SOCIAL MEDIA

Jumat, 11 Juni 2021

Ergobaby Embrace Review: Mencoba Gendongan (Lagi)

Alhamdulillah, punya bayi kedua!

Baby gear yang saya buru lagi-lagi gendongan. Bukan sekadar pengen icip-icip gendongan, kok, tapi memang karena butuh membawa bayi melakukan perjalanan.


Karena anak saya yang kedua akan bepergian di usianya yang kurang lebih satu bulan, jadi gendongan simpel yang bisa dipakai cukup terbatas. Kalau usianya misal empat bulan ke atas, variasi jenis gendongan kebanyakan sudah bisa dipakai.


Gendongan dengan tumpuan satu bahu, seperti jarik dan ring sling tidak saya jadikan opsi, selain karena saya nggak mahir memakainya, rasanya akan cepet pegel. Maka, lagi-lagi saya melirik gendongan ransel (soft structured carrier/SSC).



Baca Tulisan yang Ini: PIKIR DULU SEBELUM BELI GENDONGAN: REVIEW ERGOBABY ADAPT (KW)



Karena masih penasaran dengan ergobaby Adapt yang bisa dipakai dari newborn, saya mengunjungi website ergobaby yang ternyata malah jadi tahu kalau mereka mengeluarkan varian gendongan baru untuk newborn, yaitu ergobaby Embrace. Saya yang termasuk telat tahu karena si Embrace ini sudah diluncurkan sejak 2019.


Segera saya cari tempat yang menyewakan Embrace, dan ternyata ada! Satu tempatnya di Jakarta, satu lagi di Surakarta.


Kenapa tidak membeli?

Karena mahal! Wkwkwk. Wajar, sih, sebenarnya untuk merek sekelas ergobaby. Cuma buat saya, untuk gendongan yang dipakai sampai usia 1 atau 1,5 tahun kayaknya eman alias sayang duit segitu.


Memang keren inovasi ergobaby bikin produk terpisah yang diperuntukan bayi baru lahir. Karena selama ini setahu saya, produk gendongan ergobaby untuk bayi baru lahir masuk ke gendongan hybrid, macam Adapt, Omni.


Oh, ya, produk lokal sebenarnya sudah banyak juga yang mengeluarkan gendongan hybrid (yang bisa digunakan segala usia, pendeknya begitu). Hanya saja setelah membaca spesifikasinya, hybrid yang lokal pun kayaknya baru bisa dipakai newborn dengan berat dan tinggi badan yang sudah agak besar. Dugaan saya begitu setelah melihat juga postingan foto para penggendong yang menggunakan hybrid lokal.



Baca Tulisan yang Ini: BABYWEARING: GENDONG-MENGGENDONG, EMANG PENTING?



Setelah mencoba Embrace, saya merasa memang cocok banget gendongan ini untuk newborn. Di bayi saya yang berat badannya saat itu >3,6 kg, dengan tinggi badan >47 cm nggak tenggelam dan cukup nyaman.


Settingan atau pengaturan, dan pemakaiannya pun simpel. Ini yang saya khawatirkan kalau saya memakai gendongan hybrid yang lain, settingan yang rumit.


Cara pakainya sama dengan memakai soft structured carrier (SSC), hanya perlu menyesuaikan di bagian dudukan bayi (menyesuaikan tinggi bayi) dan bagian shoulder strap yang harus disilang.


Plusnya menggendong M-Shape yang saya tahu harusnya penggendong bisa handsfree alias tangan bebas nggak harus menopang bayi, cuma saat memakai Embrace ini, sayanya saja yang memakai gendongannya terburu-buru seperti tampak di foto, jadi belum bisa handsfree karena tangan saya masih menahan leher bayi yang tidak tertopang kain gendongan. Sebenarnya penggendong bisa handsfree ketika kita membetulkan bagian bawah gendongan tepatnya di pantat bayi (ada panduannya di tutorial) sehingga bayi bisa lebih turun posisinya dan punggung serta lehernya akan tertopang gendongan. 





Tutorial pemakaian Embrace bisa dilihat di official Youtubenya ergobaby.

Foto-foto yang lebih ciamik juga bisa dilihat di instagram Babywearing Consultant, Mommy Golda (@mommygolda).


Bahan kain Embrace ini tipe yang lentur, mungkin mirip-mirip stretchy wrap (dugaan saya lagi, karena saya belum pernah coba SW). Karena bahan kainnya begitu, si Embrace ini enteng dan nggak makan tempat saat dilipat.





Pemasangan bagian lengan gendongan (shoulder strap) Embrace berdasarkan tutorial harus di X strap di belakang punggung yang agak bikin saya bingung. Maklum, sebagai pengguna setia SSC sangat dimanjakan dengan kemudahan memasang bagian shoulder strap yang tinggal dicangklong saja. Awalnya saya harus dibantu suami untuk memasang X strapnya, tapi lama-lama hafal sendiri gimana polanya supaya tidak kerepotan. Dan lengan gendongannya cukup panjang, mirip meh dai, tapi nggak sepanjang meh dai sepertinya.



Bagian waistpad dilipat dua kali sebelum dipakai karena TB bayi saya <58,4cm

 







Di bagian pundak kain gendongan juga bisa di-spread (dilebarkan) supaya penggendong makin nyaman (ini yang disarankan di tutorial), tapi saat saya terapkan, kok malah rasanya posisi menggendong makin melorot yang bisa jadi karena settingan gendongan yang kurang sip.


Kabarnya Embrace juga bisa digunakan facing out alias hadap depan, tapi untuk bayi dengan tinggi badan lebih dari 66 cm atau sekitar 5-6 bulan. Cuma kok saya agak ngeri karena lenturnya si Embrace ini.


Overall, Embrace memang oke untuk newborn, buibu pecinta ke-simpel-an ketika menggendong, dan mungkin juga pecinta SSC garis keras. Harganya yang hampir 2 juta rupiah juga sepadan dengan fungsi yang dijanjikan.


Siapa yang sudah nyoba ergobaby Embrace juga?

Foto iklan ergobaby yang sungguh menarik
[Baca Selanjutnya...]