Sang Pembawa Pesan (3)

11

Sekelebatan wajah itu muncul di salah satu meja pengunjung. Bukan sebagai pengunjung seperti dirinya, melainkan sebagai pramusaji.

Ammar terpaku di kursinya. Hendak bangkit, tapi seperti tertahan.

"Mmm, apa dia salah satu pegawai di sini?" Ammar akhirnya bertanya pada bapak tua penjaga meja konter.

Ammar menunjuk ke arah tujuannya dengan sedikit mengangkat dagu agar tidak terlalu mencurigakan.

Bapak itu kemudian tersenyum.

"Ah, Yuriko?"

Ammar mengangguk saja. Meskipun wajah yang terlihat disana sama sekali berbeda dengan nama yang diketahuinya.

"Apa kau teman lamanya? Mau aku panggilkan jika kalian ingin mengobrol lama?"

Ammar sontak menggeleng.

"Tidak, pak, tidak perlu." Katanya menolak.

"Hm," hanya itu respon dari bapak tua.

"Yuriko memang sering bertemu teman lamanya di tempat ini," Bapak tua itu memberikan penjelasan.

Apa? Teman lama yang mana?

Belum selesai Ammar memikirkan kebingungannya, pintu kedai menjeblak terbuka.

Berbondong-bondong satu kompi pasukan masuk ke dalam rumah kayu. Ammar terkesiap.

"Apa ada pintu belakang di sini?" Tanya Ammar.

Bapak tua itu mengangguk lalu melirik untuk menunjukkan. Ia tampak sangat meyakinkan akan membantu Ammar.

Ammar bergegas, menjaga langkahnya agar tidak menarik perhatian.

Satu kompi pasukan itu menyebar teratur. Tidak merusak ruangan, tapi jelas mencari seseorang.

Ammar.

Tidak aneh kalau dirinya bisa terlacak secepat ini.

Ammar menyusuri lorong kayu sempit dengan jalan agak landai.

"Cepat!" Satu wajah yang tadi sangat membuatnya penasaran sudah ada di ujung jalan tempat keluar lorong ini.

Yuriko!

Ammar berlari. Suara gemuruh langkah-langkah kaki di belakangnya membuatnya bergidik ngeri.

Bagaimana kalau ia tertangkap?

Wajah Yuriko yang kini ada di hadapannya tenang dan meyakinkan.

"Ayo!" Katanya lalu membuka pintu air car yang tiba-tiba ada di hadapan mereka.

Pengemudinya seorang anak muda yang mirip sekali dengan Yuriko.

Ammar bingung sejenak, tapi kemudian tubuhnya hilang bersama air car yang melesat cepat.

Air car yang ditumpangi Ammar masuk ke dalam hutan. Pengemudi air car ini sungguh sangat terlatih. Meliuk-liuk di tengah hutan, tapi rasanya ranting-ranting pohon pinus yang tinggi tidak tersentuh sama sekali.

Kebingungan Ammar belum selesai. Tapi, ia hanya bisa terdiam.

Yuriko yang baru diketahuinya, terlalu sibuk dengan komunikatornya. Sesekali ia memberikan instruksi pada pengemudi di depannya.

Mereka ini siapa? Kenapa begitu mudahnya aku mempercayainya?

Air car semakin melaju kencang, menghindari para pengejarnya di belakang, menembus hutan yang berkabut tipis-tipis.

~Bersambung~




#onedayonepost
#odopbatch5
#tantangancerbung

11 komentar:

  1. Saya bacanya ikutan tegang banget inih.
    Next Umm. Keren dah ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak mbak Nia 😆

      Tunggu aku mengais2 ide dulu 😅

      Hapus
  2. Saya bacanya ikutan tegang banget inih.
    Next Umm. Keren dah ^_^

    BalasHapus
  3. Saya selalu bertanya2 sendiri kalo mengikuti cerita seperti ini. Kok bisa nemu idenya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asal berkhayal aja, bun, n sangat dipengaruhi novel&film science fiction 😁

      Hapus
  4. Ceritanya bikin tegang.. tp sukak sama cerita beginian..
    Next bunda...

    BalasHapus
  5. Saya penasaran kelanjutannya, mau kemana si amar ini, lanjut mba

    BalasHapus
  6. Panasaran ammar ini siapaa

    BalasHapus