Jatuh Bangun Memilih Kerja Sampingan untuk Stay at Home Mom

16


Via Pinterest and Phonto
Salah satu perjalanan bak roller coaster selama menjadi stay at home mom adalah merasakan tidak lagi menerima gaji setiap bulan. Meskipun tetap dapat uang bulanan dari suami, rasanya berbeda dengan gaji dari hasil pekerjaan sendiri.

Menjadi ibu di rumah (stay at home mom) adalah pilihan yang saya buat secara sadar, karena merasa berat rasanya kalau harus meninggalkan anak dan bekerja jauh dari rumah. Makanya, saya merasa kagum dengan ibu bekerja yang bisa membagi fokusnya antara pekerjaan dan tetap menjaga bonding yang baik dengan anak.

Rutinitas sebelumnya sebagai pekerja kantoran sempat membuat saya kaget saat menghadapi ritme kehidupan di rumah yang begitu-begitu saja. Apalagi kalau sudah menyinggung soal keuangan. Rasanya dulu kalau sudah menerima gaji, bebas saja mau diapakan uang kita tersebut. Begitu tidak lagi gajian, rasanya uang bulanan dari suami sudah sangat ketat pos-posnya. 

Mohon dimaklumi, kalau dulu saat single, bablas saja mau menghabiskan uang untuk kuliner atau hangout di mall. Sekarang, mulai membangun kesadaran bahwa investasi sangat penting. Kasarnya, kalau hanya mengandalkan pekerjaan suami yang sekarang maupun pekerjaan sampingan saya, jauh sekali kalau menginginkan kebebasan finansial.


Sudah mulai mawas diri harus disiplin soal keuangan termasuk mengontrol keinginan demi masa depan anak dan hari tua yang lebih baik. Meskipun sudah dianggarkan juga untuk sedikit sweet escape ala emak-emak, tapi, jumlahnya tidak luber-luber seperti di zaman bergaji sendiri dulu. Apapun itu tetap berusaha disyukuri.

Suatu saat saya berpikir bahwa ketika saya ada keinginan ini itu, tapi anggaran keluarga sudah mentok, mungkin ini saatnya saya mencari 'pekerjaan' yang lain. 

Rencana mencari pekerjaan sampingan disusun dengan syarat pakem, tetap bisa membersamai anak di rumah. Syarat yang agak tricky karena setiap pekerjaan pasti membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran. Buat SAHM (stay at home mom) seperti saya yang tanpa asisten rumah tangga, tentu yang harus dipangkas adalah waktu bersama anak dan atau waktu istirahat.

Pekerjaan sampingan pertama yang sudah saya coba (terinspirasi dari banyaknya SAHM yang melakukan pekerjaan tersebut) adalah berjualan barang online. Hasil dari mencoba pekerjaan tersebut tidak terlalu baik. Keuntungan yang saya dapat yang seharusnya bisa untuk perputaran modal usaha kembali nyatanya malah hangus hanya untuk jajan dan shopping. Ini kesalahan fatal dalam mengatur uang bisnis, karena membiarkan tumpang tindih antara jatah bulanan dengan hasil berjualan. Bisnis yang coba saya lakukan pun akhirnya jalan di tempat tanpa laba berarti. Meskipun saya mendapat keuntungan dalam bentuk yang lain, yaitu networking dan pengalaman bisnis kecil-kecilan. It's all worth for first attempt.


Pekerjaan selanjutnya yang saya coba tekuni adalah menjadi content writer (penulis konten). Sebenarnya saya tidak terlalu kesulitan mengerjakan job ini. Hasilnya pun bisa dibilang lumayan untuk beban kerja yang ringan. Kalau saya mau mengejar job menulis konten yang banyak, hasilnya pun sebenarnya sebanding. Hanya saja, selama ini saya cuma menunggu umpan pekerjaan datang saja. Tidak terlalu getol untuk mencari sana-sini. Sebulan mungkin hanya mengerjakan satu konten tulisan permintaan klien. Padahal dengan berkembangnya dunia digital sekarang ini, job menulis konten sangat banyak.

Pekerjaan sampingan ketiga sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pekerjaan sampingan yang saya sebutkan sebelumnya. Masih dalam lingkup menulis konten hanya saja medianya adalah blog pribadi. Sejauh ini, menulis di blog pribadi atau menjadi blogger adalah pekerjaan sampingan yang kompatibel untuk SAHM seperti saya, selain alasan bahwa menulis blog adalah hobi yang saya senangi.

Bagi SAHM yang lebih mudah mengerjakan pekerjaan sampingan dari rumah, bisnis online apapun itu jenis dan bentuknya sangat menguntungkan. Akan tetapi, menguntungkan atau tidaknya pekerjaan online yang kita lakukan kembali kepada diri kita sendiri. MoneySmart merangkum tiga kunci sukses khususnya dalam menjalankan bisnis online. Apa saja kah itu?

Pertama, perencanaan. Ah, kan cuma pekerjaan sampingan, let it flow saja. Big no! Kalau kita memang ingin mendapatkan hasil yang riil dari suatu pekerjaan termasuk pekerjaan sampingan, semua harus kita rencanakan dengan baik. Perencanaan menjadi petunjuk langkah untuk mencapai apa yang kita inginkan. Misalnya kita ingin membuka bisnis katering, paling tidak kita merencanakan siapa target konsumen, berapa porsi yang harus dijual untuk mendapatkan keuntungan yang kita inginkan, dan seterusnya. Kalau kita menjadi penulis konten atau blogger, paling tidak kita harus merencakan dalam satu bulan berapa jumlah tulisan yang harus diselesaikan dan sebagainya. Pentingnya perencanaan seperti peta yang dibawa oleh seseorang yang bepergian. Tanpa peta, akan mudah kehilangan semangat bahkan tersesat tak tentu arah.


Hasil pekerjaan sampingan buat saya pribadi memang harus dihitung hitam di atas putih berapa target nominal yang kita inginkan. Ini bagian dari menyusun perencanaan dan sebagai strategi agar kita terus semangat. Seandainya target nominal dari pekerjaan sampingan belum tercapai, tapi karena kita melakukan pekerjaan dengan bahagia dan sepenuh hati, segalanya jadi terasa ringan. Seperti halnya rencana bisnis yang mungkin tidak seratus persen berjalan sempurna, tetapi itu jauh lebih baik daripada tidak membuat perencanaan sama sekali.

Kedua, kerja keras. Mengurus bisnis berbarengan dengan mengurus rumah dan anak sungguh hal yang sangat menantang bagi seorang ibu. Tetapi, di situ lah tuntutan yang harus kita penuhi agar bisa sukses. Sabar, ulet, dan mau bekerja keras menjadi kunci kesuksesan.

Ketiga, mau belajar dari kesalahan. Tak ada gading yang tak retak, begitu pepatah mengatakan. Begitu juga dengan ibu rumah tangga yang mencoba mengerjakan side job selain mengurus keluarga. Kadang merasa menyesal, saat harus membiarkan anak bermain sendiri saat kita membereskan tulisan atau membalas chat customer. Mungkin juga ada momen dimana kita sangat lelah, lalu menjadi emosi dan tidak mengontrolnya dengan baik, sampai akhirnya marah-marah kepada anak. Sungguh menjadi tantangan ketika akhirnya ibu berusaha mengevaluasi diri dan mencoba mengatur waktu, sehingga kondisi keluarga, diri sendiri, dan pekerjaan sampingan bisa berjalan beriringan dengan baik. Bagian terpentingnya adalah tidak menyerah dan mau terus memperbaiki diri.

Pekerjaan sampingan yang kita tekuni dengan baik akan membawa manfaat bukan hanya untuk diri kita sendiri saja, tapi mungkin saja akan melejitkan kondisi finansial keluarga. Berapapun jumlah pendapatan, asal bisa #CerdasDenganUangmu maka yang sedikit bisa menjadi bukit.   



Sampai dimana perjalanannya untuk merdeka finansial, Mom? 

Rekomendasi Restoran Ramah Anak di Bandar Lampung

2


Wisata kuliner itu buat saya salah satu hal yang mengasyikkan untuk dilakukan. Nggak cuma sekadar icip-icip, makan selain masakan rumah bisa menambah khazanah dan wawasan. Hahaha. Apalagi saat Ncik (nama panggilan anak saya) sudah lewat usia 12 bulan, saat udah boleh makan seperti yang saya dan suami konsumsi. Ya, asal nggak berlebihan aja.

Nah, berhubung wisata kulinernya nggak cuma dua orang dewasa saja, ada satu hal yang penting banget jadi pertimbangan saat memilih tempat makan.

Yep, adanya baby chair atau high chair atau kursi bayi. Itu jadi pertimbangan banget saat berkunjung di tempat makan atau restoran tertentu. Buat buibu yang tinggal di Bandar Lampung dan sekitarnya, mungkin beberapa check list dari saya berikut ini bisa jadi rekomendasi untuk dikunjungi bersama si kecil.


Plate O

Menu yang disediakan di plate O adalah menu-menu yang disajikan di atas hot plate. Jadi, karena panas pol, harus hati-hati saat makan bersama si kecil. Meskipun di plate O menyediakan baby chair, soal pilihan menu yang ada, saya prefer membawa bekal khusus untuk anak saya.
Lokasi: Lantai 1 Transmart Bandar Lampung

Samwon Express

Kalau mau makan yang ala-ala grill bisa mampir kesini. Tersedia baby chair, tapi saya rada ngeri kalau mau pesen menu yang grill saat bersama si kecil. Kalau kata suami, rasa masakan Koreanya udah sangat Indonesia. Menu yang bisa dimakan bocah juga tersedia.
Lokasi: Mall Bumi Kedaton (MBK) Lantai GF-1, Jalan Teuku Umar, Kedaton, Kota Bandar Lampung

Nemenin tantenya Ncik nyobain makanan ke-Korea-an


Umme Teppanyaki Chandra Antasari

Mirip-mirip dengan plate O, di Umme Teppanyaki pun beberapa menunya disediakan di atas hot plate dalam kondisi panas. Tapi, tenang, ada menu ala-ala bento yang bisa dimakan si kecil. Letak Umme Teppanyaki di Chandra Antasari ini agak mirip suasana outdoor meskipun letaknya masih di dalam gedung. Jumlah baby chair yang ada saat saya berkunjung seingat saya hanya ada satu.
Lokasi: Inside Chandra Superstore, Jl. P. Antasari No.114, Jagabaya III, Way Halim, Bandar Lampung

Mie Ayam Koga

Mie ayam legendaris di wilayah Lampung ini menyediakan baby chair. Meskipun nggak banyak, tapi lumayan lah buat kita-kita yang pengen merasakan makan mie hangat-hangat. Nggak cuma menyediakan menu mie saja, menu-menu Chinese food seperti bihun, kwetiauw, capcay, dan sejenisnya juga tersedia. Buibu harap bersabar dan maklum saat menunggu beberapa menu yang disajikan dalam waktu yang sangat lama dan saat ruangan mulai terasa 'sumuk' meskipun ber-AC.
Lokasi: Jl. Teuku Umar No.48, Surabaya, Kedaton, Kota Bandar Lampung

Uncle K

Lokasinya di dalam Mall Boemi Kedaton (MBK), di dekat pintu masuk yang ada Chatimenya. Meskipun mungkin rada nggak nyaman karena banyak orang lalu-lalang dari pintu masuk, tapi Uncle K menjadi alternatif saat tempat makan di MBK penuh semua. LOL. Lumayan lah pilihan menunya bukan yang melulu pedes.  
Lokasi: Pintu Utama Mall Boemi Kedaton

Bakso Lapangan Tembak Senayan

Seingat saya disini jumlah baby chairnya hanya ada dua atau tiga unit. Tapi, restoran ini menurut saya termasuk yang ramai dikunjungi orangtua yang membawa anak. Ya, kalau nggak kebagian baby chair, si kecil bisa anteng di atas stroller. Yes, the power of the stroller! Menunya standar, variatif, dan memang sangat ramah di lidah keluarga Indonesia.
Lokasi: Lantai 1 Mall Boemi Kedaton

Kinar Resto

Resto keluarga satu ini memang menyediakan high chair untuk bayi, menunya pun bisa lah dimakan sekeluarga termasuk si kecil. Cuma menurut saya tempatnya yang ada kawasan kolam renang serta tangga yang cukup bahaya buat anak, membuat kita harus benar-benar memperhatikan si kecil apalagi kalau mereka lari-larian di area resto. 
Lokasi:  Jl. H. Agus Salim, Sukadana Ham, Tj. Karang Barat, Kota Bandar Lampung

Shabu Kitchen Onago

Lokasi yang ada di MBK rada nyempil, meskipun nggak terlalu susah untuk dicari. Ikutin aja dari depan Chatime, ke kiri lurus mentok. Kalau lokasi yang di Transmart gampang banget ditemukan. Keduanya sama-sama menyediakan baby chair dalam jumlah yang cukup, karena pas saya kesana alhamdulillah pramusaji nggak yang sampe harus nyari-nyari. Menunya pun kids friendly, meskipun harus selektif pilih tekstur menu yang nggak bikin 'kelolodan' anak bayi. Jangan keliru dengan Shabu Kitchen yang di lantai 1 MBK, bedanya dengan Shabu Kitchen Onago adalah menu yang menurut saya lebih premium alias lebih mahal. LOL. Tapi, sepertinya Shabu Kitchen pun juga menyediakan baby chair.
Lokasi: Ground Floor Mall Boemi Kedaton dan Lantai 1 Transmart Bandar Lampung

Sushi Okage

Pertama kali kesini rada nyari-nyari karena tempatnya lumayan nyempil. Begitu naik eskalator, silakan berbelok kiri ke arah Timezone dan lurus mentok. Tempatnya di ujung dan nggak terlalu luas. Tapi, dapet banget suasana khas Jepang. Baby chairnya pun lucu dari bahan kayu gitu. Ada dua bagian tempat makan, yang ala-ala resto Jepang dengan mesin sushi berputar dan yang biasa aja. Sushi disini enak, apalagi salmonnya, seger.
Lokasi: Lantai 2 Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung

Hokben

Restoran waralaba ala Jepang dengan rasa yang sangat Indonesia ini, baru dibuka September lalu di Bandar Lampung. Meskipun saya belum berkesempatan makan disana, tapi berdasarkan info dari salah satu teman, tersedia baby chair yang jumlahnya masih terbatas, yaitu satu unit saja. Sayang banget kalau mesti rebutan baby chair. Padahal, Hokben ini menyediakan menu khusus anak-anak yang berlabel bebas penyedap.
Lokasi: Lantai 1 Mall Boemi Kedaton

Yukmain Moms and Kids Playground Cafe

Nah ini resto yang beneran kids friendly. Meskipun tempatnya rada mungil, tapi mengakomodasi mini playground untuk tempat bermain anak-anak. Menu yang disediakan pun sangat disesuaikan, baik bentuknya yang unyu maupun bahan-bahannya yang nggak pake micin. Saya kesini sewaktu ada acara komunitas Lampung Menggendong. Jadi, sembari ibu-ibu mengikuti acara di lantai 2, anak-anak bisa bermain di mini playground.
Lokasi: Jalan Wolter Monginsidi no 102. Dari turunan Hotel Emersia, sebelum Hotel Grand Praba

Rekomendasi ini saya buat berdasarkan kriteria subjektif. Kriteria utama ramah anak menurut saya adalah ketersediaan baby chair dan rasa masakan yang ‘selow’, nggak yang terlalu ‘nyegrak’ banget semisal ditambahkan penguat atau penyedap rasa. Kriteria lainnya, suasana yang saya rasakan saat berkunjung kesana. Nyaman dan mendukung suasana makan atau nggak. Bikin selera makan meningkat atau malah sebaliknya. Semakin scroll tulisan ke bawah, menunjukkan daftar restoran yang semakin oke keramahannya terhadap anak.

Nah, mengapa baby chair sangat penting? Toh kalau anak sudah bisa duduk tegap sendiri, duduk di kursi dewasa pun tidak masalah kan? Hm, menurut saya, meskipun sudah bisa duduk sendiri, kursi makan dewasa tidak cukup ergonomis untuk anak. Entah saat saya lengah atau nggak ngeh, khawatir saja anak 'ngejeblak' atau yang sejenisnya yang tentu tidak saya harapkan.

Buibu ada rekomendasi tempat makan ramah anak yang lain? Yuk, berbagi di kolom komentar, supaya bisa menambah khazanah kuliner saya. >.<

Semoga bermanfaat.