Senin, 16 Februari 2015

Meet Up! and Bogor Culinary Tiny Story


Bismillah.

Dulu kala, sewaktu masih exchange di Viet nam, kami bertemu dengan seorang kakak yang baik banget, hehe. Kami sempat jalan-jalan bareng ke Kamboja. And? Waktu itu kami berjanji untuk ketemuan dan jalan-jalan lagi sewaktu sudah pulang ke Indonesia.

Jadilah, kami janjian untuk ketemu di tanggal 15 Februari kemarin >.<
Aaakkk, seneng deh ketemu lagi. Kakak tersebut berkata, kita berlima tambah kurus, hua...hua...

Meeting point kami adalah di depan stasiun Bogor. Selanjutnya ke?
Huahaha...sebenarnya kita belum tau mau kemana saat itu, tapi, karena kakak tersebut laper, jadilah kita ke daerah yang terkenal dengan kulinernya.

Kata Mr. N, daerah kuliner di Bogor terbagi menjadi beberapa tempat, ada Surya Kencana, Bangbarung, Taman Kencana, dan satu lagi aku lupa karena Miss Q yang ingat.
Yang kami kunjungi pertama kali adalah Surya Kencana alias Surken.

Disana kami mencoba laksa, toge goreng, bihun goreng, dan combro.
Menurut saya, laksanya enak banget >.< combronya juga >.< padahal jarang-jarang saya suka combro, karena saya nggak begitu suka dengan oncomnya. Toge gorengnya ya seperti itu saja, karena saya nggak terlalu suka makanan yang asam. Begitu juga dengan bihunnya.

Kalau belum tahu laksa itu makanan macam apa, coba search di search engine saja ya, hehe. Tapi, persamaan dari laksa dan toge goreng adalah sama-sama makanan dengan bahan dasar toge!
Harga masing-masing 12k, 12k, lupa nanya ke Miss Q, dan 2k. Murah kan? I think so :)

Jadi Surken ini adalah nama jalan, nah, sepanjang jalan itulah isinya kuliner khas Bogor semua. Murah meriah, seperti kata Mr. N. Cuma, Miss Q berkata harus hati-hati kalau cari kuliner disitu, karena termasuk kawasan Chinese yang menjual makanan haram juga macam yang mengandung babi.

Destinasi selanjutnya setelah Surken adalah Taken alias Taman Kencana. Kami pergi kesana karena saya nagging ke mereka, hahaha, malu banget karena saya juga belum pernah pergi kesana.

Sebenarnya disana terdapat tempat makan yang murah meriah, tapi, kami akhirnya terdampar di tempat makan yang didesain creepy bin horror bernama DBC alias Death by Chocolate. Saya nggak terlalu merekomendasikan tempat ini karena muahal ^^v
Tapi, seperti namanya, menu coklatnya emang bikin death banget. Satu sendok teh aja udah bikin enek (ini ejaannya bener ngga ya).
in front of DBC

Kami mampir ke Taman Kencana yang begitu, hehehe ^^`

Karena Mr. N berhasil membuat kami semua jalan kaki jauh -lebih dari yang biasa saya lakukan-, akhirnya kami mencari tempat buat ngadem yang lain dan nggak bukan adalah mall nya IPB, Botani Square. Kami menghabiskan sesorean disana dan pulang ba'da maghrib.

Dan akhirnya kami pulang setelah sebelumnya melewati jembatan penyeberangan bawah tanah.

Seneng sekali bisa jalan-jalan lagi bareng mereka. Dan melakukan first time thing yang belum pernah saya lakukan di Bogor, hahaha, malu banget. Thanks to Miss Q deh yang tau banget kuliner spot di Bogor, emang jago jalan-jalan banget deh dia. Nggak di Indonesia, di Viet nam, di Kamboja, dia selalu yang jadi peta kami berlima. Meskipun kami suka jadi nyebelin banget kalo bilang 'terserah'.

Ngobrol-ngobrol bareng mereka yang nge-refresh saya supaya lebih open minded, jadi kenangan tersendiri buat saya. Dan melihat kota Bogor yang bakal keren kalo jadi lebih bersih dan lebih tertib.

shaking selfie di jembatan bawah tanah :)
Ah, dan satu lagi, karena kakak itu, saya jadi tau soal bagaimana memperlakukan anak jalanan. Kakak itu aktif di Sahabat Anak, salah satu komunitas yang mengajar anak-anak marjinal. Salah satu petuah kakak itu adalah kalau ketemu sama anak kecil yang meminta-minta, mending jangan dikasih uang tunai, karena kadang uang yang kita kasih itu bukan untuk mereka, ada juga yang malah digunakan untuk membeli barang-barang yang nggak baik. Kalau kalian lagi makan saat anak-anak itu meminta-minta, ajakin makan aja.

Eng ing eng, pas kami lagi makan, beneran ada anak yang meminta-minta. Saat sampai di meja kami, diajaklah mereka itu oleh kakak kami untuk ikutan makan, awalnya mereka nolak, tapi, akhirnya mereka meng-iyakan dan mengajak teman-temannya yang lain. Lucu sekaligus bikin kasihan deh mereka ini.
thanks a lot kakak :)
Yeah, Indonesia ku, belum beres dengan masalah merawat orang-orang yang kurang beruntung dan harus berjuang sendiri di jalanan yang keras.

Ah, bisa apa aku?
T.T

(Oh ya, maaf atas keterbatasan foto, hehehe, biasanya credit fotonya ke @cocaqori :)
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar