Jumat, 09 Maret 2018

Sang Pembawa Pesan (4)

Kalau dalam sepuluh menit dua orang di dalam air car ini tidak memberikan penjelasan, aku akan melompat turun.

Tak lama setelah Ammar membatin kata-kata tersebut, Yuriko terdengar menghela napas panjang.

"Kau tak ingin bertanya apa-apa padaku?"

Ammar melirik keheranan pada gadis di sampingnya.

Banyak.

Terutama ini, kenapa kau hidup kembali?

Yuriko yang dikenal Ammar, dulu di kampus adalah seorang Lavinia. Ia gadis terberani yang diketahui Ammar dan berita terakhir yang terdengar adalah dia tewas saat sedang melakukan pengabdian ke daerah pelosok.

Ammar bukannya mengenal Lavinia secara dekat. Malah sebaliknya, Ammar hanya sekilas saja pernah melihat Lavinia di kampus, itu pun karena Lavinia dekat dengan sahabat Ammar.

"Jadi, kau ini Yuriko atau Lavinia?" Tanya Ammar.

Yuriko tertawa.

Tiba-tiba air car yang mereka naiki tertarik ke daratan.

"Apa-apaan ini?" Yuriko setengah berteriak.

Allah!

Ammar merasakan darah mengalir di pelipisnya. Guncangan yang cukup dahsyat membuat kepalanya terbentur kabin langit-langit air car.

"Eiji!" Yuriko terdengar panik melihat pengemudi air car yang tidak sadarkan diri.

Ammar melihat sekitar. Mereka terkepung.

Ada kira-kira setengah lusin police air car di udara dan banyak petugas di daratan mengelilingi mereka dengan moncong senjata yang siaga.

Sepertinya air car mereka, dilumpuhkan entah bagaimana caranya. Guncangan yang kelewat dahsyat membuat Eiji pingsan, atau mungkin mati? Ammar tidak bisa mengecek.

Beberapa petugas bersenjata mendekat.

"Salah satu dari kita berdua harus lolos." Yuriko mendesis nyaris tak terdengar di tengah kekacauan ini.

Apa?

Ammar berusaha tenang saat petugas menggelandangnya keluar dari air car.

"Ammar Avicena Haq, Yuriko Lavinia Martin, Eiji Caesar Martin, kalian ditangkap atas tuduhan berkomplot dengan kelompok pemberontak dan menyebabkan kekacauan publik." Salah satu petugas memberikan pengumuman lewat pengeras.

Ammar merasakan gelombang panas membelit pergelangan tangannya.

Mereka bertiga digelandang ke masing-masing police air car yang berbeda.

Ammar memutar otak. Teringat perkataan Yuriko tadi.

Ia tahu bahwa sebentar lagi ia akan dibawa ke benteng fortress* di pusat kota.

Saat air car mulai melaju, Ammar terus berzikir. Matanya memandang sekitar.

Tak berapa lama, Ammar mencoba melumpuhkan salah satu petugas dengan mengangkat kakinya.

"Jangan main-main anak muda!"

Argh!

Pergelangan tangan Ammar seperti terbakar. Aliran listrik menyengat dari alat yang dipasang seperti borgol.

Blar!

Duar!

Ammar merasakan untuk kedua kalinya, air car jatuh ke daratan. Sebelum akhirnya semua gelap.

~Bersambung~

*benteng fortress benteng-benteng semacam rumah tahanan di masa itu



#odopbatch5
#onedayonepost
#tantangancerbung

Reactions:

14 komentar:

  1. Imajinasinya luar biasa.
    Kereeeeeen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas rusdi juga keren 👍👍👍

      Hapus
  2. Wah future fiction nya luar biasa mantapp

    BalasHapus
  3. Yaampun anak sci-fi garis keras nih mbaknya yaaa? Mantaapp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha 😆 Lg demen berkhayal ini 😅

      Hapus
  4. Maaf saya mungkin terlewat, ini latarnya di negara mana ya?
    Buat saya ini ide yang tak terjangkau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ceritanya Indonesia dan dunia keseluruhan bisa campur aduk gitu, mbak 😅

      Hapus
  5. Keren iihh.. serasa baca novelnya dan brown..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jauh mbak sama Dan Brown mah 😅
      Aku cuma remahan rengginang melempem 😁

      Hapus