Senin, 28 Mei 2018

Wanita (Harus) Bekerja?

Selama ini saya selalu berpikir bahwa wanita yang akhirnya bekerja ke luar rumah itu karena dua alasan. Pertama, karena posisi pekerjaannya memang membutuhkan identitas wanita di sana. Misal, dokter, perawat, guru tk dan paud, baby sitter, dan sejenisnya. Kedua, golongan wanita yang istilahnya 'enggak bisa diem' di rumah. Jiwanya emang harus aktualisasi di luar rumah. Kalau dipaksa di rumah, mereka malah bakal stres dan enggak bisa jadi istri atau ibu yang baik.


Ternyata, eh, ternyata, entah lebih banyak atau tidak yang pake alasan ini. Banyak wanita yang bekerja karena alasan finansial. Alias mereka bekerja karena memang kebutuhan dan tuntutan. Kalau wanitanya enggak ikut bekerja, runyamlah kondisi rumah tangga karena kondisi ekonomi tidak tersupport dengan baik.

Sebenarnya alasan ini bikin saya mikir seribu kali.

Pasalnya, saya terus terngiang-ngiang tausiyah salah satu ustadz pada sebuah tausiyahnya bahwa rezeki istri yang sudah menikah itu akan mengalir lewat suaminya. Tugas istri itu udah thok di rumah aja, karena itu yang sesuai tuntunan syari'at.

Banyaknya istri yang keluar rumah, malah akan bikin kacau balau kondisi keluarga, karena mungkin kondisi rumah jadi enggak kondusif, anak-anak tidak terasuh dengan baik, dan lain sebagainya.

Tapi, itu kasus yang enggak bisa digeneralisir. Masih ada bahkan mungkin banyak juga ibu rumah tangga sekaligus wanita karir yang sukses dengan keluarga sakinah dan anak-anak yang sholeh sholehah.

Makanya, Islam enggak saklek melarang wanita enggak boleh sama sekali bekerja di luar rumah. Boleh saja wanita bekerja di luar rumah, asal mengikuti aturan syari'at yang berlaku, yaitu dapat izin suami, tetap melaksanakan kewajiban di rumah, menjaga adab dan aurat, dan lain sebagainya (bisa di search di tulisan yang lebih kredibel ya, aturan wanita bekerja dalam Islam).

Pun sekarang semakin berkembangnya zaman, wanita yang memang ingin mendapatkan penghasilan tanpa harus keluar rumah juga bisa. Malah menjadi tren, ibu-ibu yang stay di rumah, tapi berpenghasilan lewat jualan onlinenya.

Kalau memang wanita bekerja karena ingin mendapatkan materi, saya makin-makin penasaran dengan jalur rezeki yang Allah atur. Apakah memang dengan istri bekerja, maka keran rezeki akan lebih lancar? Atau malah sebenarnya sama-sama aja laju rezekinya, baik istri bekerja atau tidak? Jadi gimana dong? Baiknya istri bekerja atau tidak?

Kembali ke pilihan dan kemantapan hati masing-masing.

Kalau dengan istri bekerja, lalu ada pemasukan tambahan, dan membuat keluarga semakin bersyukur, enggak ada salahnya kalau istri bekerja ke luar rumah.

Atau kalau setelah ditindak-lanjuti ternyata istri ingin bekerja hanya karena 'merasa' banyak keinginan yang belum terpenuhi dengan pemasukan suami yang sekarang, mungkin rasa syukurnya yang perlu dilapangkan dan hawa nafsunya yang perlu dikekang.

Atau kalau akhirnya sudah terbiasa dengan rutinitas bekerja, tapi kondisi ekonomi tetap sama, mungkin memang Allah swt skenariokan seperti itu. Bahwa bekerja tidak hanya menghasilkan materi semata, tapi peran pekerjaan kita mungkin menyokong pergerakan umat entah di sisi mana yang belum kita sadari.

Jadi intinya harus atau tidaknya wanita bekerja harus dipikirkan dengan memohon petunjuk Allah swt dan dijalani dengan terus berhusnudhon pada-Nya.

Allahu a'lam.
Reactions:

4 komentar:

  1. istri saya adalah seorang dokter.. saya memperbolehkan ia berkerja bukan karena azas rezeki semata, tetapi karena ilmu keterampilan kedokteran yang saya khawatir akan tumpul apabila tidak dipergunakan.. namun tetap saya berpesan untuk memilih pekerjaan yang bukan untuk diforsir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali pak... apalagi profesi dokter wanita ya, sangat dibutuhkan banyak orang terutama sesama wanita 😊

      Hapus
  2. Tahun ajaran baru insya Allah saya kembali bekerja sebagai guru TK setelah 7 tahun saya resign untuk mengasuh anak dan ketika anak saya sudah masuk TK saya pun beli keinginan kembali untuk mengajar bukan karena ingin mencari penghasilan tapi lebih menyalurkan ilmu yang pernah saya dapatkan dan sekaligus bisa belajar karena di rumah pun sudah tidak ada anak untuk diasuh ketika jam sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masys Allah... keren bgt mbak 😍 Rumah jadi sepi ya, kalau anak sudah sekolah... Sbg ibu juga butub kegiatan produktif 👍👍👍👍

      Hapus