SOCIAL MEDIA

Rabu, 02 April 2014

That wave

Bismillah

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton sebuah film. Genre film yang lumayan lagi in di Indonesia dan beberapa negara lain di dunia. Yep...Korea. K-Movie. Kalau kata saya, jadi alternatif film selain hollywood. Judul filmya Cold Eyes, filmnya agak mikir, aksi banget, tapi, keren. High tech, pengambilan gambarnya gak kalah sama hollywood. Oke, gak mau sok komen, tapi, di IMDB alias Internet Movie Database, ratingnya lumayan tinggi, 7.2 kalau gak salah.

So what ya sama film ini?
Hehe.
Sebenarnya, film ini temanya gak asing kalau buat yang suka film aksi hollywood, tapi, karena yang ngeluarin Korea, salah satu negara Asia yang mulai ngeluarin taringnya, jadi amazed. IMO mereka kreatif. Meskipun kadang copy, mereka tipe analyze then making better. Hehe.
Selain itu, mereka juga mengangkat tema-tema universal yang ngena ke semua kalangan. Film-film kayak Hearty Paws, A Long Visit, The Way Home, Harmony, tema keluarga kayak gitu, yang menurut saya dan beberapa teman, moral value nya ada banget, sebenarnya sederhana tapi, jadi keren dan menyentuh hati banyak orang.

And then?
Hehe. Jadi tertantang aja sih karena mereka. Sebagai pemuda dan yang paling utama, sebagai seorang muslim. Sebagai pemuda yang harusnya lagi semangat-semangatnya create sesuatu yang inovatif namun tetap punya nilai kebaikan. Gak usah bingung mikirin kebaikan kayak apa, karena sebagai muslim, kita punya qur’an dan hadits yang isinya totally kebaikan yang bisa kita jadikan sumber. 

Mau tema apa? Berbuat baik sama ortu? Ada di QS. Al Isra’ : 23, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”  QS. Luqman : 14 Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.  
Persahabatan? Disebutkan di hadits, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: "Tidak beriman salah seorang kalian sampai dia mencintai saudaranya, seperti dia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim), atau “Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Bukhari 5552) (HR Muslim 4685).

Dan sebenarnya, gak cuma K-movie sih yang lagi in banget. K-pop, k-drama, k-food, oh my Allah, kok jadi banyak ya? Hehe. Yep, yep, just want to share, pinter banget mereka mengemas dan selling itu semua dan membuatnya bisa diterima dan bahkan digemari.
Hehe. Jadi membayangkan gimana kalo lagu-lagu Indonesia yang bermakna yang gak cheesy hasil karya pemuda Indonesia, makanan Indonesia yang mak nyus itu juga jadi trend di dunia...

Anyway, tulisan ini sama sekali gak niat buat offense ke something, cuma yah...sebagai yang suka nonton 'K-Movie', berusaha mengambil hikmah. Hm...dan yakin serta optimis kok kalau Indonesia gak lagi jalan di tempat melainkan sedang move on untuk nunjukkin taringnya juga :D

Apalagi kalau ngelihat route-nya, somedays, mungkin orang-orang bakal bosen juga sama K-Movie dan K- yang lainnya. Dan mungkin itu saatnya kita mengambil peluang. Mungkin benar adanya kalo kita adalah the next wave, who knows? Kita???
Hahaha. Wanna be part of it?

Sekian.

Kamis, 13 Maret 2014

Green Rain

Bismillah.

Sebenarnya ini judul lagu yang dinyanyiin Shinee buat original soundtrack salah satu K-drama tentang kisah guru 'killer' di suatu sekolah gitu. Aku share disini karena kalau dimaknai dengan seksama, artinya keren  >.< 


When I open my eyes to the sound of the clock 
It feels new but the day is the same
So I headed to the same place that I go every day without thinking

But over there is a place I haven’t yet gone 
It’s so big and high that 
I never even thought of it 
But I want to climb over that wall

I want to hide my slightly nervous heart 
And I want to firmly hold your hand and run 
We become fresher in the pouring green rain 
I used to be like a child, 
used to be immature
But the reason I grew up is because of your eyes that believed in me, 
your one smile 
That was enough for me

The wind tells me that the world is rough 
But if things stay like this, 
I think it will be alright

There are questions overflowing in my head 
Who can answer me?
I wait endlessly
But I’m the one who has to search for those answers

When the path we take is wrong or maybe blocked
And we stop in place, 
what should we do? And when we pass that path,
what kind of face will we have at that moment?


Pendapat pribadiku aja sih yang mengatakan kalau arti lagu ini keren >.<
Hehe. Just enjoy it and hope you all can learn something :D v 

O ya, fyi, pas nyari tentang apa itu arti green rain, di India, ini jadi salah satu tanda kalo terjadi polusi. Hehe. Entah secara scientific itu benar atau gak, aku belum nyari sumbernya lebih lanjut :D v

credit to: kimchihana, pop!gasa, beatuscorner.com, streakwallpapers.org

Minggu, 09 Maret 2014

Gejala gaje

Bismillah.
Hm...akhir-akhir ini sering banget mual sekaligus pengen muntah tiba-tiba, sakit kepala tiba-tiba dan nangis tiba-tiba. Aneh banget deh, karena hilangnya juga tiba-tiba.
Setelah menganalisis dengan analisis amatir ala aku, gejala tiba-tiba itu muncul kalau aku teringat sesuatu yang bikin tertekan dan ketakutan.
Hilangnya biasanya kalau ingat hidup di dunia adalah masa hidup yang paling singkat. Dibandingkan dengan masa di alam barzah dan akhirat yang pasti nanti akan kita hadapi!
So, enjoy aja...tapi, tetep be serious! Siapin bekal terbaik.
Sekian.
Maaf gaje.
Bye.

Kamis, 06 Maret 2014

Soal anjing

Bismillah.
Waktu kemarin tinggal di Vietnam, aku menyadari suatu fakta bahwa populasi anjing disana itu sepertinya sebanding dengan populasi kucing di Indonesia.
Yepzi...banyak!
Di jalan raya kayaknya hampir berapa meter sekali ada. Di tingkat RT, kayaknya hampir tiap rumah punya.
Parahnya, disekitar apartemen tempat kami tinggal, jumlah anjingnya tuh...bikin ngeri lah!
Huhu...dan diantara kami berlima, akulah yang paling takut kalo ketemu itu makhluk.
Pasti kalo lagi jalan bareng, aku langsung merapat cari perlindungan.
Ghita sama qori sih gak masalah. Doni juga, meskipun kadang dia suka kesel karena aku takutnya keterlaluan, tapi, Doni suka baik, kalo dia liat anjing berapa meter didepan, dia kasih peringatan ke aku supaya aku waspada. Haha.
Nah, yang paling jahat adalah si Norman.
Dia suka iseng banget nggak kasih tau kalo ada anjing dan ngebiarin aku ketakutan setengah mati.
Jadi, target Norman selama di Vietnam adalah melatih aku biar gak takut lagi sama anjing.
Teori dia, aku bakal berani sama anjing, kalo aku bareng sama orang yang lebih takut dari aku.
Hehe.
Sayangnya diantara kami berlima, gak ada yang lebih takut dari aku, like I said before.
So, failed itu misi :(
Dan...aku rada nyesel, karena ternyata disini aku ketemu anjing-anjing lagi. Huhu. Mana lidahnya menjulur-julur gitu...
Khawatir kena gonggong sama air liurnya yang najis tingkat berat.
:(
Yepzi...jadi, kalo ketemu mereka suka pasang wajah takut sama kesel terus nge-gas motor lebih cepat.
Sekian.

Rabu, 05 Maret 2014

Let us go forward!

Bismillah.

Okay. Sudah hampir sebulan aku berada di kampus (lagi), sejak exchange semester lalu.
How do I feel?
Haha. A little bit feeling blue.

Pekan pertama, ketemu dosen pembimbing, langsung deh tuh dikasih topik. What a pity tapi, perasaanku malah jadi rusuh karena topik penelitian itu berkaitan sama matkul yang jadi kelemahan aku.
Huhu.
Okay, I'm trying to love it somehow.

Pekan kedua, ketemu dosen pembimbing lagi dan disuruh lebih banyak baca dan sempat ditegur karena lazy girl banget.
Huhu.

Pekan ketiga, kagak ketemu beliau.

Pekan keempat, tepatnya hari esok...entahlah what will happen to me...it's still become a mystery.

Hahaha...begini nih aku yang jadi mahasiswa tingkat akhir.
Kesannya sih ga ada jadwal masuk kelas yang saklek, harusnya sibuk membereskan proposal usulan penelitian, de el el, tapi...

Okay, okay, aku berusaha untuk mencintai topik ini, tapi, sepertinya butuh waktu untuk mencintai sesuatu itu, apalagi sesuatu yang aku gak suka pada awalnya.
Aku penasaran sama apa yang bakal terjadi. 
Hehe.
Karena it should be, do what you love! Kerjain deh tuh ya yang sesuai passion kamu.
Tapi, ini malah sebaliknya.
Aku coba untuk mendekatinya. Biar cinta. Haha.



Oh ya, dan sekarang berasa asing kalau ke kampus dan ke fakultas. Banyak wajah-wajah yang kayak gak kenal. Iyalah ya...udah jadi mahasiswa tua. ^^v
Tapi, masih ada kuliah minor yang harus dihadiri, dan kuliah itu...ckckck...kocak lah apa yang disampaikan dosennya. Sampai hampir tiap kuliah ketawa melulu, mesti banyak-banyak istighfar sepanjang dan setelah kuliah -_-"

Terus kangen sama semua yang ada di Vietnam T.T
Gara-gara lihat foto-foto yang ada di hard disk si Qori T.T

Sekian.

Signing out for now :D 

Minggu, 05 Januari 2014

Determinasi

Bismillah.

Searching di web nya KBBI, inilah arti yang muncul 

de·ter·mi·na·si /détérminasi/ n 1 hal menentukan (menetapkan, memastikan): -- arti sebuah kata dilihat dr hubungannya dl kalimat secara keseluruhan; 2 ketetapan hati (dl mencapai maksud atau tujuan).

Nah, membahas soal ini, simpel saja sih. Kalau kamu sudah punya determinasi terhadap sesuatu, kamu pasti akan melakukan apapun untuk membuat hal yang kamu determinasi-kan itu terwujud. APAPUN.

Jadi ingat pengalaman beberapa waktu yang lalu saat masih di tahun pertama berada kampus. Ada suatu momen saat teman-teman sekelas akan mengadakan suatu acara di luar kampus, menginap. Satu per satu orang ditanyai alasan keikutsertaannya. Saya menjadi salah satu orang yang menolak hadir. Namun, saya tidak menjawab dengan lugas, saya memberikan alasan-alasan yang menunjukkan sepertinya saya tidak bisa ikut serta dalam acara itu, tapi, tidak dengan lugas menolak dengan kalimat tidak. Teman saya terus mencecar dan saya tidak juga memberikan kata tidak itu. Sampai akhirnya dialog itu berakhir dan saya sadar bahwa saat saya menginginkan sesuatu, saya akan mencari cara supaya apa yang saya inginkan terwujud, ketika saya tidak melakukan sesuatu apapun usaha untuk membuat hal itu terwujud, artinya saya tidak menginginkan hal itu.



So, kalau kamu ingin lulus dari kampus dengan segera, kamu akan mencari-cari bahan penelitian dengan segera pula, rajin-rajin berkonsultasi dengan dosen pembimbing, dll. Kalau kamu nggak melakukan hal itu, berarti kamu masih merasa slow dengan kelulusan, lulus tepat waktu alhamdulillah, telat-telat dikit it's not a big problem (ehm!).
Kalau kamu ingin ke kuliah keluar negeri, ya, kamu bakal cari-cari informasi berkaitan dengan hal itu, giat mengimprove kemampuan bahasa internasional, dll. Kalau kamu nggak melakukannya dan malah browsing-browsing hal-hal lainnya, berarti kamu nggak beneran pengen keluar negeri, eh?.
Kalau kamu lapar dan nggak ada masakan di rumah, ya, cari masakan di luar rumah (kalau ada), kalau nggak ada, cari bahan-bahan buat dimasak, kalau nggak melakukan keduanya, kamu emang nggak bener-bener lapar atau kamu emang pemalas! (-_-" lapeeerrr...)
Serius, serius, kalau kamu pengen masuk surga, ya, kamu cari jalan yang menuju ke surga, cari temen-teman yang bisa diajak kerja sama buat masuk ke surga sama-sama. Kalau kamu cari jalan lain yang jelas-jelas sudah kamu tahu nggak akan menuntunmu ke surga, ya, berarti kamu nggak beneran niat masuk surga atau terlalu mengentengkan efek dari kehidupan di dunia yang fana ini.

Sekian.
This is just my opinion and some my personal dialog with myself -_-v

Sabtu, 04 Januari 2014

Red Cliff

Bismillah.

Oke, oke, karena lagi pengen nonton film serius, finally, filmnya Takeshi Kaneshiro ini yang aku pilih buat ditonton. Ratingnya tinggi di IMDB, so, aku expect bakalan bagus ini film.


Hasilnya?

Emang bagus!

Sepemahaman yang aku tangkap, film ini bercerita tentang seorang PM yang berperang dengan saudara-saudara sang Raja. Dua saudara Raja yang diperangi ini dari klannya Liu Bei dan klan Wu. Serangan PM Cao Cao pertama kali dilakukan kepada klannya Liu Bei. Nah, si Liu Bei ini punya kaki tangan yang keren banget lah kalo kata aku. Ada 3 orang general yang jago banget pertarungan jarak dekat dan seorang minister of strategy yang cerdas. Takeshi Kaneshiro memerankan si minister of strategy bernama Zhuge Liang. 
Saat diserang PM Cao Cao, klannya Liu Bei ini kalo kata aku mah gak bener-bener kalah, mereka memilih mundur untuk menyelamatkan pengungsi yang berada bersama mereka. Dalam kondisi mundur itu Zhuge Liang mengajukan dirinya untuk pergi ke klan Wu untuk mengajukan kerjasama peperangan melawan PM Cao Cao.

Proses membujuk raja klan Wu ini sebenarnya gak susah-susah amat kalo aku liat. Karena Zhuge Liang ini emang pintar ngomong dan raja klan Wu juga cuma butuh trigger buat dirinya yang masih muda untuk membuktikan diri bahwa dirinya memang bisa melakukan sesuatu saat menjadi raja.

Dalam proses pembujukan raja klan Wu ini, Zhuge Liang menemui seorang apa ya, mungkin kayak seseorang yang sudah dianggap saudara sama raja klan Wu bernama Zhou Yu. Nah, si Zhou Yu ini yang memimpin pasukan militer klan Wu yang keren aku bilang, hehe, meskipun saat latihan, Zhuge Liang ngatain formasi perang yang dilatih ke pasukannya Zhou Yu itu out of date. 

Finally, aliansi klannya Liu Bei dan klan Wu terbentuk dan yang jadi otak dari strategi perang mereka adalah Zhuge Liang dan Zhou Yu. Ah, satu lagi, adiknya raja klan Wu, Sun Shangxiang yang cerdas dan celetukan-celetukannya sering bermanfaat buat strategi perang mereka.

Dari awal film, strategi perang yang diceritakan sama sutradara John Woo ini emang keren sih, kalo aku bilang (atau akunya aja yang baru ngeliat film perang segini doang dan langsung amazed gitu). Tapi, in my point of view emang keren, gak disangka, dan sebenarnya sederhana. Hehe.

Saat menonton film ini, aku bisa merasa terharu, terhibur, dan termotivasi buat menjadi lebih cerdas. Terharu dengan karakter pemimpin yang diceritakan di film ini. Pemimpin yang mau mengerti kondisi pasukannya dan rela berkorban buat pasukannya.
Apalagi ya, ah, soal persahabatan Zhuge Liang dan Zhou Yu.  Dua orang yang sama-sama cerdas dalam peperangan dan kadang aneh tapi lucu. Sayang, di Red Cliff ini scene Zhuge Liang ikutan terjun perang kagak ada (seinget aku).

Ah, dan karena di Red Cliff ini masih to be continued, harus nonton Red Cliff 2 supaya tahu apakah aliansi yang mereka bangun bisa mengalahkan pasukan PM Cao Cao ataukah?
Karena di Red Cliff ini kita cuma diceritakan serangan PM Cao Cao yang cuma ngetes dan mengukur kekuatan pasukan aliansi. Pasukan aliansi emang menang di Red Cliff 1 ini, namun, PM Cao Cao masuk dan membangun markas juga diseberang Red Cliff buat mempersiapkan peperangan selanjutnya. Ah, Red Cliff ini nama tempat yang jadi markasnya Zhou Yu.

formasi pasukan perang aliansi yang terinspirasi dari cangkang tortoise
So, so, mungkin aku akan melanjutkan menonton dulu, hehe.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 31 Desember 2013

Be bright?!

Bismillah.
Ada seorang teman. Dekat. Aku ketahui sangat cemerlang.
Tapi, entah kenapa...karena tertekan, atau karena merasa dipaksa?
Semua kecemerlangannya menghilang...
Menghilang bersama angin yang membawanya melarikan diri dari semuanya.
Siapa yang tidak sedih dengan semua itu?
Sebenarnya, hal yg membuat dia tertekan&terpaksa itu adalah hal yang luarbiasa baik! Tujuan mulia!
Tapi, caranya.
Cara orang2 menyampaikan hal itu dan menanamkan padanya, (mungkin termasuk aku) didalamnya...membuat dia terlihat menyedihkan.
Dia tidak bisa seperti (aku)...yang bisa menahan perasaan2 lain...membunuhnya untuk 'kebaikan yang lebih besar'.
Aku tahu pasti dia belum bisa seperti itu dan aku tidak mau menyalahkannya untuk hal itu.
Menyedihkan.
Menghilangkan kecemerlangan seseorang.

Rabu, 18 Desember 2013

Cambodia part 1

Bismillah.

Kamis sore kita bertolak dari apartemen menuju distrik 1 untuk selanjutnya pergi ke Kamboja.
What for sih ya ke Kamboja segala?
Hehe.

waiting for the bus @highland coffee
Ke Kamboja dari Vietnam itu murah lho sodara2, apalagi kalo lewat jalur darat.
Kita cukup bayar 13USD untuk sleeper bus dan 10USD untuk bus dengan seat normal.
Dan untuk WNI, ke Kamboja free visa! Hehe.
Kami berangkat pukul 23.45 dengan sleeper bus.
Kesan pertama saya?
So so sih, tapi, cukup sekali in my life time lah naik sleeper bus.
Karena judulnya sleeper bus, maka, kami tidur saja di bus. Sempat gak bisa tidur sih...karena jujur saja, saya sedikit tidak nyaman dengan posisi seat yang bentuk tempat tidur itu. Jadi, untuk beberapa jam saya cuma duduk saja disana.

di dalam bus bareng @ghitadwi
Kami memasuki perbatasan Vietnam-Kamboja dari pihak Vietnam sekitar pukul 7 untuk pemeriksaan paspor dan checking barang bawaan. Tidak jauh setelah itu pemeriksaan dari pihak Kamboja haya paspor saja.
Teman2 yg lain diminta membayar 1USD saat pemeriksaan, tapi, entah kenapa saya tidak dimintai.
Setelah itu kami kembali ke bus.
Oh ya, karena kami menempati seat2 depan bus, jadi, kami memperhatikan orang2 yg keluar masuk bus dan kami jadi tahu siapa2 saja penumpang didalam bus.
Nah, kami sempat heboh saat 1 orang penumpang dari US menghilang. Mr.Charles, dia menghilang saat di pemeriksaan oleh pihak Vietnam.
Bus kemudian melaju lagi dan berhenti untuk breakfast time sekitar 30 menit.
Kami berenam berdiam diri sambil mengobrol dan memakan snack bekal di bus dan sempat berkenalan dengan seseorang dari China yg akan ke Kamboja untuk mengajar bahasa China disana.
Dia turun dari bus untuk sarapan dan kami dikejutkan dengan kedatangan Mr.Charles!
Ternyata dia tertahan di pemeriksaan karena visa tinggalnya di Vietnam sudah expired 3 minggu.

Bus melanjutkan perjalanan dan lagi2! meninggalkan penumpang yang berasal dari China itu. Bus berhenti di tempat yang seperti rumah warga yang sekaligus difungsikan sebagai kamar mandi buat para traveler. Saat bus akan melanjutkan perjalanan, lagi2! kalau yang kali ini, hampir saja traveler dari UK ketinggalan karena pergi ke kamar mandi. 
Heran deh, kondektur dan sopir bus nya hobi banget ninggalin penumpangnya. Kagak di cek dulu gitu jumlah penumpang yang ada di bus -_-".

Memasuki Kamboja, suasananya pedesaan banget banget. Menuju Phnom Penh, bus yang kami tumpangi harus menyeberangi sungai yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari daratan. Rame banget itu alat yang digunakan menyeberang, gak terlalu mirip kapal, tapi, gak tahu namanya apa. Bus, truk, mobil, ada di satu tempat. Sempat serem sih pas alat itu nyeberangin bus, tapi, bersyukurlah proses menyeberangnya cuma sebentar.

Okay, then! Welcome to Phnom Penh!
Suasananya panas dan terik! Mulai banyak aksara Kamboja yang sama sekali gak ngerti gimana cara bacanya di sekitar jalanan. Bus sampai di pemberhentiannya sekitar pukul 11-an dan kami buru2 mencari tuk-tuk (kendaraan khas Kamboja) untuk mengantar kami ke masjid, karena, secara 2 cowok yang ada diantara kami harus sholat Jumat. Kami membayar tuk-tuk untuk seharian perjalanan sebesar 4USD@orang (24USD@tuk-tuk).

Perjalanan menuju masjid, karena tuk-tuk adalah kendaraan yang cukup terbuka, seperti biasa, kami (cewek-cewek) berkerudung ini, jadi, centre of attraction. Diliatin sama orang-orang lah kita ini. Heran, gak di Vietnam, gak di Kamboja, diliatin aja terus sama orang-orang. Kayaknya makhluk langka banget, orang yang pake kerudung itu.
Saat sudah dekat dengan masjidnya, kami mulai melihat orang-orang lain yang juga berkerudung, yiey! Girang lah kita. Apalagi kalo ngeliat orang yang pake kerudungnya banyakan, kita rame-rame mengucapkan salam gitu.
Kami sampai di masjid kira-kira pukul 12-an lebih, dan sholat Jumat baru akan dimulai pukul 13.
Tadinya, berdasarkan informasi yang didapat Qori, masjid yang akan kami kunjungi adalah masjid yang gede dan mirip masjid Aya Sophia gitu, tapi, berhubung masjid sedang direnovasi, kami harus sholat di bangunan yang difungsikan sebagai masjid sementara. Okay lah, somedays, mungkin kami bisa balik lagi kesana, eh!

Jamaah yang datang ke masjid itu banyak banget! Kebanyakan orang asing sih, dari Timur Tengah yang Arabian face gitu. Warga lokal juga lumayan banyak. Kalo kata Norman sama Doni, lebih banyakan di Kamboja warga lokalnya yang muslim daripada di Vietnam.

Kami sholat Jumat disana dan tidak disangka bertemu dengan seorang ibu dari Timur Tengah, saya lupa dari negara mana tepatnya. Dia sudah lama di Kamboja. Dia bekerja untuk UNICEF dan dalam obrolan kami, dia memberitahukan banyak restoran halal di Kamboja. Okay, tapi beberapa restoran not affordable buat mahasiswa seperti kami.Haha!

Akhirnya, kami makan di KFC. Franchise yang dipunyai warga negara Malaysia dan ada stiker halal di depan pintunya.
Makan sepaket ayam dan minum milo ice menghabiskan 3 USD dan selama kami di Kamboja, kami SELALU makan di KFC. Karena itu yang paling mudah untuk kami temui.

Kami menuju ke guest house tempat kami tinggal dengan harga 10USD per orang untuk 2 malam. Sekamar diisi oleh 2 orang. Okay, tempatnya agak creepy kalo kata saya, tapi, ya, kami bertahan saja. Ah ya, kamar saya ada di lantai paling atas dan banyak channel internasional yang kami dapat, yiey! Bahkan saya bisa menonton live music bank! Hahaha.

Sore setelah kami menyimpan barang2 bawaan yang cuma ransel2 di guest house, kami lanjut pergi ke Royal Palace tapi, kami cuma berfoto didepannya saja karena sudah terlalu sore untuk masuk ke Royal Palace. Akhirnya, kami pergi ke National Museum sampai pukul 5 pm. Tiket masuknya sebesar 5USD.

yg dibelakang itu bangunan diseberang Royal Palace

ini di tembok samping Royal Palace

suasana jalan di samping Royal Palace
Kami kembali ke guesthouse untuk sholat dan lain sebagainya. Lalu sekitar pukul 8 pm kami berkumpul lagi di lobi guest house dan lanjut berjalan-jalan ke Night Market. Rame banget lah itu Night Market, penuh dengan turis dan warga lokal. 
Yang dijual disana macam-macam. Mulai dari souvenir-souvenir, pakaian, makanan, dll. Harganya so so lah. Bisa ditawar, tapi, sabar aja ya, kalo dijutekin sama penjualnya, hehe.
narsis abis pas jalan-jalan ke Night Market!
Kami keluar dari Night Market sekitar pukul 10 pm dan karena kami kelaparan, kami pergi ke KFC (lagi) yang jaraknya cuma 5 menit jalan kaki dari Night Market. Sayangnya, kami kehabisan makanan di KFC dan menghabiskan malam dengan kelaparan, oh!

Okay di lanjut di Part 2.
Semoga bermanfaat ya!

image credit @cocaqori @dewi_3

Sabtu, 07 Desember 2013

Hidup di negeri orang lain emang (harus) keras

Bismillah.
Sebenarnya, telat banget kalo baru ngebahas ini sekarang. Tapi, ya, kayak baru ngerasa tertampar2 beberapa saat lalu.
Yah, karena sekarang ceritanya lagi tinggal di Vietnam yang cuma punya masjid terlacak 4 biji di seluruh Ho Chi Minh, kalo mau pergi2 ato jalan2 itu, harus mikir panjang banget.
Pergi jam berapa? Berapa lama? Ke mana aja? Yang harus juga dipikirkan adalah ntar sholat dhuhur dimana? Ashar dimana? Maghrib dimana? Dst....
Karena masjid d Hcmc itu cuma ada beberapa titik, jadi, kalo pergi2 kemana2 ya harus bisa menjangkau titik2 tersebut.
Dan kesadaran soal itu-memperhatikan waktu sholat saat bepergian- benar2 jadi suatu hal yang menarik bagi saya pribadi.
Seperti judul yang saya tulis diatas, yang saya maksud adalah u/hal seperti ini kita harus keras pada diri kita sendiri. Karena, saya sudah banyak menemukan kejadian, sesama muslim yang juga tinggal di Hcmc ini, yang dalam pandangan saya terlalu mengentengkan masalah waktu sholat.
Entah apa alasan mereka, mungkin mereka berpikir bahwa sholat bisa dijamak, dsb. tapi, bukankah rukhsoh (keringanan) yg Allah swt berikan punya pakem tertentu yang tdk bisa kita anggap enteng?
Dan selagi kita bisa mengusahakan u/memenuhi semua aturan2Nya, kenapa tidak mengesampingkan hal2 kecil u/ melaksanakan perintahNya dengan baik?
Astaghfirullahal'adzim.
Na'udzubillahi min dzalik.
Allahu a'lam bishawab.