Review Buku: Habiskan Saja Gajimu!!

2

Tertarik sama buku ini awalnya karena nge-follow penulisnya, Ahmad Gozali di twitter. Twitnya tentang dunia keuangan sering lucu, tapi cerdas dan menohok. Tergambar banget di bukunya, bahasanya ringan, tapi enggak bikin kita gagal paham.

Akhirnya, dibeliin buku ini sama pak suami karena beliau ngerasa saya perlu belajar financial planning. Saya pun menyadari kalau kacau banget ngurusin keuangan keluarga. Kayaknya sih gara-gara di masa single saya terlalu nyantai dan kebanyakan bersenang-senang.

Buat saya yang baru belajar dan sukanya hal yang menyenangkan, buku Habiskan Saja Gajimu ini sangat tepat sasaran. Pak Ahmad Gozali memberikan metode Habiskan untuk mengelola keuangan. Mungkin rada-rada kontroversial ngedengernya. Masa' malah disuruh ngabisin duit sih? Ngajarin boros dong?

Harusnya kan kalau ada duit lebih disisihkan buat nabung, investasi, dan lain sebagainya. Bener banget sih kalau itu. Kita kan hidup enggak cuma di waktu sekarang doang. Apalagi buat saya yang udah ada anak bayik. Harus pinter-pinter mengatur keuangan untuk masa depan.

Selain itu juga keuangan yang rapi juga meminimalisir terjadinya konflik dalam rumah tangga. Sama-sama tau lah, banyak masalah rumah tangga yang muncul salah satu pemantiknya adalah kondisi ekonomi yang gonjang-ganjing. Yang paling sering dikambinghitamkan misal pemasukan bulanan yang kurang. Padahal sebenarnya kalau ditelusuri bukan gara-gara pemasukannya yang kurang, tapi cara mengatur pemasukannya aja yang belum benar.

Buku ini ngasih metode mengatur uang yang cocok dan menyenangkan buat saya, yaitu dihabiskan!

Karena jujur buat saya menyisakan uang itu bikin stres dan kayaknya kok suram gimana gitu. Pun berkali-kali saya ngerasain gagal menyisakan uang, padahal niatnya pengen nabung untuk ini dan itu.




Nah, di buku ini kita diajarin menghabiskan gaji, tapi enggak asal, melainkan dihabiskan di jalan yang benar. Gimana caranya?

Harus baca buku ini secara runut biar kita paham betul harus berbuat apa dan bagaimana.

Sedikit yang bisa saya highlight di buku ini, pemasukan yang ada dihabiskan dengan cara, potong untuk zakat, bayar cicilan utang, dahulukan untuk saving, dan habiskan untuk shopping! Asyik kan? Siapa sih yang enggak suka ngabisin duit buat shopping?

Buku ini berhasil bikin saya mengubah pola pikir untuk enggak melulu bersenang-senang. Eh, bisa sih bersenang-senang, tapi ya, harus kreatif dan enggak malas. Well noted banget.

Buku keuangan yang highly recommended untuk dibaca dan dipraktekkan. Nyesel deh enggak tau buku ini dari jaman single. Kayaknya bisa lebih cepet kaya kalau dari single baca buku beginian. >_<



2 komentar:

  1. Kalau kesulitan menghabiskan, saya bisa bantu. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menghabiskan gaji kan menyenangkan bang suden 😅

      Hapus