Mengerjakan Passion

6

Sudah hampir satu bulan lebih, saya bergabung di ODOP (One Day One Post). Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari mengikuti program di komunitas ini. Enggak cuma materi yang berkaitan dengan kepenulisan, tapi juga kesadaran diri yang baru.

Sedikit curhat, sesungguhnya, saya paling enggak bisa begadang untuk mengerjakan sesuatu. Misal, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti menyetrika. Siang hari kurang memungkinkan untuk menyetrika karena anak bayi yang sedang senang sekali merangkak berkeliling rumah. Bisa bahaya kalau menyalakan setrika saat anak bayi itu on. Seringkali ketika saya sudah bikin plan untuk menyetrika jam 22.00 WIB, tapi karena saya lelah dan lain-lain, akhirnya ringan saja begitu, ketika rencana tersebut tidak terlaksana.

Beda dengan nge-ODOP, kayaknya sambil ngantuk-ngantuk pun, masih saya usahakan untuk menulis sesuatu. Bahkan kadang sampai ketiduran di tengah-tengah menulis paragraf, lalu akhirnya terlambat posting, karena sudah lewat tengah malam.

Atau selain nge-ODOP, saya sedang senang-senangnya mengedit foto sana-sini. Kalau anak bayi sedang tidur, asyik saja saya mengerjakannya. Sampai lupa memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Menyesal sedikit, sih. Tapi, bahagia dan lega.

Sampai kadang dibela-belain melek dini hari, kadang lupa makan, enggak terasa udah sore, de es be.

Kalau kata suami itu yang namanya ngerjain passion. Bikin kita lupa hal-hal lain di luar yang sedang kita kerjakan.

Sebenarnya, kalau sampai melalaikan hal-hal yang lain agak kurang baik, sih. Kayak yang saya alami dan sebutkan di atas itu. Terlalu asyik menulis, ngedit foto, dan lain-lain, sampai saya lalai memasak untuk suami.

Kadang suami mengerti sih. Karena dia juga senang kalau saya mengerjakan sesuatu yang saya bahagia dengan itu. Tapi, sebel juga kalau keterusan. Bisa jebol uang belanja.

Terus, gimana solusinya?

Saya terpikir untuk terus mengerjakan hal yang menjadi passion saya. Catatannya adalah harus ada yang menggantikan saya mengerjakan tugas-tugas yang saya tinggalkan, misalnya memasak itu. Tapi, soal masak-memasak, sayangnya suami saya termasuk yang picky soal makanan di luar rumah. Kalau masakan rumah dia sih mau apa aja.

Mengerjakan hal yang menjadi passion memang menyenangkan. Tapi, tentu ada tantangannya. Kalau buat saya, tantangan paling besar adalah melawan diri sendiri.

Diri sendiri yang sering malas atau menjadi stag saat bosan dan jenuh.

~~~




#OneDayOnePost
#ODOPbatch5


Image credit: Pinterest

6 komentar:

  1. Saya juga seorang yang pemalas dan cepet bosennya Umm.
    Kalau udah ngerjain hal yang disuka, lupa sama yang lain. Saya juga mengalaminya.
    Dan untuk itulah kenapa perlu bagi kita untuk memanage waktu, salah satunya membuat list apa yang akan dilakukan sehari-harinya, list ini bisa jadi harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Supaya gak lalai dan lupa, listnya ditempel di setiap sudut rumah, kalau perlu ada hukumannya kalau dilanggar. Hiii...
    #aduhinikomenterpanjangsepertinya #maafkeun ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi, emang sih, kalau sudah berkeluarga apalagi punya debay sulit banget ngatur waktunya ya.

      Hapus
  2. Sama bun.. kadang udah ngelist jadwal harian.. mau nyetrika malam eehh.. malah ketiduran.. ๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  3. Wah pada disiplin ya, saya mah ga smp segitunya, jadi malu๐Ÿ˜†, saya cenderung moody orgnya,jd saya hanya mengerjekan sedikit2, tuntasnya lama, mengerjakan passion emg banyak tantangannya termasuk diri sendiri,saya sepakat dgn itu, keren tulisannya

    BalasHapus
  4. Ttap semangat. Tp jangan keseringan lupa masak ya

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah ya mbak suaminya pengertian hehee

    sama sih, aku pas nulis dan ngeblog jadi suka keasyikan. Jadinya lupa ngerjain tugas kuliah, tidur, atau makan. wkwk

    BalasHapus