Sang Pembawa Pesan (6)

2


Air car meliuk-liuk hingga membanting arah ke kiri. Menukik tajam dan membuat Ammar tersadar.

Kepalanya pusing seketika dan ia merasa sangat mual.

Melihat penumpangnya telah sadar, pemuda jangkung dengan cambang lebat berkata pada Ammar, "Kau pasti jago menembak bukan?"

Ammar tergeragap.

Panel senjata tiba-tiba muncul di depan Ammar.

Mau tak mau Ammar berusaha mengendalikannya.

Beberapa kali lesatan tembakannya meleset. Entah kemana.

Ada dua air car yang mengejar mereka.

Di ambang antara sadar dan belum sepenuhnya sadar, Ammar berusaha mengimbangi kecepatan air car dengan bidikan tembakan.

Hingga kemudian air car mereka terguncang dahsyat.

"Kena dua lagi, bersiap untuk jatuh anak muda!"
Kalimatnya penuh semangat dan optimisme.

Padahal maksudnya adalah kalau sampai air car mereka terkena dua kali tembakan lagi, mungkin mereka akan jatuh ke tanah atau meledak. Pilihan pertama rasanya sudah Ammar rasakan berkali-kali.

Syut!

Satu.

Ammar berusaha membidik target di belakang mereka yang mahir sekali bermanuver di udara.

Syut!

Dua.

Air car yang dinaiki Ammar berguncang dahsyat.

Jatuh lagi?

Irsyad. Nama pemuda di samping Ammar. Teman Hasyim, kakak ketiganya. Ia mengubah panel sentuh air car menjadi tipe manual, mirip setir mobil di abad 21.

Air car melayang stabil di udara.

Lesatan tembakan dari arah belakang masih menyerang mereka. Kali ini bidikan Ammar jauh lebih tepat.

Sebuah air car menjajari mereka. Ammar bisa melihat Arkan, teman Hasyim yang lain dibalik kemudi. Sorot matanya terlihat panik.

Terang saja. Di belakang mereka, air car loreng milik pemerintah semakin banyak.

"Dengar, jika kita sampai dijatuhkan lagi, berusahalah sekuat tenaga untuk kabur. Salah satu dari kita berempat harus bisa bertemu penjaga al Muharar." Kata Irsyad.

Ammar mengangguk saja, meski ia merasa ragu. Mata Ammar fokus pada air car yang nyata-nyata semakin banyak.

Ammar mulai kewalahan.

"Sedikit lagi," Irsyad mendesis perlahan.

Syut! Syut!

Dua tembakan sekaligus menghantam kabin atas air car.

Guncangan dahsyat lagi.

Apa maksud Irsyad sedikit lagi? Kita akan kembali ke markas? Rasa-rasanya itu tidak bisa dibenarkan. Jika mereka yang menjadi buron pemerintah sampai terlacak, itu bisa membahayakan semua yang ada di markas besar.

Syut! Syut! Syut!


Air car mulai memasuki hutan semakin dalam. Hutan yang mendung, tapi menenangkan.

Tidak boleh lengah.

Syut! Duar!

Air car terhantam tanah.

Kali ini Ammar masih dalam kondisi sadar.

Air car loreng berduyun-duyun mengelilingi mereka. Seperti predator yang menemukan mangsanya.

Sayangnya, predator itu juga terkepung.

Air car milik penjaga al Muharar tampak berjajar rapi, melindungi.

~Bersambung~



#odopbatch5
#onedayonepost
#tantangan cerbung

2 komentar:

  1. Wuahhh,makin seru makin tegang, ayo mba dilanjut ep 7 penasaranšŸ˜˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut barisan menanti lanjutannya ^_^

      Hapus