Senin, 19 Februari 2018

Long Weekend?

Akhirnya, usai sudah long weekend di bulan februari ini. FYI, setelah saya lihat di kalender, ternyata ini satu dari dua kali long weekend sampai hari lebaran nanti. Long weekend selanjutnya ada di bulan maret, tapi, sayangnya yang di bulan maret itu jatuh di akhir bulan. Alamat pak suami hari sabtu pun terpaksa lembur.

Meskipun begitu, saya tetap harus bersyukur. Pak suami long weekend begini bisa nemenin di rumah sampai tiga hari full. Enggak seperti tetangga yang mau long weekend atau tanggal merah berceceran kayak apapun, dalam seminggu tetap harus memenuhi masuk kerja selama enam hari. Wow banget, kan?

Kalau kata pak suami sih, saya lebay, karena si tetangga itu toh dapat uang lemburan karena masuk di tanggal merah. Tapi, tetap saja buat saya it's so sad karena di hari libur si istri dan anaknya harus ditinggal kerja.

Prolognya kayaknya kepanjangan.

But, anyway, masih ada kaitannya. Karena saya mau menyimpulkan rasanya long weekend setelah ada anak bayi.

Luar biasa for a wrap!

Luar biasa karena saya kok enggak ngerasa kalau ini long weekend?

Soalnya tetap saja pagi-pagi saya harus mandiin anak bayi, mikirin sarapan, cuci piring, masak, cuci baju, mandiin sore anak bayi, gendong-gendong, nemenin tidur, on repeat.

Kayaknya enggak ada aktivitas yang berkurang secara signifikan.

Jadi, long weekend terasa seperti weekday saja.

Aduh, maafkan kalau terkesan kurang bersyukur.

Sebenarnya, meskipun tugas-tugas dan aktivitas sama persis saat ditinggal suami kerja, tapi, momen suami libur di rumah sedikit banyak menimbulkan perbedaan.

Saya jadi lebih tenang saat harus meninggalkan anak bayi, misal untuk mandi atau masak di dapur. Begitu juga soal tugas nyuapin atau nemenin main. Sesekali bisa lah didelegasikan, sementara saya ngelurusin punggung sejenak.

Momen long weekend ini saya dan pak suami memutuskan enggak pergi jauh kemana-kemana. Paling jauh ke pasar dan itu sebenarnya dekat sih dari rumah, karena cuma 10 menit dari rumah.

Begitu aja saya sudah terhibur. Alhamdulillah.



#Onedayonepost
#ODOPbatch5
Reactions:

1 komentar: