Sabtu, 31 Maret 2018

Review Gendongan SSC Nana Gen 1

Kesan pertama begitu menggoda.

Hahaha itu yang saya rasakan begitu memakai SSC Nana generasi pertama. Kalau boleh lebay, ini uenak pol meskipun pertama kali dipakai.

Ada beberapa sebab kenapa saya bisa komen begitu. Pertama, bisa jadi karena saya mulai terbiasa pakai SSC. Kedua, bisa karena SSC ini udah sering dipakai jadi udah break-in (emang woven wrap* ada break-in* segala?), atau emang beneran enak? Soalnya, meskipun saya baru nyobain pertama kali, rasanya langsung nemplok dan nyaman.

Straps alias tali-tali pengaturnya, mau itu di pinggang (waistpad), lengan (shoulder strap), maupun chest strap, mulus dan mudah diatur. Enggak seret sama sekali. Kainnya adem saat dipakai. Hoodienya juga mudah diakses. Selama saya nyobain, enggak ada keluhan berarti.

Cuma, ada satu momen saat saya enggak memasang shoulder strap ke karet pengaman, strapnya meluncur dengan mulus, saking licinnya. Sayanya juga sih yang kurang perhatian memasang semua pengaman di SSC.

Kalau mau membandingkan dengan SSC generasi yang sekarang, dari segi harga, masih di kisaran 250 sampai 275 ribu.

Dari segi penampakan, yang paling terlihat jelas logo. Kalau enggak ngeh, mungkin dikira bukan Nana yang itu dan bisa dikira brand lain. Lebay! Motif choco rainbow yang saya cobain ini manis banget! Bikin pengen ngemil, eh. Motifnya manis, tapi elegan, halah.







Dari segi peruntukkan usia, kalau tidak salah klaim dari Nana, generasi pertama bisa digunakan mulai usia 3 bulan sampai berat badan bayi 20 kg. Nah, beda dengan Nana keluaran terbaru yang mencantumkan usia 4 bulan baru bisa digendong menggunakan gendongan model SSC ini.

Buat saya, generasi pertama Nana ini lebih nyaman dipakai dibandingkan Nana yang sekarang. Saya curiga karena Nana generasi kedua yang saya punyai belum break-in, hahaha. Kalau kepunyaan mbak Sisil si generasi pertama kayaknya udah malang melintang di dunia pergendongan, makanya nemplok-plok saat dipakai.

Iseng-iseng pak suami komentar saat ikut nyobain. Kata beliau emang terasa lebih enak si generasi pertama. Mungkin karena pilot project jadi dibikin sebagus mungkin. Nah, generasi berikutnya mungkin mengalami efisiensi, jadi terasa beda. Hahaha, bercanda banget si pak suami.

Overall, bahagia banget bisa nyobain Nana generasi pertama. Berasa ketemu barang unik dan langka.

Sekian.

Semoga bermanfaat.




Nb.
TB/BB penggendong 150cm/40kg
TB/BB yang digendong belum ngukur/7.9kg (usia 9 bulan)

Bisa nyobain gendongan langka ini karena program travelling wrap* dari Lampung Menggendong.

*woven wrap salah satu jenis gendongan berupa kain bermeter-meter. Memakainya butuh teknik khusus.
*break-in istilah untuk gendongan jenis woven wrap, ringsling, dan yang lainnya yang berbentuk kain panjang, yang sudah lemas sehingga mudah digunakan (saat ditarik, dikencangkan, dan lain-lain).
*Travelling wrap jalan-jalan gendongan, bisa lintas kota, pulau, bahkan benua dan negara untuk dicoba penggendong-penggendong yang lain.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar