spog pria yang sudah senior gitu di Lampung Tengah ini. Sedangkan saya awalnya prefer cari dokter wanita apapun yang terjadi.

Jadilah di pemeriksaan kehamilan trimester pertama, berdasarkan rekomendasi teman suami, saya periksa jauh-jauh ke Bandar Lampung sana. FYI, perjalanan Lampung Tengah ke Bandar Lampung ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam dengan jalanan yang kadang bagus, tapi lebih banyak jalan jeleknya.

Saya periksa ke Dr. Fonda Octarianingsih, Sp. OG di Apotik Barokah Medika Jl. Teuku Cik Ditiro No. C 23 Langkapura-Kemiling, Bandar Lampung. Nggak susah kok kalau mengandalkan G-Map atau Waze. No. HP yang bisa dihubungi 081271781614 atau 085267572311. Saya datang sekitar pukul 8 lebih di hari sabtu dan antriannya sudah cukup panjang. Dokternya baru tiba sekitar pukul 9 lebih kalau saya nggak salah ingat. Saya pikir saya baru dapat giliran periksa jam 12 lebih, tapi, ternyata dokter memeriksa pasien dengan sangat cepat. Tiap pasien hanya di dalam ruang periksa selama 5-10 menit. Jadi, saya dapat giliran periksa sekitar pukul 10. In short, saya puas periksa di sini, karena bersih, alat USG terlihat jelas, penjelasan dokter cukup jelas dan to the point. Bener aja dong, saya diperiksa nggak lebih dari 10 menit. Karena masih awal kehamilan, jadi saya nggak banyak nanya. Saya dengerin apa kata dokternya aja dan Alhamdulillah semua dalam keadaan baik. Soal biaya, karena saya belum punya BPJS atau asuransi kesehatan lainnya, jadi saya pakai umum. Pemeriksaan dokter, USG, dan cetak foto USG plus buku rekam medis yang ada panduan senam hamil, de el el, total biaya hanya 150 ribu. Kalau kata saya sih, Alhamdulillah nggak mahal. Biaya tersebut belum dengan tebus vitamin, karena di klinik dr. Fonda memang nggak ada apotik, jadi saya tebus obat di luar yang saya nggak ingat total harganya.

Sebenarnya, kalau googling dokter Spog yang recommended di Bandar Lampung akan keluar cukup banyak reviewnya. Tapi, sayang, kalau untuk dokter Spog di Lampung Tengah jarang sekali yang mereview. Jadi, pemeriksaan berikutnya, karena saya nggak mau ribet harus ke Bandar Lampung lagi, bismillah aja deh, saya coba di dokter Spog yang ada di dekat rumah.

Kenapa saya nggak coba periksa ke bidan?

Ada dua alasan sih sebenarnya. Pertama, saya ngerasa lebih secure kalau periksa dengan dokter di rumah sakit. Kedua, untuk berhemat, karena saya sudah dapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor suami.

Pemeriksaan kedua, saya periksa dengan dr. Vonny di RS Islam Asy Syifa Bandarjaya, Lampung Tengah. Tadinya saya sudah mengurus rujukan segala macam supaya bisa pakai asuransi kesehatan, tetapi karena ternyata MoU rumah sakit dengan asuransi kesehatan yang saya pakai belum diperbarui, jadilah batal rujukan segala macam itu dipakai. Akhirnya saya periksa sebagai pasien umum. Di meja registrasi oleh adminnya saya ditawari untuk USG 4D karena sedang ada promo hingga setengah harga. Kalau nggak salah ingat hanya bayar sekitar 200-300 ribu saja. Sebenarnya saya nggak terlalu tertarik, karena saya agak ngeri dengan alatnya yang ternyata saya salah paham dan keliru dengan USG Transvaginal dan alasan lainnya karena saya ingat pernah baca review kalau USG 4D itu lebih bagus terlihat hasilnya saat usia kehamilan 6 bulan ke atas. Sedangkan saat itu usia kehamilan saya baru sekitar 3 bulan. Berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya, segala rekam medis disimpan oleh pihak rumah sakit. Jadi, saya pulang bawa foto hasil USG 4D yang menurut keterangan dokter Alhamdulillah semua dalam keadaan baik. Benar saja, dokter baru merekomendasikan untuk USG 4D lagi kalau usia kehamilan sudah 6 atau 7 bulan. Meskipun saya mengantri cukup lama untuk bisa periksa dengan dokter Vonny, karena saya mengantri dari pukul 14 dan baru diperiksa sekitar hampir pukul 17, tapi saya cukup puas. Dokter Vonny bukan tipe dokter yang dengan cepat meresepkan obat ketika saya menyampaikan keluhan. Misalnya, ketika saya mengeluhkan sering nyeri ulu hati dan seperti terasa heartburn, beliau menyarankan untuk makan sedikit-sedikit saja, tetapi sering. Malah yang bikin saya kurang nyaman sebenarnya suasana rumah sakitnya. Total biaya pemeriksaan sekitar 400-500 ribu. Itu belum dengan tebus vitamin.

Pemeriksaan ketiga dan selanjutnya saya periksa di RS. Yukum Medical Centre (YMC). Ada dua dokter Spog disana dan keduanya pria. Saya biasa periksa dengan dr. Hi. Indrawan Yahya, Sp. OG. Satu lagi dokter yang juga berpraktek di YMC adalah dr. I Gede Made Bagianta, Sp. OG.

Jadwal dr. Indrawan ada di hari Senin-Rabu, dan Jum’at mulai pukul 16. Sistem di YMC kita harus mendaftar dulu di pagi harinya hingga sekitar siang hari, karena jumlah pasien dibatasi. Kalau tidak salah setiap jadwal dokter hanya untuk 15-20 pasien. Saat awal periksa saya pernah tidak daftar dulu di pagi harinya dan saya baru tiba di RS sekitar pukul 16. Saya bisa dapat antrian mungkin karena saat itu antrian pasien belum penuh. Tapi, di lain waktu, saya pernah baru daftar pukul 13 dan saya dapat antrian terakhir dan baru beres pemeriksaan pukul 21. Tapi, saat itu ada faktor X sih, karena dr. Indrawan belum selesai operasi SC (Sectio Caesaria) di rumah sakit yang lain dan dating ke YMC sangat terlambat. Pendaftaran juga bisa lewat telepon di nomor 08154002744 atau 085279313375. Kalau tidak salah dibuka mulai pukul 9. Saya pernah telepon pukul 09.06 WIB dan saya dapat antrian ke-6.

In short, pemeriksaan dengan dr. Indrawan Alhamdulillah baik-baik saja. Beliau adalah tipe dokter yang sebenarnya ramah meskipun menurut saya cukup irit bicara. Tapi, silakan saja kita yang banyak bertanya karena beliau akan memberikan penjelasan. Kalau menurut suami sih suara beliau cukup pelan, jadi kadang kita kurang bisa menangkap. Masih menurut suami, pemeriksaan dengan dr. Indrawan terhitung cepat kalau nggak dibilang terkesan terburu-buru.
Saat pemeriksaan dengan dr. Indrawan ini saya tahu kalau ternyata Hb (Hemoglobin) saya rendah banget. Hanya 7.0. Padahal untuk ibu hamil normal paling minimal 10-11. Pemeriksaan ini saya lakukan di usia kehamilan kalau tidak salah 5 atau 6 bulan, atas usulan saya. Jadi, saya yang minta untuk dilakukan cek Hb, glukosa, dan lain-lain. Kalau dokter memang nggak menyuruh untuk cek dan uji laboratorium segala macam, nggak ada salahnya kita yang mengusulkan. Paling-paling hanya ditanya balik, apa keluhan kita. Saat itu memang saya merasa sering lemas, pusing, pokoknya gejala anemia deh.

Pemeriksaan dengan dr. Gede hanya sekali saja, karena saat saya ingin periksa dengan dr. Indrawan ternyata beliau sedang cuti, sedangkan saya butuh periksa untuk bisa dapat surat izin melakukan penerbangan.

Nah, dr. Gede ini termasuk dokter spesialis kandungan senior di Lampung Tengah. Kalau bertanya pada orang Lampung Tengah siapa dokter kandungan yang recommended biasanya nama beliau yang tersebut. Beliau juga punya rumah sakit sendiri, RSIA Puri apa gitu, saya agak lupa namanya, bisa disearching di google.

Periksa dengan dr. Gede menyenangkan juga sih. Mungkin karena beliau dokter senior. Beliau nggak segan untuk mengajak ngobrol, pemeriksaan pun dilakukan perlahan-lahan alias sama sekali nggak buru-buru. Kita banyak bertanya pun nggak apa-apa sepertinya.

Hanya kekurangan pemeriksaan di RS YMC adalah USG yang kurang sip. Menurut saya karena layarnya aja sih yang terlalu kecil dan kurang jelas. Terus yang lain adalah kebersihan toilet. Bikin males ke toilet karena nggak bersih dan smelly.

Biaya pemeriksaan di YMC saya kurang tahu, karena selama ini saya periksa sebagai peserta asuransi kesehatan dari perusahaan suami. Kalau bayar pun itu hanya tebus vitamin yang nggak tercover sekitar 150-200 ribu untuk 2 macam vitamin selama sebulan.

Semoga bermanfaat.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar