SOCIAL MEDIA

Selasa, 09 April 2013

Senior High : Prelude

Tiba-tiba aku teringat masa SMA ku. Haha.
Terpicu oleh sebuah lagu. Yeah. Lagu yang aku dengarkan itu seperti punya kenangan tersendiri dalam otakku.
So, sepertinya aku agak enggan untuk melupakan masa-masa SMA ku.
Here it is, aku ingin menuliskannya supaya tidak tergerus oleh ingatan yang mulai short memory T.T


What?
Masa SMA ku sepertinya biasa saja.
Aku bisa masuk ke sekolah itu karena hasil ujian negara sewaktu SMP lumayan lah. Tadinya sama sekali gak terpikir masuk ke sekolah itu. Beneran dah. Tadinya mau masuk SMK gitu, orientasi pengen dapat pemasukan pribadi sendiri dalam waktu yang tidak lama (yuhu,,,orientasi yang sekarang entah jadi prioritas keberapa).
Then, masuk deh ke sekolah itu.
Senang? So so lah.

Hari pertama menginjakkan sekolah itu dengan status siswa yang diterima, agak canggung.
Yeah, pertama masuk sekolah negeri yang gak kelihatan islam-islamnya sama sekali. Sempat diliatin aneh sama orang-orang karena aku gak pake seragam yang sama kayak mereka, putih-biru. Aku juga ngeliatin mereka sama anehnya.
Tur keliling sekolah dengan sedikit minat. Baru lumayan minat pas ketemu masjid yang lumayan gede di dalam sekolah itu (oh! Lupa nama masjidnya! Tidak!!!) 
Terus, ketemu teman sekelas yang jadi sohibku sampe sekarang >.<
Aku masuk ke dalam kelas X.10 seterusnya bakal disingkat Sesepuh. Kirain itu nama unik gitu, tapi beberapa waktu berikutnya, baru tahu bahwa itu juga nama kelas X.10 angkatan sebelumnya.
Pertemuan pertama itu kalau gak salah langsung pemilihan ketua kelas, jeng jeng, terpilihlah sosok yang paling menarik perhatian diantara kami, karena dia paling gede dan kocak diantara kita. Sebut saja B. Sebenarnya, dari segi leadership, aku juga bingung kenapa dia yang jadi ketua kelas, tapi, mungkin dia beruntung karena dia menarik perhatian :D

Then, ikut upacara bendera di sekolah itu. Yuhuuu...udah lama banget aku gak ikut upacara yang begitu lama pake topi pula. Ribet, gerah, dan gak meaning ^^v.
Ya, secara jarang2 di sekolahku dulu ada upacara.
Terus MOS.
Biasa aja. Gitu doang. Gak ngeri sama sekali.
Di kelas aja. Dengerin orang ngomong, presentasi ekskul, dll.
Sebenarnya aku tertarik dengan beberapa ekskul.
Tapi, pasti tertebak deh aku masuk ekskul apa?
Yeah, ROHIS.
O ya aku inget nama masjidnya, kalo gak salah Ahlul Jannah.
Ntar kalo aku salah, aku ralat deh ya ^^v.

Terus ikut olimpiade Biologi juga. ?!?!?!
Aku juga sempat kaget setengah mati karena aku iseng doang ikut seleksinya. Ternyata lolos dan nilai seleksiku lumayan juga, sampe di cie.in temen2.
Masuk deh ke MOSI Biologi dulu disebutnya.
Cuma setahun doang selama kelas sepuluh.
Karena dasarnya emang gak niat dan motivasinya gak kuat, jadi gitu deh.
Di masa yang akan datang aku juga agak bingung kenapa aku bisa masuk Mosi Bio, padahal ke depannya nilai Biologiku cuma bisa bikin nyengir.
Haha.

Saat MOS, aku inget tuh, tiap kelas harus menampilkan sesuatu. Akhirnya kelasku nyanyi atau ngapain gitu, agak2 burem ingatanku.
Yang jelas ada temenku yang main gitar dan dia jago parah!!!
Sebut saja dia dengan inisial V.
Eh, aku lupa yang dia mainin gitar ato bass, waktu itu belum ngerti yang begituan.
Pokoknya keren deh mainnya.
Di kelas secara akademik dia memang gak terlalu menonjol, padahal sekolahku terkenal karena akademiknya.
Then, dia juga mengakui kalo dia masuk ke sekolah itu faktor utamanya bukan karena akademik tapi karena kemampuannya main gitar yang udah terakui di tingkat nasional.  Hm, keren lah ya. Dia termasuk salah satu temanku yang unik.
Dan kelasku juga jadi menarik karena dia dan lagi-lagi si ketua kelas.

Buatku masa-masa kelas sepuluh, sangat berkesan. Aku banyak kenal hal baru di masa itu. Bahwa ternyata manusia di dunia ini amat sangat heterogen.
Dan aku dulu sempat bingung aku ada di posisi sebelah mana. Yang jelas aku bersyukur, aku bisa kenal dengan mereka yang punya background kehidupan yang beda-beda. Aku bisa belajar banyak hal :D

ini sohib2ku di kelas sepuluh (dinda-ipin-saski-agnes-dini-tyas)

My friends...
Okey, aku bakal sambung lagi next time, karena aku harus belajar, besok masih UTS, yuhuuu...
Semoga besok aku bisa menjawab soal dengan benar ^^

with me :) (ini ceritanya lagi ngerjain tugas sambil jalan2 di depan sekolah)

 Bye.

Rabu, 03 April 2013

they are back!

 Bismillah...
 Re : 

 
 
in London,
 
 
they are back! with the fourth.
 

Selasa, 18 Desember 2012

wow...it has been almost 4 months!

Bismillah,

Aku kangen sama blog ini, lebih khususnya, aku sebenarnya kangen sama kegiatan tulis menulis yang 'dulu' pernah aku geluti.
Ini kegiatan yang aku pernah deklarasikan sebagai passion, tapi, kenapa bisa sesuatu yang aku bilang passion, aku telantarkan seperti ini, sedih benar...
Padahal, banyak banget yang bisa ditulis, kampus lagi rame isu banget juga!


Kamis, 30 Agustus 2012

Cinta di Ujung Sajadah

Bismillah,

Haha. Alhamdulillah, kecepatan bacaku meningkat, gak terlalu menyedihkan. Aku menyelesaikan Cinta di Ujung Sajadah nya Asma Nadia dalam waktu beberapa jam.

Agak ngerasa aneh sebenarnya sama diriku sendiri karena tertarik membeli buku dengan judul seperti “ Cinta di Ujung Sajadah “. Tapi, menurutku not bad lah...lumayan juga meskipun aku pribadi menganggap ini bukan yang nomor satu dari karya-karya sang penulis ^_^v.


Ada Rindu di Mata Peri adalah judul awal novel ini sebelum dicetak ulang oleh penerbit Republika.

Novel ini berkisah tentang seorang Cinta -dideskripsikan oleh tokoh-tokoh lain dalam novel ini dan sang penulis- yang memiliki mata seperti peri. (Jujur, rada gak kebayang mata seperti peri itu seperti apa...aku malah jadi keinget telinga elf nya si Legolas, hehe ^_^v)

Kehidupan Cinta rada-rada Cinderella abis, punya ayah yang agak kesulitan menyampaikan kasih sayang pada anaknya –rada-rada abiku banget, ini mah- yang menjadikan beliau terkesan cuek dan dingin. Beliau menyembunyikan rahasia besar soal ibu Cinta, hingga membuat Cinta bertanya-tanya soal ibu yang dianggapnya sudah meninggal dunia.
Ayah Cinta menikah dengan seorang mantan model yang punya dua orang anak cewek yang dia akui agak-agak bikin frustasi. Oke, di bagian ini yang menurutku Cinderella banget.
Cinta punya mama tiri, dua saudara yang iri banget sama dia yang membuat hidup Cinta rada-rada neraka abis...
Then, dia bertemu dengan tetangga depan rumah as prince charming, Makky Matahari Muhammad yang lumayan mencerahkan hari-hari Cinta.

Makky Matahari Muhammad, lucu juga nama Muhammad nya di belakang, kayak nama adik tingkat yang pernah aku baca. Dan...kenapa aku jadi mikir kalo laki-laki identik dengan matahari, (haha. Jadi inget sama The Moon That Embraces The Sun, hehe ^_^v)

Oke, baca sinopsisnya rada-rada mikir kalo novel ini bakal fokus sama Cinta-Makky. Tapi, ternyata gak (untunglah...).
Novel ini mengekspos kehidupan Cinta yang tanpa ibu. Hingga saat usianya yang ketujuh belas, sebuah fakta yang disembunyikan pembantu Cinta membuat Cinta keluar dari zona nyaman hidupnya.
Yeah, travelling time lagi setelah Tahta Mahameru...
Tapi, kali ini bukan kota-kota asing, tapi, alamat-alamat yang dicantumkan dalam novel jelas aku gak tahu...hehe.
Jakarta-Bandung-Jogja.
Cinta berkeliling kota untuk mencari sosok ibu yang sangat dirindukannya.
Mengharukan. Hampir bikin nangis, karena BGM yang aku denger cukup mendukung juga.

Rabu, 15 Agustus 2012

Exploring Indonesia : Tahta Mahameru


Bismillah,

Akhirnya, dengan kemampuan amatirku dalam membaca, selama 3 hari aku menyelesaikan novel Tahta Mahameru.
And?
Daebak!!!
Keren banget banget. Pantaslah kalau novel ini menang di sayembaranya Republika.

Novel ini adalah novel kesekiannya Azzura Dayana yang aku baca. Posisi kedua terbaik setelah Birunya Langit Cinta yang aku baca zaman SMP.

And...sedikit yang aku tangkap dari novel ini,

Tahta Mahameru berkisah tentang seorang Faras, gadis desa Ranu Pane yang cerdas dan baik hati yang kemudian bertemu dengan Raja Ikhsan seorang laki-laki yang dalam perjalanannya menuju Mahameru dalam kondisi dengan karakter sinis, pemberontak, pendendam, namun seorang pemikir sejati.
Karakter pemikir sejatinya itu yang kupikir membuatnya mengajukan tiga pertanyaan pada Faras, pertanyaan-pertanyaan yang menurutku cukup...mencengangkan.
Pertanyaan yang masing-masing diajukan Ikhsan pada Faras selama tiga tahun berturut-turut kunjungan Ikhsan ke Mahameru.
Karena tiga pertanyaan yang saat tahun ketiga Faras tidak bisa menjawabnya, membuat gadis itu pada tahun keempat memutuskan untuk mencari jejak Ikhsan, lewat foto-foto perjalanan Ikhsan yang dikirim lewat email, Faras melakukan perjalanan dari Borobudur hingga Tanjung Bira. Bertekad kuat untuk bertemu dengan Ikhsan dan memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa dijawab oleh Faras.
Dalam perjalanannya itu, Faras bertemu dengan Mareta, yang sedang dalam perjalanan ilegalnya alias minggat dari rumah.

Kupikir, inti konflik keluarga yang dialami Ikhsan dalam novel ini agak sinetron abis, tapi sang penulis dengan pro nya bisa membuat konflik yang agak sinetron ini menjadi lumayan keren.


Karena sang penulis secara riil mendaki Mahameru, deskripsi yang dihadirkan sepanjang perjalanan menuju puncak gunung itu lumayan tervisualisasi sama aku.

Tapi, entah kenapa, meskipun novel ini berfokus pada Mahameru dan daerah-daerah sekitarnya, aku malah lebih tertarik pada Makassar dan Suku Bugisnya, yang diceritakan pada bagian perjalanan Ikhsan maupun Faras-Mareta saat ke sana.

Sang penulis dengan gamblang menjelaskan tentang daerah-daerah di Makassar yang selama ini gak pernah aku tahu, beserta keindahan alamnya.

Kalau Korea sering selling daerah-daerah mereka lewat drama maupun reality show nya, sang penulis Tahta Mahameru menurutku dengan suksesnya mengeksplor sisi-sisi positif Indonesia lewat indahnya Tanjung Bira dan pantai-pantai di Makassar yang aku udah lupa namanya -_-“. Gak cuma soal tempat, deskripsi soal karakter suku Bugis dan pelaut-pelautnya membuatku amat tertarik untuk tahu soal karakter ke-suku-an di Indonesia. Apalagi soal perahu pinisi, yang rasanya aku pernah mempelajari saat belajar Sejarah di sekolah dulu, tapi, rasa-rasanya soal perahu pinisi di novel ini lebih menarik ratusan kali lipat ^_^v.

Yeah, novel ini recommended untuk dibaca.

Efek samping dari membaca novel ini adalah...
benar-benar menggoda untuk jadi backpacker dan keliling Indonesia.



  

Jumat, 13 Juli 2012

Code Name : Burning, Lovely, Untouchable, and Emotional

Awal tau KPop, gak tau banyak soal band nya. Karena aku dikelilingi sama penggemar SS501, Shinee, Super Junior, etc. Jadinya, yang paling banter ikutan suka sama SS501.
Then, mulai tahu this one, CN Blue lewat I am a loner nya.
Ngerasa cukup wow, karena korea punya band yang oke gini. Hehe. Gak cuma bisa ngedance tapi, punya keahlian main musik, jadi lagunya gak berasa kosong.

Soal personil, sebenarnya gak terlalu asing dengan lead vocalnya, yeah, uri Yong Hwa. Dia udah beken duluan karena You’re Beautiful bareng Jang Geun Seuk.
Tapi, yang bikin suka sama this one band adalah lead guitar sama bassistnya, Jong Hyun sama Jung Shin.
Aura mereka cool, apalagi Jung Shin. Cocok sama blue yang menggambarkan dia, Untouchable.
Jong Hyun suaranya enak didenger banget, meskipun lead vocalnya Yong Hwa. Di tengah-tengah power suara Yong Hwa, ngedenger suara Jong Hyun itu bagai oase, hehehe. Tapi, emang bener, ^-^
Truly, aku lebih suka suara Jong Hyun daripada Yong Hwa.

Oya, soal nama : CN Blue. CN itu adalah akronim dari Code Name dan Blue menggambarkan karakter keempatnya. Burning itu Lee Jong Hyun, Lovely itu Kang Min Hyuk, Untouchable sudah aku sebutkan, and Emotional that's for the leader, Jung Yong Hwa.

ki-ka : jung shin, jong hyun, yong hwa, min hyuk




Band ini dibilang Second FT Island. Gak tau juga kenapa dan gak pengen cari tahu  ^-^v

Yang jelas, band ini ngetop juga di Jepang. Kalo gak salah mereka pertama kali debut itu di Jepang.
Dan aku dapat cerita dari temen, kalo band ini emang mulai dari bawah banget,
Macam trainee nya gitu ngeband di jalan-jalan.

Album mereka yang paling baru, ear fun titlenya, dan shootingnya pas mereka lagi di LA.
Huihhh...
Lagu2nya beneran ear fun sih...
^.^

Hate it,

Bismillah,

Membenci atau tidak menyukai seseorang tanpa sebab?
Haha. Emang bisa gitu?
Yeah, bisa. Dan menanggapi hal itu, menurutku, melakukannya adalah sifat kekanak-kanakkan. Tapi, kalau dipikir-pikir, sebenarnya bukan tanpa sebab juga. Pastilah ada sesuatu yang membuat seseorang membenci atau tidak menyukai sesuatu. Hanya saja, kita menyebutnya tanpa sebab, karena kita tidak mengingat apa yang menyebabkan rasa benci atau tidak suka itu muncul. Tidak mengingat dan tidak mencoba mengingat.
Kadang benci atau tidak suka itu menghalalkan segala cara. Benci ya benci. Nggak suka ya nggak suka. That’s it.

Egois memang. Tapi, ya, perasaan seseorang cuma diri kita dan Allah SWT yang tahu dan mengatur.
Gak bisa dipaksakan? betul sekali. Tapi, dibiasakan mungkin masih bisa.

Asal pakem ini diingat saja, bahwa rasa tidak suka kita haruslah karena ketidaksukaan kita pada hal yang tidak disukai-Nya.
Dan kadang sesuatu yang tidak kita sukai, sebenarnya mengandung kebaikan buat kita.

 

Adik

Bismillah,

Hm, adik?

Suatu saat aku online via facebook. Then, aku chat dengan salah seorang tetanggaku yang adalah sobat akrab adik bungsuku. 
Sebenarnya, anak ini punya adik yang jadi favoritku di gang rumah. and akhirnya, via dia (si kakak) aku dapat akun facebook si adik...
 
Haha, lucu juga chat sama bocah kelas 4 SD.
Lucu dan better, 
Meskipun jawabannya singkat2, tapi, bahasanya berasa ramah dan bersahabat.

Then, aku dapat kabar dari dia, kalo dia sudah punya adik baru lagi!!! dan itu perempuan!!! dan dia lucu banget!!! waktu aku lihat fotonya...

Hiks, aku kangen punya adik yang masih bocah2 gitu...

Dulu, waktu masih bener2 kecil, adik2ku, lucu-lucu semua, dari penampakan sampai cara ngomong.

Sekarang?

Yah...mereka udah kayak manusia biasa...

Huah, jadi sedih,
Karena pindah rumah, jadi, gak bisa sering2 main dan ngejahilin anak favorit di gang rumahku yang dulu.