Merantau Dulu dan Sekarang

0

Rasanya merantau itu bukan barang baru dalam hidup saya. Sejak masuk usia 17 tahun, saya merantau ke kota lain dan berpisah dengan segala fasilitas di rumah.

Tetapi, rasanya merantau yang saat ini lebih berat hingga kadang nelangsa.

Apa penyebabnya?

Saya teringat saat kelas 12, saya begitu ingin kuliah di luar kota. Bahkan saat itu saya bertekad kuat, mau kuliah dimana saja yang penting bukan di kota kelahiran.

Sepertinya, saat itu saya sedang muak dan jenuh dengan kondisi di rumah. Galau ala anak abege. Mohon dimaklumi.

Alhamdulillah, saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Bisa kuliah di luar kota dan merantau hampir 6 tahun lamanya.

Ah, mungkin karena keinginan merantau saat itu benar-benar murni keinginan saya.

Kalau sekarang, saya merantau 100% karena mengikuti suami yang bekerja. >.<

Dulu saat masih kuliah, bahkan saya sering lupa rasanya kangen dengan keluarga. Alibinya padat dengan jadwal kuliah dan kegiatan kampus. Saya sih memandangnya, kuliah itu momen kita benar-benar asyik dengan dunia kita sendiri, hingga kadang kita lupa dengan dunia orang-orang di sekitar kita. Misalnya, keluarga.

Bukan saya saja yang seperti itu. Adik-adik saya pun seperti itu. H-1 pernikahan saya saja, salah satu adik saya masih sibuk di kost dan enggak muncul sama sekali di rumah karena ada kegiatan himpunan. Awalnya saya sempat kesal. Lalu teringat, saya pun dulu juga seperti itu.

Kesibukan membuat saya lupa kalau saya jauh dari orang-orang terkasih.

Lalu, saat kuliah saya dikelilingi teman-teman baru rasa keluarga. Mereka membuat saya lupa arti kesepian. Karena dari awal menginjakkan kaki di kampus, banyak sekali wajah baru untuk dikenal.

Sedangkan sekarang, saya seperti tidak menemukan teman yang klop dan bersahabat. Mungkin sayanya juga yang kurang ikhtiar mencari teman, karena di dalam rumah saja, jarang nongkrong.

Ah, tapi, enggak juga. Di tempat perantauan ini paling minimal seminggu  sekali, saya keluar rumah. Tapi, sayang, saya enggak menemukan teman seusia atau teman yang klop pembicaraannya.


Semoga ini bukan jadi keluh kesah yang negatif.

Mengetahui penyebab mengapa saya merasa merana di perantauan yang sekarang, semoga mendorong saya untuk mencari solusi yang tepat sasaran.


#Onedayonepost
#ODOPbatch5

0 comments:

Posting Komentar