Selasa, 23 Januari 2018

Lelah Bermulti Tasking

Sejak zaman kuliah dulu dan aktif di organisasi kemahasiswaan, bahasan soal multi tasking ini banyak banget masuk ke kepala. Soalnya saat kuliah, supaya enggak cuma kuliah-kosan-kuliah-kosan, seperti udah jadi kewajiban untuk ikutan paling enggak satu lembaga kemahasiswaan atau unit kegiatan mahasiswa. Mulai dari organisasi yang menuntut lebih banyak pekerjaan sampai kegiatan yang jadi ajang menyegarkan pikiran.

Nah, karena enggak cuma kuliah aja, makanya kita-kita ini lumayan terlatih mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Tapi, pre-cautionnya adalah kebanyakan kegiatan atau organisasi juga bisa bikin limbung bahkan kolaps.

Banyak temen yang menyebutkan, kalau wanita lah yang lebih jago bermulti tasking. Saya sih waktu itu iya iya aja, sebab nggak terlalu menganggap multi atau single tasking ini penting. Di otak saya waktu itu mah cuma kepikiran yang penting segala yang diamanahkan ke saya beres. Udah gitu doang.

Eh, tapi, pas udah jadi ibu-ibu sekarang ini baru kepikiran lagi dan merasa hal ini cukup krusial.

Kenapa coba?

Soalnya sehari-hari, mau enggak mau, saya harus bermulti tasking. Di satu area rumah saja, misal dapur, saya bisa merebus telur, menggoreng ikan, dan mencuci piring dalam waktu bersamaan.

Kebayang enggak?

Kalau enggak, enggak apa-apa juga sih. Bukan itu juga intinya.

Kalau menurut saya, bermulti tasking sebenarnya dari luar tidak terlalu melelahkan secara fisik. Karena riilnya kita hanya mengerjakan satu tugas. Tapi, karena dituntut untuk juga menyelesaikan dua tugas lainnya, yang artinya dalam satu waktu harus menyelesaikan tiga tugas sekaligus, yang banyak terforsir bekerja adalah otak kita. Nah, tau sendiri kalau yang lelah otak, fisik kita akan merasa lelah berlali-kali lipat.

Makanya, belakangan, karena saya merasa sangat lelah secara fisik, saya langsung curiga kalau penyebabnya adalah kesalahan saya sendiri yang memaksa diri untuk bermulti tasking.

Padahal sebenarnya, kalau melakukan single tasking pun pekerjaan-pekerjaan insya Allah akan selesai.

Hanya saja, memang ada yang harus dikorbankan, yaitu perasaan kita. Karena tidak bermulti tasking, maka kita harus sabar bila ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Sebaliknya, kalau kita memang sangat berambisi untuk mengerjakan banyak hal dalam satu waktu penyelesaian, maka kita harus kuat fisik dan mental.

#Onedayonepost
#ODOPbatch5

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar