Jumat, 16 Februari 2018

Kill your TV?

Dulu pernah lihat postingan beberapa seleb yang menyarankan kill your tv! Dulu sih setuju banget, karena isi acara tv di kebanyakan tv yang ditonton orang adalah enggak banget.

Acara dramanya enggak menghibur sama sekali. Acara anak-anaknya enggak layak tonton anak dibawah umur. Apalagi sisi mendidiknya? Kayaknya nol besar. Belum lagi berita-beritanya. Rata-rata isinya bikin yang nonton pusing dan parno duluan.

Mohon maaf ya, kalau kesannya ngata-ngatain. Tapi, memang itu yang saya rasakan.

Jadi bikin malas untuk nonton tv. Betul juga sih mending di-kill sekalian biar enggak bikin polusi mata dan pikiran.

Sayangnya, setelah beberapa lama kemudian alias sekarang-sekarang ini, menonton tv kembali menjadi hobi.

Dulu mah ada enggak ada tv enggak berpengaruh. Ada tv pun seringnya enggak ditonton. Malah mending lihat laptop daripada tv.

Lalu kenapa sekarang balik lagi doyan nonton tv?

Alasannya karena menonton tv, meskipun enggak menjadi kebutuhan primer, tapi tetap dibutuhkan.

Buat ibu-ibu di rumah kayak saya, nyalain tv pas kompleks lagi sepi dan cuma berdua sama si anak bayi, rasanya meramaikan suasana. Enggak jadi horror-horror banget gitu.

Cuma ya tetep harus disaring tontonannya.

Karena sejak punya tv, antena untuk channel lokal enggak berfungsi, jadilah pak suami memasangkan tv kabel supaya istrinya ini bisa sedikit dapat hiburan.

Sayangnya, saya jarang banget nonton tv lokal.

Enggak ada maksud apa-apa, cuma memang channel-channel tayangan luar negeri lebih menarik.

Meskipun tetap harus berhati-hati. Ada memang channel khusus untuk anak-anak. Sementara channel untuk remaja atau dewasa enggak pake sensor kayak channel lokal. Makanya, kalau ada tayangan yang ditonton bareng abege atau anak di bawah umur yang bukan tayangan anak, harus waspada dan cekatan untuk ngeganti channel kalau ada adegan yang tidak patut dilihat.

Ada beberapa alasan saya lebih senang nonton channel luar negeri.

Beberapa di antaranya karena topik tayangannya menarik dan memang dikemas menghibur.

Berita kriminal nggak melulu disiarkan membosankan lewat tayangan berita, tapi pesan untuk waspadanya bisa kita lihat di tayangan drama. 

Selain enggak bikin panik, ada unsur menghiburnya.

Soal aspek menghibur, ini nih yang paling oke menurut saya. 

Kalau tayangan tv lokal kebanyakan (berarti masih ada sedikit) hanya mempertontonkan drama saja tanpa ada value di dalamnya. 

Enggak muluk-muluk sih sebenarnya. Siapa juga kan ya yang habis nonton malah jadi mikir banget terus stres?

Nah, tayangan luar negeri ini menampilkan selain drama, ada unsur value yang mencerahkan, tapi juga menghibur.

Enggak semua kayak gitu sih.

Tetep ada juga kok tayangan yang rada 'nyampah'. Tapi, tinggal kita bijak aja dalam memilih tayangan.




#ODOPbatch5
#Onedayonepost

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar